Jum'at, 14 Desember 2018 22:01:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 249
Total pengunjung : 450515
Hits hari ini : 1849
Total hits : 4150582
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Lambertus N. Palar
Lambertus N. Palar


Lambertus Nicodemus Palar atau yang dikenal dengan LN Palar adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia khususnya di ranah perjuangan melalui diplomasi.

LN Palar bersama Dr. Rajiman Widyodiningrat dan TB Simatupang pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2013 dijadwalkan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional yang dianugerahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dikutip dari tulisan George Mc T. Kahin dalam buletin Indonesia terbitan Universitas Cornell edisi Oktober 1981, LB Palar merupakan sosok yang unik sekaligus istimewa bagi Indonesia.

Kahin mengenang LN Palar yang dikenalnya adalah seorang sangat "membumi" meski menduduki sejumlah jabatan penting dalam posting karir diplomatnya.

LN Palar lahir di Tomohon, Sulawesi Utara pada 5 Juni 1900 dan pada umur 28 tahun menempuh pendidikan di Universitas Amsterdam sambil bekerja di kota itu. Sebelumnya ia sempat sekolah Mulo di Tondano dan AMS di Yogyakarta serta ITB pada 1922 namun tidak selesai.

Menikah dengan Johanna Petronella Volmers dan pada 1938 menjadi ketua seksi Indonesia di Partai Sosial Demokratik Belanda (SDAP).

Pada 1945, Palar mendapatkan kursi di Parlemen Belanda (Tweede Kamer) melalui Partainya, namun ia mengundurkan diri ketika Belanda melakukan Agresi Militer I ke Indonesia pada 1947.

Pemerintah Indonesia kemudian memanggilnya pulang untuk bersama-sama berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Presiden Soekarno memintanya menjadi juru bicara RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada akhir 1947 ia membuka kantor perwakilan RI di New York dibantu oleh Sudarpo, Soedjatmoko dan Sumitro.

Sebelum pengakuan kedaulatan RI pada 1949, status LN Palar dan delegasi Indonesia di PBB adalah sebagai peninjau, kemudian setelah pengakuan kedaulatan dan Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 pada 1950 menjadi perwakilan resmi dengan status keanggotaan penuh.

Setelah menjadi Kepala Perwakilan RI di PBB, pada 1953 Palar kemudian menjadi Duta Besar RI untuk India dan memberikan kontribusi yang besar dalam persiapan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Usai menjadi Dubes di India pada 1956, Palar kemudian menjadi Duta Besar RI untuk Uni Sovyet merangkap Jerman Timur selama dua tahun.

Kemudian ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Kanada dan selanjutnya untuk pada 1962 kembali menjadi Kepala Perwakilan RI di PBB.

Saat Indonesia memutuskan keluar dari PBB, LN Palar menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.

Pengalaman LN Palar di PBB selama beberapa tahun, membuat ia menjadi utusan pemerintah Indonesia pada 1966 usai perubahan politik di dalam negeri dimana Indonesia kembali menjadi anggota PBB.

Menurut Kahin dalam tulisannya, LN Palar merupakan seorang diplomat senior yang memiliki pengalaman sangat penjang menjadi duta besar dan juga berjuang sebagai diplomat untuk negaranya.

Ia pensiun pada 1968 namun masih memberikan kontribusi bagi pendidikan, pekerjaan sosial dan juga penasehat perwakilan Indonesia di PBB.

Salah satu putera terbaik Sulawesi Utara itu meninggal pada 12 Februari 1981, pada usia 80 tahun.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/404129/ln-palar-dan-perjuangan-diplomasi-indonesia

Tokoh - tokoh
Liek WilardjoLiek Wilardjo
Stanislaus Sandarupa'Juru Kunci' Budaya Toraja
Ade Rostina SitompulObituari: Tokoh HAM itu Telah Pergi Selamanya
Dr. Johannes Leimena Dr. Johannes Leimena
Ingwer Ludwig NommensenDatang Untuk Kebaikan
FG Van Gessel FG Van Gessel
Eka DarmaputeraEka Darmaputera seorang pendeta dan teolog Indonesia yang banyak menulis sehingga karya-karya dan pikirannya seringkali muncul
Ir. MARTINUS PUTUHENA (1901 – 1982)Ir. MARTINUS PUTUHENA (1901 – 1982)
Cornelius Van TilCornelius Van Til
W.J. RumambiW.J. Rumambi
Pdt. H.O.H. AwuyPdt. H.O.H. Awuy
IhromiIhromi
Albert Schweitzer Albert Schweitzer
Reinhard BonnkeReinhard Bonnke
Kiai SadrachKiai Sadrach
Josephus Gerardus BeekJosephus Gerardus Beek
Martin LutherMartin Luther
Paus Benediktus XVIPaus Benediktus XVI
Paus FransiskusPaus Fransiskus
Pdt. DR. Hisar Raja Parlindungan Siringoringo, SH, MThPdt. DR. Hisar Raja Parlindungan Siringoringo, SH, MTh
Alfred SimanjuntakAlfred Simanjuntak
Fransisca FanggidaejFransisca Fanggidaej
I.J. KasimoI.J. Kasimo
Sutan Gunung MuliaSutan Gunung Mulia
Dr. RA JaffrayDr. RA Jaffray
Romo Lugano Pr.Romo Fx. Lugano Pr.
Mochtar Riady Mochtar Riady Sang Manusia Ide
Jessica SudartaHarpa Bawa Jessica Sudarta Harumkan Nama Indonesia di kancah International
   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution