Minggu, 16 Desember 2018 15:02:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 163
Total pengunjung : 450993
Hits hari ini : 1315
Total hits : 4154500
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Risikonya Jika Tidur Malam Hanya 3 Jam
Senin, 05 Desember 2016 21:15:39
Risikonya Jika Tidur Malam Hanya 3 Jam

Surabaya - Dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America, para peneliti Jerman memaparkan adanya hubungan erat antara kurang tidur dengan penyakit darah tinggi yang berakhir dengan serangan jantung mendadak.

Mereka mencatat, karyawan dengan jam kerja 24 jam seperti petugas medis dan personil layanan darurat, secara signifikan lebih mungkin untuk menderita serangan jantung mendadak, karena peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.

"Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bahwa kurang tidur, walau hanya satu malam, dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kontraktilitas jantung, tekanan darah dan detak jantung," kata penulis studi Dr Daniel Kuetting dari Universitas Bonn.

Untuk penelitian ini, Dr Kuetting dan rekan merekrut 20 ahli radiologi yang sehat, termasuk 19 pria dan satu wanita, dengan usia rata-rata 31,6 tahun. Masing-masing peserta penelitian menjalani kardiovaskular MRI scan, sebelum dan sesudah bekerja lembur. Rata-rata pekerja hanya memiliki tiga jam tidur.

Para peneliti juga mengumpulkan sampel darah dan urin dari para peserta dan mengukur tekanan darah dan detak jantung.

Setelah mengalami kurang tidur hanya sekali, para relawan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tekanan darah dan detak jantung.

Selain itu, para peserta juga mengalami peningkatan yang signifikan pada tingkat hormon yang merangsang tiroid (TSH), hormon tiroid FT3 dan FT4, dan kortisol yang dilepaskan oleh tubuh sebagai respons terhadap stres.

"Penelitian ini dirancang untuk menyelidiki kehidupan nyata yang berhubungan dengan pekerjaan yang membuat seseorang kurang tidur," kata Dr Kuetting.

The Sun

dilihat : 1087 kali



   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution