Rabu, 21 November 2018 17:42:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 128
Total pengunjung : 441135
Hits hari ini : 694
Total hits : 4072019
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pendakian Kerinci
Sabtu, 25 Agustus 2018 00:00:00
Pendakian Kerinci


Dr. Johannis Leimena, pendiri GMKI, pernah bersabda: "...Sebagai bagian dari iman dan roh, ia (GMKI) berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan". Oleh karena itu selain merayakan kemenangan Injil Yesus Kristus, perlu juga bagi kader GMKI untuk mensyukuri anugerah kemerdekaan bangsa dari belenggu penjajahan.

Soe Hok Gie, seorang aktivis mahasiswa angkatan 66 pernah berkata: "Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung."

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dengan mensyukuri anugerah Sang Kepala Gerakan dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera. Pilihan ini menjadi jejak historis GMKI untuk menegaskan bahwa kumandang Tinggi Iman Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian juga dapat dilakukan di mana saja.

Pendakian 17 Agustus Gunung Kerinci Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia tahun 2018 diikuti oleh tujuh kader pilihan dari cabang-cabang se-Indonesia diantaranya adalah Alan Christian Singkali (Pengurus Pusat GMKI), Nikodemus Mauratu (GMKI Surabaya), Romario Joaksa Sihaloho (GMKI Bandar Lampung), Hamedoni Harita (GMKI Jogjakarta), Levi Simanungkalit (GMKI Jambi), Agus Haloho (GMKI Jambi), Reinold Marbun (GMKI Jambi).

Kegiatan ini adalah tahapan pertama dari rencana pendakian tujuh puncak serta empat perbatasan di seluruh Indonesia (Ekspedisi 7 Summitts & 4 Borders of Indonesia). Puncak-puncak gunung tersebut adalah Puncak Indrapura Gunung Kerinci (Sumatera), Puncak Mahameru Gunung Semeru (Jawa), Puncak Bukit Raya (Kalimantan), Puncak Rantemario Gunung Latimojong (Sulawesi), Puncak Binaiya (Maluku), Puncak Rinjani (Nusa Tenggara Barat), dan Puncak Jaya Wijaya (Papua). Sedangkan perbatasan-perbatasan antara lain Kepulauan Natuna (batas Singapura-Malaysia), Miangas (batas Filipina), Merauke (batas PNG), dan Atambua (batas Timor Leste).

Gunung Kerinci merupakan puncak tertinggi di Sumatera dengan ketinggian 3805 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan merupakan puncak vulkano tertinggi di Indonesia. Gunung kerinci terletak desa Kresik Tuo Kecamatan Kayu Aro kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dan berbatasan langsung dengan Sumatera Barat. Gunung Kerinci merupakan gunung yang tersambung dengan bukit barisan dan merupakan hutan heterogen hujan tropis dengan habitat harimau sumatera dan badak sumaetra. Gunung Kerinci juga termaksud dalam kawasan hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat.

Perjalanan dimulai dari Student Center GMKI Jambi menuju ke kecamatan Kayu Aro. Perjalanan ini memakan waktu 10-12 jam. Sesampainya di Desa Kersik Tuo rombongan menuju ke base camp R10 untuk melakukan pelaporan dan sebagai pintu menuju ke Puncak Gunung Kerinci.

Pendakian kali ini dimulai dari pintu rimba sebagai awal dari perjalanan kami dan merupakan batas antara perkebuan dan hutan heterogen, ada beberapa pos yang harus dilewati diantaranya, pos 1, pos 2, pos 3, shelter 1, shelter 2, shelter 3, tugu yudha setelah itu puncak gunung kerinci. Jarak tiap pos berbeda beda dengan trek yang berbeda beda pula. Perjalanan pendakian ini cukup menguras tenaga mengingat medan yang cukup menanjak, tanjakan semakin keatas semakin tajam, kami mengandalkan akar – akar kayu sebagai pegangan. Hutan hujan tropis di dalam jalur pendakian ini membuat kami harus ekstra hati hati sebab hujan sering turun dan jalur pendakian selalu becek itu menjadi tantangan tersendiri.

Perjalanan rombongan GMKI akhirnya tiba di shelter 1 dengan jarak tempuh kira – kira 5-6 jam, karena hari sudah mulai gelap akhirnya kami mendirikan tenda dan bermalam di shelter 1. Keesokan harinya setelah sarapan dan beres – beres kami melanjutkan perjalanan menuju ke shelter 2. Perjalanan ini cukup menguras tenaga sebab tanjakan begitu tajam dan pijakan kaki yang licin sehingga harus ektra hati-hati, jarak yang harus ditempuh ke shelter 2 cukup lama, memakan waktu 8-9 jam, dan dari shelter 2 menuju ke shelter 3 memakan waktu 1-2 jam. Pendakian dari shelter 2 ke shelter 3 ini biasa disebut sebagai "tangisan anak tiri" sebab inilah trek yang paling tajam menukik keatas, kadang kita harus bergelantungan pada akar pohon untuk bisa melangkahkan kaki. Setelah sampai di shelter 3 rombongan kami mendirikan tenda sebab disinilah camp terakhir sebelum ke puncak.

Keesokan harinya tepat pukul 04.00 WIB rombongan kami bergerak menuju ke puncak Gunung Kerinci, perjalanan ini memakan waktu 2-3 jam. Hingga akhirnya kami pun sampai di puncak gunung kerinci sekitar pukul 07.00 WIB, kami bergegas melakukan serangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-73 dari puncak Kerinci.

Wajah-wajah lelah pendaki dan mungkin segala beban hidup tiba-tiba disegarkan oleh khidmat kami terhadap rasa kebangsaan dan anugerah alam yang begitu indah diberikan kepada bangsa ini. Perjalanan pendakian ini meninggalkan ingatan sekaligus panggilan kolektif kami sebagai kaum muda-mudi Kristen yang harus mewujudkan dan menghadirkan shalom Allah di tengah berbagai pergumulan bangsa ini.

*) Nikodemus Mauratu

dilihat : 451 kali



   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution