Selasa, 18 Desember 2018 20:11:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 301
Total pengunjung : 451732
Hits hari ini : 1700
Total hits : 4159764
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jangan Mempermalukan Allah Dalam Kesaksian
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 26 Juli 2012 16:58:08
Jangan Mempermalukan Allah Dalam Kesaksian
1 Yohanis 5:10

ADA anggota jemaat GMIM diajak oleh seseorang untuk dibaptis dengan cara selam karena menurut orang itu cara inilah yang benar dan menyelamatkan, sedangkan cara percik/curah salah dan tidak mendapat keselamatan. Nanti sesudah baptis selam dapat kembali ke gereja sendiri.

Kita tentu prihatin atas ajakan dengan alasan seperti itu, sebab bila keselamatan orang percaya diberlakukan hanya kepada mereka yang dibaptis selam maka seperti kata Firman yang kita baca hari ini ‘ia membuat Dia menjadi pendusta’.

Hal ini beralasan untuk dikatakan karena Allah dalam kesaksian firmanNya tidak pernah menyatakan baptisan selam sebagai salah satu cara mendapatkan keselamatan. Kesaksian Allah menurut penulis kitab ini bahwa Allah melibatkan diriNya di dalam Kristus, bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, sehingga percaya akan Kristus adalah percaya akan Allah.

Itu artinya percaya kepada baptisanNya, kita diselamatkan, bukan kepada cara baptisan. Seperti misalnya, apakah kita mesti di salib seperti cara orang Yahudi menyalibkan Yesus, baru dapat keselamatan! Tentu tidak! Tapi kita percaya kepada Yesus Kristus yang tersalib karena menebus dosa kita.

Sebagai keluarga Kristen, yang mengimani bahwa cara membaptis bukanlah menyelamatkan hidup orang percaya maka kita jangan mudah termakan, terbuai dengan ajakan seperti yang disebutkan di atas tadi.

Itu adalah kesaksian yang mempermalukan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan keselamatan, sebab kesaksian seperti itu adalah mempersaksikan ke sombongan, tinggi hati, dan merasa paling benar di hadapan Tuhan.

Mari kita terus menegakkan hidup beriman yang menghargai dan menghormati ajaran/dogma masing-masing gereja yang selama ini telah kita praktekkan dalam kehidupan keberagaman bergereja. Amin.

Doa: Ya, Tuhan, teguhkan selalu iman kami untuk terus hidup bergereja yang menghargai kehidupan bergerejanya orang lain sehingga selalu ada kasih Kristus yang mewarnai hidup dalam keberagaman bergereja. Amin. (MWP)


sumber:
http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=112797

dilihat : 747 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution