Senin, 16 Juli 2018 23:18:26 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 153
Total pengunjung : 406089
Hits hari ini : 1748
Total hits : 3701418
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tokoh Agama NTT Protes Tempat Ibadah Liar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 09 Mei 2012 07:49:13
Tokoh Agama NTT Protes Tempat Ibadah Liar
KEFAMENANU (KOMPAS.com) Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, memprotes pembangunan tempat ibadah yang belum memenuhi persyaratan administratif, tetapi tetap dipaksakan pembangunannya.

"Untuk mendirikan sebuah bangunan tempat ibadah itu ada aturan dan mekanismenya, yakni harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung," kata Romo Aloysius Kosat, selaku Ketua FKUB Kabupaten TTU, Selasa (8/5/2012).

Di antaranya, jelas Kosat, perlu adanya daftar nama dan kartu tanda penduduk pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah.

Selain itu, menurut Kosat, harus ada dukungan masyarakat setempat paling kurang 60 orang yang disahkan oleh kepala kelurahan atau kepala desa, kemudian rekomendasi tertulis dari kepala Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota.

Salah satu syarat yang tidak kalah penting yaitu harus ada juga rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota.

"Sebagai informasi bahwa khusus untuk Kabupaten TTU sendiri ada dua bangunan rumah ibadah yang sudah dibangun, tetapi belum mendapatkan rekomendasi dari FKUB karena belum memiliki persyaratan, yaitu masjid di kompleks Batalyon Infanteri 744 SYB Kefamenanu dan gereja kristen di Kilometer 4 jurusan Kupang," jelas Kosat.

Ada hal penting yang sampai saat ini, menurut dia, harus segera mendapat perhatian serius oleh pemerintah pusat, yaitu mengenai Peraturan Bersama Menteri (PBM) antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang pendirian rumah ibadah.

Ia menilai aturan tersebut gagal karena tidak berdaya mengakomodir kerukunan umat beragama dan pembangunan rumah ibadah lebih berpihak pada kelompok mayoritas.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/05/08/23310675/Tokoh.Agama.NTT.Protes.Tempat.Ibadah.Liar

dilihat : 338 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution