Sabtu, 21 Juli 2018 12:38:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 78
Total pengunjung : 407304
Hits hari ini : 665
Total hits : 3713604
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tell MAMA membawa harapan bagi penanggulangan kejahatan berbasis kebencian di Inggris






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 21 April 2012 12:28:08
Tell MAMA membawa harapan bagi penanggulangan kejahatan berbasis kebencian di Inggris
London - Pada 2011, tercatat ada 2.000 tindak kejahatan terhadap kelompok penganut agama berbeda di Inggris, Wales dan Irlandia Utara, menurut sebuah tulisan di BBC baru-baru ini. Belakangan ini banyak anggapan disebabkan berbagai insiden besar dan meningkatnya retorika anti-Muslim bahwa Muslim kian menjadi sasaran kejahatan. Meski mudah untuk menyalahkan para aparat penegak hukum karena tidak menangani masalah ini, faktanya kita perlu lebih fokus pada upaya kerjasama antara masyarakat sipil dan penegak hukum untuk mendapatkan informasi akurat tentang kejahatan anti-Muslim dan memeranginya, dan bukan berfokus pada mencari siapa yang salah.

Program dengan fokus seperti itu baru saja diperkenalkan oleh Faith Matters, sebuah organisasi yang berupaya menciptakan ikatan komunitas di antara para penganut agama di Inggris.

Selama dua tahun terakhir, Faith Matters mengembangkan kampanye Tell MAMA (Measuring Anti-Muslim Attacks atau Mengukur Serangan Anti Muslim) yang mendukung orang Muslim yang mengalami kejahatan berbasis kebencian di Inggris. Melalui kampanye ini, kita bisa memetakan, mengukur dan menganalisis tempat-tempat rawan yang menjadi lokasi serangan semacam itu. Tell MAMA menggunakan perangkat lunak alih-daya yang dikerjakan banyak pihak (crowdsourcing) yang memetakan berbagai kejadian secara langsung (saat itu juga). Tujuannya adalah membantu penegakan hukum dengan memberikan informasi yang lebih akurat tentang tempat kejahatan, dan untuk mengarahkan para korban ke lembaga yang bisa membantu mereka.

Meski kejahatan terhadap orang dari latar belakang apa pun patut dikecam, Faith Matters menganggap penting untuk melacak kejahatan anti-Muslim, khususnya karena para pembuat kebijakan tidak memiliki data tentang hal ini dan sedikit sekali yang bisa mereka lakukan untuk melawan kejahatan berbasis kebencian tanpa informasi yang akurat. Selain itu, dengan mengumpulkan data dan mengumumkannya, Faith Matters bisa membantu para korban untuk tampil dan berperan dalam mengatasi masalah ini, dan bukannya malah sembunyi dalam ketakutan yang bisa berujung pada keterkucilan, serta rasa dikorbankan dan seperti masyarakat yang terpecah.

Ketika suatu kejahatan tertentu tercatat melalui Tell MAMA, kejahatan tersebut akan tampak di sebuah peta daring (online), sehingga terlihatlah lokasi geografis kejadia. Selanjutnya, staf Faith Matters akan mengontak orang-orang yang menghubungi Tell MAMA melalui Facebook, Twitter, SMS dan sumber-sumber lain untuk mendiskusikan kasus ini dan memverifikasi apakah ini sebuah insiden atau kejahatan anti-Muslim. Jika bukanlah anti-Muslim, sebuah kejahatan tidak akan dicatat, namun Faith Matters akan mengarahkan para korban, entah Muslim atau non-Muslim, ke otoritas yang relevan dan ke agen mitra seperti Victim Support, organisasi nasional untuk para korban kejahatan di Inggris; Neighbourhood Watch, yang menghubungkan masyarakat dan kepolisian; dan/atau lembaga-lembaga konseling serta memberitahukan kejahatan itu ke kepolisian untuk diinvestigasi dengan baik. Association of Chief Police Officers (ACPO), Association of Muslim Police, Surrey Police dan Scottish Police Muslim Association semuanya telah mengungkapkan dukungan mereka pada proyek Tell MAMA.

Karena kejahatan anti-Muslim terkadang didasarkan pada penampilan, data Tell MAMA juga menyertakan mereka yang telah diganggu lantaran mereka dikira Muslim. Selain itu, bila ada kejahatan-kejahatan terhadap minoritas di kalangan masyarakat Muslim, seperti orang Ahmadiyah, Tell MAMA juga akan mencatat kejadian-kejadian ini.

Hingga Desember 2012, Tell MAMA akan menyediakan angka aktual kejahatan anti-Muslim, lokasi geografis dan tempat-tempat rawan, tipe-tipe kasus dan data kuantitatif dan kualitatif lainnya, serta analisis yang melihat kemungkinan akan lebih banyak kejahatan di tempat tertentu.

Pengumpulan dan distribusi data tentang kejahatan anti-Muslim adalah kunci bagi penegak hukum dan masyarakat sipil untuk bisa bekerja bersama mengakhiri kejahatan kebencian. Upaya Community Security Trust (CST), sebuah organisasi Inggris yang berfokus pada keamanan bagi masyarakat Yahudi, adalah sebuah contoh bagaimana cara ini telah digunakan oleh kelompok agama lain. Upaya mereka menunjukkan bahwa mengumpulkan data terkait kejahatan anti-Semit tidak hanya mendukung kewaspadaan masyarakat, namun juga memastikan bahwa para pembuat kebijakan sadar akan skala masalah ini dan memperjelas bahwa anti-Semitisme perlu ditangani secara serius.

Sampai Desember 2012, para aktivis yang berupaya menghentikan kejahatan berbasis kebencian akan memiliki sebagian bukti nyata yang bisa mereka gunakan untuk mengembangkan berbagai strategi untuk melawan kejahatan anti-Muslim melalui kerja lanjut dengan penegak hukum dan untuk mengedukasi masyarakat. Kita berharap bahwa kerja Tell MAMA akan membuahkan pengertian bahwa kejahatan anti-Muslim benar-benar sebuah masalah, dan membuahkan fokus yang lebih besar untuk mengatasinya melalui berbagai upaya dari berbagai macam sektor. Kejahatan anti-Muslim adalah sesuatu yang perlu kita lawan setiap orang berhak menjalani hidup mereka secara bermartabat dan bebas dari ketakutan.(MWP)



sumber:
http://www.commongroundnews.org/article.php?id=31297&lan=ba&sp=0

dilihat : 449 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution