Minggu, 16 Desember 2018 09:36:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 103
Total pengunjung : 450930
Hits hari ini : 750
Total hits : 4153935
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Cahaya Kristus Menerangi Orang-orang di Sekitar Kita
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 11 April 2012 14:24:09
Cahaya Kristus Menerangi Orang-orang di Sekitar Kita

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
- MATIUS 5 : 14 - 16
Seperti ayat di atas, hendaknya “Terang”
kita bercahaya di depan banyak orang supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik dan kemudian, mereka memuliakan Bapa kita yang di surga.
Sejelek apapun orang-orang sekitar kita .... atau begitu menyebalkan kondisi mereka .... kita tetap harus menampakkan cahaya Kristus di depan mereka.
Sebelum menerangi hidup orang-orang sekitar, maka seharusnya lebih dulu cahaya Kristus menerangi hidup kita.
Cahaya Kristus mampu mengikis sedikit demi sedikit sisi gelap kehidupan kita. Juga mengubah karakte-karakter yang bersifat negatif sehingga kita menjadi bercahaya di depan banyak orang.
Karena cahaya Kristus yang kita pancarkan akan menerangi sisi gelap hidup orang-orang di sekitar kita, maka mereka bisa melihat ada sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita lakukan saat bersama mereka di manapun mereka berada.
Perbuatan baik bernilai tinggi ....!
Kita menjadi gembala bagi orang-orang yang susah.
Perbuatan anak-anak Tuhan meninggalkan jejak-jejak yang baik karena banyak mendatangkan berkat bagi orang lain.
Setelah mereka diberkati, lalu mereka memuliakan Allah.
Jangan meninggalkan jejak yang membuat orang lain sakit hati, susah .... atau berbuat dosa.
Oleh sebab itu, mari kita senantiasa memohon kepada Allah supaya hidup kita menghasilkan hal-hal yang mulia.
Tuhan akan meolong kita agar tetap bisa berbuat baik walaupun orang lain sering melanggar hak-hak kita dengan semaunya sendiri. Yang ditabur orang .... itu yang akan dituainya (Galatia 6:7).
Oleh sebab itu jangan jemu-jemu berbuat baik (Galatia 6:9).
Hati tetap tersenyum walaupun orang lain melakukan hal-hal yang berlawanan dengan apa yang kita sudah berbuat kepada mereka.
Allah berjanji .... apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai apabila kita tidak menjadi lemah (tetap teguh).
Selama masih ada kesempatan ...., mari berbuat baik ....! Terutama kepada Saudara-saudara seiman (Galatia 6:10), artinya suatu saat nanti tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik.
Jangan ada panas di hati ....!
Jangan bermuram hati karena merasa sakit hati terhadap orang lain (Kejadian 4:6-7).
Kalau ada seseorang berbuat jahat kepada kita, jangan lekas ambil tindakan pembalasan!
Jangan pernah berdoa dengan mengucapkan: “Tuhan .... hukumlah dia!”
Tapi serahkan semua kepada Tuhan .... biarlah pembalasan ada di tangan Tuhan, sehingga hati kita tetap suci dan murni (Matius 5:7-9).
Allah menyertai kita .... Puji Tuhan ....!



Oleh : Pdt. Robert J. Runtukahu
Gembala Sidang GPdI Alfa Omega
Surabaya

dilihat : 721 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution