Sabtu, 15 Desember 2018 17:54:58 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 179
Total pengunjung : 450782
Hits hari ini : 1201
Total hits : 4152639
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kasus Paedofilia Merundung Gereja






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 17 Februari 2012 21:52:31
Kasus Paedofilia Merundung Gereja
Kasus-kasus pelecehan seksual dan paedofilia merundung banyak gereja di Eropa dan Amerika. Para uskup diminta segera menyusun pedoman umum untuk mengatasi kasus seperti itu.

Pekan lalu, diam-diam Vatikan menggelar simposium yang membahas skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak di lingkungan gereja Katolik. Dihadiri para uskup dari sekitar 100 negara dan para wakil dari 30 ordo dalam Katolik, simposium selama empat hari di Roma itu dikabarkan berlangsung tertutup.

Menurut laporan Voice of America (VoA), setidaknya ada dua uskup yang bersuara keras dalam simposium itu. Seorang di antaranya adalah Uskup Agung Manila, Monsignor Luis Antonio Tagle. Ia mengecam peningkatan jumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di lingkup gereja, termasuk di Filipina. Ia memperingatkan, Asia bisa menjadi wilayah berikutnya yang mencuat berkaitan dengan kasus serupa itu.

Tokoh lain adalah Monsignor Charles Scicluna. Petinggi di lingkungan Gereja Vatikan ini bahkan mengecam "budaya bungkam" yang dipegang sejumlah keuskupan dalam menangani skandal-skandal itu. "Kita wajib bekerja sama dengan otoritas sipil dalam perjuangan bersama melawan kejahatan ini," katanya, seperti dikutip VoA.

Ia juga memperingatkan para uskup bahwa mereka dapat dipecat dari jabatan jika tidak mematuhi pedoman gereja tentang pelaporan tuduhan-tuduhan pelecehan. Selama ini, banyak organisasi para korban mengecam gereja Katolik dan para uskup karena melindungi para pastor yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Pastor peadofil itu hanya dipindahtugaskan dari gereja ke gereja lain dan tidak diserahkan kepada otoritas sipil.

Simposium tersebut boleh jadi digelar sebagai tanggapan atas serangkaian berita miring seputar gereja yang marak pada Desember silam. Sebuah komisi independen di Den Haag, Belanda, pada medio Desember lalu mengumumkan hasil penyelidikan mereka. Menurut hasil penyelidikan itu, puluhan ribu anak jadi korban pelecehan para pastor di Belanda sejak 1945.

Ketua komisi itu, Wim Deetman, dalam konferensi persnya menyatakan, setelah memeriksa 1.795 laporan, pihaknya menemukan setidaknya 10.000 hingga 20.000 anak yang dilecehkan secara seksual di lembaga-lembaga Katolik. Kebanyakan kasus melibatkan pelecehan ringan hingga moderat dan diperkirakan ada beberapa ribu kasus pemerkosaan.

Dalam laporan penyelidikan setebal 1.200 halaman bertajuk "Seksueel Misbruik van Minderjarigen in de Rooms Katolieke Kerk" itu teridentifikasi setidaknya 800-an pelaku dalam rentang 65 tahun ini. Di antara para pelaku itu, ada 105 orang yang masih hidup. Laporan itu juga menyebutkan, para petinggi Katolik gagal menangani meluasnya kasus pelecehan seksual di sekolah-sekolah, seminari, dan panti-panti asuhan. "Masalah ini sudah lama diketahui, tapi tidak pernah diambil tindakan yang memadai," kata Wim, seperti dikutip Associated Press.

Menurut Wim, tim independen itu mulai melakukan penyelidikan pada Agustus 2010, menyusul kasus dugaan pelecehan seksual di sebuah sekolah Katolik di Belanda Timur. Kasus tersebut mendorong sejumlah korban lainnya untuk melapor. Selain itu, tim ini juga melakukan survei besar-besaran yang melibatkan lebih dari 34.000 orang, guna memperoleh gambaran menyeluruh tentang skala dan bentuk pelecehan yang diderita anak-anak Belanda.

Kasus pelecehan seksual di lingkungan gereja bukan hanya masalah yang dihadapi gereja Katolik Belanda. Boleh dibilang, skandal ini sudah menjadi masalah gereja se-Eropa, bahkan di bumi Amerika. Di Eropa, skandal-skandal seperti itu terungkap di banyak negara, mulai Irlandia, Jerman, Swedia, hingga Austria.

Di Irlandia, misalnya, Departemen Kehakiman negeri itu pernah melansir laporan tentang ulah para pastor paadofil. Laporan itu menyatakan, dalam rentang 1975 hingga 2004, banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan ratusan pastor. Jumlah korban perilaku menyimpang para pastor itu dikabarkan sekitar 14.500 anak. Tapi, menurut laporan itu, pihak gereja secara sistematis menutupi kasus-kasus tersebut.

Laporan itu membuat Uskup Agung Dublin, Limerick Donald Murray, mengundurkan diri. Ia dikabarkan menjadi tokoh petinggi gereja pertama yang minta mundur karena dinilai tak mampu menangani kasus-kasus penyimpangan di kalangan Gereja Dublin itu. Menyusul Murray, sebulan kemudian giliran Uskup Eamonn Walsh dan Uskup Raymond Field mengambil keputusan serupa.

Salah satu kasus pelecehan seksual yang amat terkenal di Irlandia adalah menyangkutkan nama Pastor Brendan Smyth. Dengan memanfaatkan posisinya di gereja, ia dituding melecehkan ratusan anak di paroki-paroki tempat ia bertugas selama puluhan tahun di Belfast, Dublin, juga di Rhode Island dan North Dakota, Amerika Serikat. Setelah sempat kabur, Smyth diadili pada 1995, kemudian divonis 40 tahun penjara. Ia tewas di penjara pada 1997 karena serangan jantung.

Kasus lain yang mencuat di Eropa merundung Keuskupan Belgia. Tidak tanggung-tanggung, kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak itu melibatkan Uskup Roger Vangheluwe. Uskup Bruges ini mengaku telah melecehkan dua kemenakannya di masa lalu. Walhasil, ia mengundurkan diri dari keuskupan pada 17 Mei 2010.

Kasus pelecehan di kalangan gereja di Belgia jadi sangat kontroversial bukan saja karena terkuaknya kasus Vangheluwe, melainkan juga karena ulah puluhan anggota polisi setempat. Mereka menggerebek Keuskupan Mechelen ketika para petinggi gereja di Provinsi Antwerpen sedang menggelar pertemuan dengan Duta Besar Vatikan untuk Belgia pada Juli 2010. Selain menyita dokumen-dokumen yang ada di keuskupan, mereka juga menangkapi beberapa pastor.

Pihak kepolisian menyatakan, penggerebekan itu merupakan bagian dari penyelidikan yang lebih serius terhadap kasus pelecehan seksual dan paedofilia di lingkup gereja Belgia. Mereka mengaku, keputusan untuk bergerak cepat diambil setelah berbagai aib itu terbongkar dari kesaksian para korban.

Kalangan gereja Belgia sendiri tidak menampik adanya kasus-kasus memalukan itu. Tapi mereka menyesalkan aksi penggerebekan itu dilakukan justru ketika keuskupan telah membentuk tim penyelidik independen. Ketua tim investigasi itu, Peter Adriaanssens, mengungkapkan bahwa timnya telah menemukan 500 kasus pelecehan dan 100 di antaranya siap dilimpahkan ke polisi.

Hanya berselang tiga bulan setelah kasus Vangheluwe terkuak, kasus serupa terungkap di sebuah gereja di Honduras. Pastor bernama Manuel Serrano itu diseret ke pengadilan karena menggagahi pembantu rumah tangganya. Lelaki berusia 63 tahun itu divonis tujuh tahun penjara dan denda US$ 12.000. Serrano mengajukan banding karena tetap kukuh bahwa dirinya tidak bersalah.

Serrano bukan satu-satunya pemuka agama di Benua Amerika yang diseret ke pengadilan. Sebelumnya, pada Februari 2011, Pengadilan Philadelphia menggelar sidang pelecehan seksual anak-anak oleh seorang pastor dan pendeta Kristen. Pastor bernama Charles F. Engelhardt dan Pendeta Edward V. Avery dituding menggagahi dua anak yang masih berusia 10 tahun. Para korbannya mengaku, pelecehan itu berlangsung sekitar tahun 1997 hingga tahun 2000.

Paus Benediktus XVI sendiri menyatakan kesedihannya dan rasa malu atas kasus-kasus pelecehan yang mengguncang gereja sepuluh tahun terakhir. Pemimpin umat Katolik sedunia itu pun mendesak agar para uskup segera menyusun pedoman umum guna mengatasi dan memecahkan masalah paedofilia tersebut selambat-lambatnya Mei tahun ini. (MWP)



sumber:
http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/8823-kasus-paedofilia-merundung-gereja

dilihat : 499 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution