Minggu, 22 Juli 2018 04:15:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 157
Total pengunjung : 407383
Hits hari ini : 2407
Total hits : 3715346
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Anak cacat harus diperlakukan setara






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 06 Desember 2011 08:09:16
Anak cacat harus diperlakukan setara
Bajawa - Biarawati dari Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) mendesak pemerintah NTT dan orangtua tidak mengabaikan anak-anak cacat dan memberikan mereka hak yang sama seperti anak-anak lainnya.

“Perhatian dan kepedulian masyarakat dan pemerintah kepada pendidikan dan kehidupan anak-anak cacat masih kurang,” kata Suster Yohana Metan ALMA dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan orangtua kemarin di Bajawa untuk menandai Hari Internasional Penyandang Cacat, yang setiap tahun jatuh pada 3 Desember.

Kegiatan itu diselenggarakan para suster ALMA dan Sekolah Luar Biasa, yang dihadiri lebih dari 500 peserta termasuk anak-anak cacat, di aula Paroki St. Yosep di Bajawa, kabupaten Ngada, NTT.

Menurut Suster Metan, pengabaian tersebut bisa terlihat dengan kurangnya pendidikan bagi anak-anak cacat dan fasilitas yang minim bagi mereka di sekolah-sekolah. Juga, banyak orangtua kurang memperhatikan dan mendorong anak-anak cacat itu.

“Kita jangan meremehkan kemampuan anak-anak cacat. Kalau mereka dilatih dan dibimbing secara serius sesuai bakat dan kemampuannya maka mereka akan bisa hidup mandiri sebagaimana anak-anak normal lainnya,” katanya.

Ia menyerukan lebih paham akan situasi anak cacat dan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk membantu mereka menjadi lebih mandiri.

“Anak-anak ini memiliki hak untuk hidup baik,” tambahnya.

Yohanes Wolo, yang memiliki seorang putra yang cacat, berterima kasih kepada para suster ALMA atas karya mereka yang melayani putranya.

“Para suster itu mengajarkan anak saya bermain piano,” katanya.

Enam suster ALMA saat ini melayani sekitar 150 anak cacat di wilayah itu. Mereka mengajar cara membaca, menulis, berhitung, musik dan kegiatan lainnya.(MWP)


sumber:
http://www.cathnewsindonesia.com/2011/12/05/anak-cacat-harus-diperlakukan-setara/

dilihat : 280 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution