Minggu, 16 Desember 2018 02:39:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 41
Total pengunjung : 450866
Hits hari ini : 186
Total hits : 4153371
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menjadi Pemenang tanpa Ambisi Bersaing
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 19 Oktober 2011 08:20:51
Menjadi Pemenang tanpa Ambisi Bersaing

Fakta membuktikan bahwa ambisi bersaing sudah ada sejak manusia diciptakan. Anda ingin bukti? Lihatlah bagaimana Kain dan Habel berlomba memberikan persembahan di hadapan Tuhan! Rupanya, persaingan itu terus terjadi sampai detik ini. Tidak hanya di dunia bisnis, tapi juga di dunia pelayanan: "jegal-menjegal", "sikut-menyikut", mencari "muka" masih saja menjadi cara untuk mengalahkan lawan.
ROH PERSAINGAN
Roh persaingan muncul dan bekerja ketika orang Kristen tidak lagi melayani dan bekerja untuk saling melengkapi dan bekerjasama, tetapi bekerja dengan membandingkan satu sama lain. Roh persaingan inilah yang sering menimbulkan konflik di dalam sebuah tim, jemaat, dan bahkan di dalam Tubuh Kristus.

Setiap pemimpin dan pekerja Tuhan harus memperhatikan dan waspada akan roh ini. Tanpa di ketahui dan di sadari, roh ini seringkali justru menyusup didalam diri para pemimpin. Kalau roh persaingan ini tidak segera dibereskan, maka akan muncul kelompok kelompok yang akan saling menghambat satu sama lain, sehingga kesatuan tubh Kristus akan sulit di capai.

Roh persaingan tidak hanya menimbulkan perpecahan tapi juga menghambat dan menghalangi gerakan Tuhan yang sedang bekerja secara dasyat .

Ciri ciri roh persaingan:
Selalu ingin menjadi orang nomor satu, dan tidak mau ada yang menyaingi.
Roh ini seringkali tidak menghiraukan orang lain, karena ingin menonjol dan terlihat unggul. mereka selalu ingin menonjol dan mendapatkan pujian dan penghargaan. Orang-orang ini selalu maunya berjalan sendiri dan mengendalikan segala sesuatunya. Akhirnya roh persaingan akan mengundang roh lain, yaitu "independent spirit " roh yang tidak mau bekerjasama. Gerakan Tuhan akan mati apabila ada pemimpin pemimpin seperti ini.

Bahkan mental seperti ini sering membuat beberapa orang mundur dari pada Tuhan.
Bukan karena jatuh dalam dosa tapi karena "merasa" kalah dalam persaingan.
Padahal semua kita tahu bahwa Firman Tuhan menjanjikan setiap kita menjadi lebih dari pada seorang pemenang, serta menjadi kepala dan bukan ekor.

Dan yang paling di sesali adalah bahwa kekalahan itu dimulai karena adanya rasa bersaing tanpa disertai oleh mental seorang pemenang.


Jika memiliki mental seorang pemenang maka mental bersaing tidak akan berdaulat.
Sebab anda sadar dan yakin benar setiap kita memang ditakdirkan olehNya untuk menjadi Pemenang, meskipun dalam bidang dan area yang berbeda, juga dalam situasi dan waktu yang berbeda pula. Bisa saja teman anda lebih dahulu mencapai hal-hal yang anda inginkan, tapi jika anda percaya Kasih Allah sama bagi semua kita, maka anda tidak akan terusik karenanya, sebab anda percaya pasti akan menerimanya pula.
Untuk itu milikilah Mental Seorang Pemenang...!!!

Pengaruh Mental Pemenang Bisa Terlihat Dalam Sebuah Kompetisi

Saya seringkali menonton sepak bola dan mengikuti kompetisinya. Yang cukup menarik ialah bagaimana peran mental pemenang terhadap keberhasilan sebuah tim. Ternyata, memiliki pemain dengan keterampilan yang mumpuni saja tidak cukup.

Seringkali sebuah tim bertabur bintang tidak bisa menjadi juara, bukan karena masalah kemampuan fisik tetapi justru karena hilangnya mental juara.

Pengaruh mental pada pertandingan memang dengan mudah bisa kita lihat. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, tuan rumah selalu memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan saat bertamu karena mendapatkan dukungan mental dari penonton. Ini menunjukkan bahwa peran mental juara dalam sebuah pertandingan sangat besar.

Mental seorang Pemenang sangat diperlukan dalam karir

Jika Anda ingin memiliki karir yang sukses, langkah pertamanya adalah Anda harus membangun mental juara. Banyak karyawan dengan potensi yang luar biasa, tetapi karena tidak memiliki mental juara, maka semua potensinya terabaiknya. Dia tidak tidak mau memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sehingga tidak menjadi yang terbaik.

Jika Anda memiliki produk atau jasa juara, maka produk dan jasa Anda akan lari manis. Jika Anda memasarkan produk dengan cara yang terbaik maka dia pun akan mendapatkan hasil yang terbaik. Siapa pun suka yang terbaik. Jika Anda terbaik dalam bisnis Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan untung yang terbaik.
Pemenang Sejati Memiliki Sikap Sportif

Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih kemenangan dengan menghalalkan segala cara. Seorang Pemenang sejati akan selalu bertindak sportif.
Apa jadinya jika kita menang tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar Pemenang akan terasa percuma saja. Sebab anda tidak benar-benar menang hanya secara resmi saja.
Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara.
Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental Pemenang yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.

Mulailah Dengan Percaya Diri

Salah satu mental Pemenang itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.

Pemenang itu tidak Sombong

Seorang Pemenang sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental seorang Pemenang. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi Pemenang . Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap menang.


Pemenang Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan

Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi Pemenang pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.

Apakah Anda memiliki mental seorang Pemenang?
Apakah Anda ingin membangun mental seorang Pemenang?


Bukan kesulitan yang membuat kita takut..
Tapi ketakutanlah yang membuat kita sulit...

Latihan untuk memiliki mental seorang Juara

Ini sangat sederhana.
Jika Anda berlatih dengan baik,
Anda bersaing dengan baik.
Ini bukan tentang siapa yang beruntung,
Ini tentang siapa yang siap.

Ini masalah waktu untuk memperketat genggaman Anda, menempatkan bahwa babak pertama dengan babak kedua,menangkap tongkat estafet , dan bersiap-siap untuk bersinar! Latihan-latihan akan membantu Anda mengencangkan pikiran Anda untuk melakukan yang terbaik! Siap? .

1.Untuk memulai proses ini, hal terpenting menciptakan Visi Anda.
Ini adalah tujuan Anda di akhir ketika anda berdiri di sana bersiap-siap. Apa yang anda pikirkan? Bagaimana anda bertindak? Apa yang anda lakukan ? Bagaimana fokus dan agresif anda selama latihan? Saya menyebutnya "Visi" dengan modal "V". Berikut adalah beberapa kata telah digunakan untuk menggambarkan Visi: termotivasi yang kuat, menyenangkan, agresif, tak kenal takut, tak diragukan lagi, positif, pemimpin, percaya diri, tekun, konsisten, dan bahagia.
Kita tahu bahwa pikiran adalah pencipta segala sesuatu.


Latihan: Membuat Visi
Pada selembar kertas, tuliskan kata-kata yang anda yang dapat menggambarkan Visi Ideal anda .
Menggantung poster ini di kamar untuk mengingatkan diri anda tentang Visi tersebut setiap hari!

2. Membangun Mental dengan kata-kata kita sendiri
Bangun mental seorang pemenang dengan kata-kata yang membangun mental anda!
Pernyataan yang mendorong kepercayaan diri yaitu :
"Aku bisa melakukannya",
"Saya sudah pernah melakukannya",
"Ini mudah", dan
"Jadilah yang terbaik yang saya bisa")

Dalam Firman Tuhan dikenal dengan Hukum Pengakuan iman, dimana kita harus memperkatakan janji-janji Firman Tuhan untuk melawan yang ada dan sedang kita alami serta menciptakan keadaan seperti yang Tuhan janjikan bagi kita seperti yang tertulis dalam FirmanNya.
Seperti:
"Didalam DIA aku cakap menanggung segala perkara"
"Allah ku sanggup memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan dan kemuliaan namaNya"
"Bersama Yesus kitakan melakukan perkara-perkara yang besar"
"Tidak ada mustahil bagi Tuhan dan bagi orang yang percaya kepadaNya"
"Kalau Allah dipihak kita siapakah lawan kita?"
"Oleh bilur-bilur TuhanYesus aku telah sembuh"

Dan apakah yang anda katakan dengan iman mempunyai kuasa penciptaan didalamnya.
Sehingga kita dapat membalikkan keadaan hidup kita, oleh kuasa perkataan kita.

3. Tidak mudah menyerah adalah bagian penting untuk menang.
Latihan mental (ScheduleConsistent) merupakan bagian penting dari setiap program pelatihan ketangguhan mental. Visualisasi diri anda melakukan rutinitas yang sempurna membantu membangun kepercayaan dan konsistensi. Yang paling penting oleh-produk dari latihan mental adalah kinerja yang sempurna.

Banyak penelitian telah menunjukkan hubungan antara visualisasi dan perbaikan kinerja. Temuan penelitian mendukung atlet dapat mengalami peningkatan hampir sebanyak melalui latihan mental seperti yang mereka lakukan dengan latihan fisik, memberikan mereka berada dalam kondisi fisik yang sama.

Ketika anda melakukan latihan mental, penting untuk melihat diri anda dengan sedetail mungkin.
Jangan memberikan terlalu banyak rutinitas . Buatlah jadwal latihan mental anda realistis!


4. Fokus pada kemenangan anda! ( Janji-Janji Tuhan untuk anda )
The Point Training adalah istilah saya untuk keadaan "Mental tanpa gangguan"
Hal ini bukan hanya tentang masa sekarang, di masa lalu (apa yang terjadi) atau masa depan (bagaimana jika) Sama seperti posisi tubuh yang sempurna membuat pertandingan jauh lebih mudah, "pikiran ketat" menciptakan keyakinan dan konsistensi.

"Mengendalikan pikiran & menarik kembali ketika keluar jalur adalah keterampilan"

Ternyata bukan karena kecil kita menjadi takut ....
Karena mempertahankan kebesaranlah yang membuat kita takut.

oleh : Meity Mamahit Ev
http://meitymamahitministry.blogspot.com/

dilihat : 513 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution