Sabtu, 17 Agustus 2019 23:54:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1677
Total hits : 4876093
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tokoh Lintas Agama Ajak Rakyat Akhiri Situasi Keprihatinan Bangsa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 18 Oktober 2011 19:12:58
Tokoh Lintas Agama Ajak Rakyat Akhiri Situasi Keprihatinan Bangsa
JAKARTA - Para tokoh lintas agama sangat mengapresiasi dan menghargai rakyat yang telah bekerja keras mengembangkan solidaritas, serta terus kreatif menyelamatkan bangsa dan negara.

Para tokoh lintas agama mengajak rakyat dan semua pihak terus bekerja sama untuk segera mengakhiri situasi keprihatinan dalam kehidupan berbangsa sesuai semangat konstitusi.

"Surat terbuka kepada rakyat" dari para tokoh lintas agama itu dibacakan secara bergantian di Tugu Proklamasi di Jakarta, Selasa (18/10). Para tokoh agama yang hadir antara lain Syafii Maarif, KH Salahuddin Wahid, Mgr. Martinus Situmorang OFM Cap, Pendeta Andreas Yewangoe, Bikkhu Sri Panyavaro Mahathera, Ida Pedande Sebali Tianyar Arimbawa, Haksu Thjie Tjai Ing Xueshi, Franz Magnis-Suseno SJ, dan Djohan Effendy.

"Akhirnya, kami mengajak rakyat dan semua pihak terus bekerja sama untuk segera mengakhiri situasi ini sesuai semangat konstitusi kita," kata Martinus Situmorang saat membacakan surat terbuka tersebut.

Para tokoh lintas agama mengapresiasi dan menghargai rakyat yang telah bekerja keras, mengembangkan solidaritas, serta terus kreatif menyelamatkan bangsa dan negara. Andreas Yewangoe mengungkapkan, para tokoh lintas agama kembali menyatakan keprihatinan terhadap situasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahkan, keprihatinan saat ini jauh lebih mendalam dan mendasar. Telah cukup lama presiden dan berbagai tokoh nasional menyatakan berada di garis depan untuk memberantas korupsi. Namun, ternyata korupsi politik tetap merajalela. Gurita korupsi dari hulu ke hilir melibatkan pejabat kementerian, anggota DPR, para penegak hukum, partai politik, dan pengusaha.

Syafii Maarif mengungkapkan, sangatlah tidak mungkin presiden tidak mengetahui korupsi tersebut. Sulit dimengerti oleh pikiran rakyat jika presiden tidak tahu bagaimana menghentikannya.

Akan tetapi, lanjut Syafii, fakta selanjutnya malah memperlihatkan sejumlah politisi sampai "menantang" KPK dan "mengancam mogok" dalam upaya mempertontonkan kekuatan mereka. (MWP)

sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2011/10/18/13143770/Tokoh.Lintas.Agama.Ajak.Rakyat.Akhiri.Situasi.Keprihatinan.Bangsa

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution