Kamis, 19 Juli 2018 18:55:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 192
Total pengunjung : 406880
Hits hari ini : 1081
Total hits : 3709289
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Empat Patung Wayang di Purwakarta Dibakar Massa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 18 September 2011 18:22:02
Empat Patung Wayang di Purwakarta Dibakar Massa
TEMPO Interaktif, Jakarta -Sedikitnya empat patung wayang yang menghiasi Kota Purwakarta dirobohkan dan dibakar sekelompok orang tak dikenal sesaat setelah acara halal bilhalal dan istigotsah di Masjid Agung kota itu, Ahad siang, 18 September 2011.

Informasi yang dihimpun Tempo, perusakan patung pertama dilakukan di perempatan Comro. Ribuan massa spontan mengerek patung Gatot Kaca menggunakan tambang sebelum ditarik kendaraan. Selanjutnya mereka bergerak ke pertigaan Bunder membidik patung Semar.

Belum puas dengan aksi tersebut, massa berbalik arah menuju lokasi patung Bima di pertigaan Ciwareng. Terakhir, perusakan patung \\\"Selamat Datang\\\" di mulut jalan Gandanegara yang menjadi pusat perkantoran Bupati Purwakarta.

Menurut Iman, seorang saksi mata, massa merobohkan patung-patung tersebut dengan cara ditarik dengan tambang kemudian dibetot kendaraan roda empat. \\\"Setelah ambruk lalu disiram minyak bensin langsung dibakar,\\\" katanya.

Seorang yang terlibat dalam aksi perobohan dan pembakaran patung tersebut mengatakan, aksi ini sebagai protes keras terhadap kebijakan Bupati Dedi Mulyadi yang tetap membangun patung-patung wayang golek itu meski telah diberikan peringatan keras beberapa kali.

\\\"Kota Purwakarta sebagai kota santri tak pantas dijejali berhala. Ajaran islam dengan tegas menyebutkan bahwa berhala merupakan simbol kemusyrikan karenanya harus dimusnahkan,\\\" kata seorang massa yang terlibat dalam pengrusakan itu.

Kepolisian belum menangkap pelaku yang terlibat dalam perusakan. \\\"Kami masih melakukan penyelidikan,\\\" kata Kapolres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Bachtiar Ujang Purnama.

Polisi berjanji akan meminta keterangan pihak panitia penyelnggara halal bihalan dan istigotsah yang berbuntut perusakan empat patung itu. \\\"Pasti kami akan minta keterangannya, kenapa sampai terjadi perusakan patung oleh massa yang sudah menghadiri acara itu,\\\" katanya.

Usai melakukan aksi perobohan dan pembakaran patung, massa kemudian bergerak ke gedung kembar Nakula-Sadewa. Di lokasi itu, ratusan petugas polisi dan tentara sudah menghadang. Massa pun berunjuk rasa kemudian bubar setelah turun hujan.

NANANG SUTISNA

dilihat : 290 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution