Selasa, 18 Desember 2018 20:23:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 302
Total pengunjung : 451733
Hits hari ini : 1751
Total hits : 4159815
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -AKHIRI DENGAN MAAF
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 13 Juli 2011 07:31:03
AKHIRI DENGAN MAAF
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain,
penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana
Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu..”
(Efesus 4:32)

Malam itu James belum pulang hingga menjelang pukul 23.00. Anak-anaknya sudah tidur dan tinggallah Anne sendiri setia menunggu suaminya. Namun hingga tengah malam James belum kunjung tiba. Akhirnya Anne memutuskan untuk tidur di ruang depan, dengan harapan dia akan mendengar dan membukakan pintu saat James pulang. Saat Anne tertidur, James tiba. Ketukan demi ketukan dilakukan James, nyaris mengganggu tetangga. Namun Anne tidak membukakan pintu. Terpaksa James tidur di teras dengan perasaan marah. Ketika bangun Anne belum sadar sepenuhnya mengapa ia tidur di ruang depan, tapi dia tahu bahwa James tadi malam tidak pulang. Dia segera membuka pintu dan melihat suaminya pulas di teras. Sembari membangunkan James, ia bertanya mengapa tidak membangunkan dirinya. James segera berlalu dan bertanya mengapa wanita tidur terlalu nyenyak? Mereka bertengkar, saling menuding dan masing-masing merasa benar. Kelembutan hati seorang suami pulih tatkala melihat istrinya sibuk menyiapkan sarapan untuknya. James dengan sikap seorang lelaki berkata, “An, saya minta maaf.” Anne membalas, “Iya... eh bukan, sayalah yang harus minta maaf, karena saya tidak mendengar ketukan di pintu. Saya tidur terlalu nyenyak.” “Iya, tapi tidak bijak menyalahkan orang yang tertidur.” sahut James sembari memeluk istrinya. So sweet...

Terserah apa pemicunya, hadirnya konflik/masalah dalam keluarga tidak akan pernah bisa dilenyapkan. Konflik besar atau kecil, suka atau tidak suka, hal itu sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan. Hadapilah dan jangan lari, atau jangan berpura-pura tidak ada masalah.

BACA: Efesus 4:26-32

PERENUNGAN: Menurut bacaan di atas apakah berdosa ketika kita marah?
Marah yang bagaimana yang membuat kita berdosa?

PENERAPAN: Ketika Anda berselisih dalam keluarga, siapa yang lebih dulu
minta maaf? Maukah Anda menjadi yang pertama melakukannya?
(MWP)



sumber:
http://www.gbi-bethel.org/index.php?option=com_content&view=article&id=1252:rabo-13-juli-2011&catid=142:juli-2011&Itemid=41

dilihat : 375 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution