Kamis, 15 November 2018 21:45:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 339
Total pengunjung : 440216
Hits hari ini : 2072
Total hits : 4063320
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ditolak Sekolah, Para Orang Tua Murid Ngadu ke Dinas Pendidikan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 12 Juli 2011 05:39:51
Ditolak Sekolah, Para Orang Tua Murid Ngadu ke Dinas Pendidikan
MANOKWARI - Puluhan orang tua murid, Senin (11/7), mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Manokwari, Papua Barat. Mereka mengadukan tindakan panitia penerimaan siswa baru di SMA 1 dan 2 Manokwari yang menolak menerima anak-anak mereka.

Salah satu orang tua murid, Tomy Latuihamalo, mengatakan kedatangan mereka ke dinas untuk mengadukan proses penerimaan yang dinilai tidak transparan.

Menurut Tomy yang berniat mendaftarkan anaknya di SMA 1 Manokwari, alasan yang dibuat panitia untuk menolak mereka terkesan dibuat-buat.

"Standar minimal penerimaan siswa baru kan 6,0. Anak saya nilainya 6,5. Lalu kenapa tidak diterima? Alasannya karena kelas sudah penuh. Yang benar saja," ujar Tomy kesal.

Tomy berharap solusi yang diberikan pihak dinas akan menjadi jawaban atas persoalan yang mereka hadapi.

"Kami tunggu saja apa jawaban dari dinas," kata Tomy.

Sebelum akhrinya bertemu kepala dinas, sempat terjadi adu mulut antara staf pegawai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan sejumlah orang tua murid.

Hal ini terjadi karena kepala dinas tidak juga menemui mereka, sehingga membuat kesal para orang tua murid

Keributan akhirnya dapat diredakan setelah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Manokwari, Barnabas Dowansiba bersedia menemui perwakilan orang tua murid.

Sementara itu, Kepala SMA 1 Manokwari Lukas Weno menolak memberikan komentar terkait aksi puluhan orang tua murid ini.

"Tanya saja langsung ke kepala dinas. Saya tidak mau berkomentar," kata Lukas Weno sembari berlalu menghindari wartawan.

Terkait aksi puluhan orang tua murid, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Barnabas Dowansiba mengatakan telah mengintruksikan Kepala SMA 1 dan 2 Manokwari menambah ruang kelas.

SMA 1 diminta menambah satu ruang kelas. Sedangkan, SMA 2 diharuskan membuka 2 kelas tambahan.

"Sebagian siswa di SMA 2 terpaksa harus dibagi dua kelompok. Akan ada sekolah sore," ujar Barnabas.

Dengan dibukanya sekolah tambahan tersebut, SMA 1 yang awalnya hanya 288 siswa menjadi 320 orang.

Sementara, SMA 2 yang sedianya hanya menerima 224 siswa akhirnya menambah kuota menjadi 288 orang.

"Konsekuensinya, kita akan kesulitan dengan tenaga pengajar. Solusinya, kita akan memanfaatkan tenaga honorer di sekolah. Makanya kami juga minta para orang tua untuk membantu persoalan ini. Karena tentu biaya operasional dan gaji guru honorer akan bertambah," kata Barnabas.

Membludaknya pendaftar di kedua sekolah ini terkait rencana peningkatan status baik di SMA 1 maupun SMA 2 Manokwari.

Status SMA 1 rencananya akan ditingkatkan menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sementara, SMA 2 akan naik status menjadi Sekolah Kategori Mandiri.
(MWP)




sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/07/12/241142/290/101/Ditolak-Sekolah-Para-Orang-Tua-Murid-Ngadu-ke-Dinas-Pendidikan




dilihat : 254 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution