Selasa, 16 Juli 2019 11:40:42 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520044
Hits hari ini : 1062
Total hits : 4808968
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Aktivis Latin Meminta Meksiko Larang Misionaris Mormon






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 14 Februari 2011 11:48:16
Aktivis Latin Meminta Meksiko Larang Misionaris Mormon
SALT LAKE CITY - Pemberlakuan peraturan baru mengenai imigrasi di negara bagian Utah, menimbulkan reaksi tersendiri bagi para aktivis dari negara-negara Latin di Utah. Secara khusus, mereka meminta presiden Meksiko Felipe Calderon menangguhkan untuk sementara visa bagi para misionaris Mormon yang akan melakukan kegiatan di wilayah Meksiko.

Negara bagian Utah adalah basis terbesar komunitas Mormon [LDS], dimana menurut data Wikipedia, 60 persen penduduk Utah adalah anggota dari komunitas ini. sebagian besar kegiatan kelompok religius ini berada di kota Salt Lake City.

Hari jum'at (11/2), dewan perwakilan telah meloloskan peraturan keimigrasian baru yang kontroversial sekaligus berpotensi merugikan kalangan minoritas, terutama penduduk dari negara-negara Hispanik yang selama ini merupakan pendatang terbesar di Amerika Serikat.

Salah satu perwakilan aktivis yang menolak pemberlakuan peraturan keimigrasian tersebut, Raul Lopez-Vargas, mengatakan bahwa terkait rencana tersebut, dia telah mengumpulkan 100 tanda tangan dari pendatang legal maupun ilegal di Utah, untuk kemudian disampaikan secara resmi kepada konsulat Meksiko di Salt Lake City senin ini.

Lebih lanjut, Vargas mengatakan alasan dia kenapa kelompok keagamaan Mormon yang menjadi sasaran protesnya. "Sebagian besar dari anggota dewan perwakilan, yang meloloskan peraturan keimigrasian tersebut, merupakan anggota dari Gereja Mormon, dan sebagian besar dari peraturan yang mereka usulkan kepada Dewan bertentangan dengan hak asasi manusia. Kami pikir, Gereja Mormon harus bertanggungjawab dengan menyampaikan kepada publik penolakannya terhadap rencana-rencana tersebut", tutur Vargas seperti ditulis oleh The Salt Lake Tribune.

Di pihak lain, Stephen Sandstrom, anggota dewan yang mengajukan usulan peraturan keimigrasian tersebut berpendapat sebaiknya negara-negara asing tidak boleh ikut mencampuri urusan suatu negara bagian. Dia juga menyayangkan pernyataan Vargas tentang sikap Gereja Mormon yang dianggapnya berusaha mencoreng citra Mormon.

[sav / disarikan dari The Salt Lake Tribune & Deseret News]

dilihat : 441 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution