Jum'at, 14 Desember 2018 22:02:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 249
Total pengunjung : 450515
Hits hari ini : 1859
Total hits : 4150592
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pendeta Jadi Hakim Tipikor






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 30 Desember 2010 10:42:36
Pendeta Jadi Hakim Tipikor
SURABAYA - Pembebasan terdakwa korupsi oleh sejumlah pengadilan negeri di Jatim beberapa waktu lalu tak akan terulang pada tahun 2011. Karena mulai awal Januari, seluruh terdakwa korupsi di Jatim akan disidangkan di pengadilan khusus tindak pidana korupsi (Tipikor) PN Surabaya.

Tekat tak membebaskan terdakwa korupsi ini disampaikan para hakim ad hoc tipikor yang dilantik, Rabu (29/12). Salah satunya Titi Sansiwi, hakin ad hoc asal Jakarta. “Kami tak akan membebaskan koruptor. Mereka akan kami beri hukuman setimpal dengan perbuatannya,” tegas advokat LBBH Kosgoro, Jakarta ini.

Selain tak akan melepas koruptor, Titi juga bertekad memberantas para makelar kasus (markus) hingga ke akar-akarnya.
Tekat sama disampaikan Dame Pandiangan, hakim ad hoc tipikor yang tak lain juga seorang Pendeta Kristen Advent Indonesia, Pematang Siantar.

“Saya sangat benci kemunafikan, karena saya adalah Imam Gereja Kristen Advent Indonesia yang harus membawa kebenaran. Ketika menjadi advokat, saya juga paling benci hal itu (markus). Insyaallah saya di Surabaya juga demikian,” janji pria yang juga seorang advokat itu.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pematang Siantar ini mengakui, pengalamannya ketika menjadi advokat yang banyak bersinggungan dengan kasus korupsi. Sejauh ini dia tidak sekalipun mentolelir koruptor. “Saya ini aktivis yang sangat peduli penertiban tugas-tugas pemerintahan. Saya sangat prihatin terhadap pejabat negara yang tak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Saya pasti akan mengutamakan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Untuk komitmennya ini, Dame siap melepaskan jabatannya jika dia mengingkarinya.

Selain Titi dan Dame, hakim ad hoc tipikor yang dilantik adalah Saifuddin Zuhri, Sang Adi, Ahmad, dan Gazalba Saleh. Keenamnya tidak berdomisili di Jatim.

Menurut Humas PN Surabaya Agus Pambudi, dipilihnya hakim ad hoc non-Jatim ini untuk menjaga netralitas dan kedekatannya dengan terdakwa korupsi. “Jangan sampai karena kedekatan dengan terdakwa bisa memengaruhi putusannya,” katanya.

Para hakim tipikor ini mulai melaksanakan tugasnya, Rabu (5/1). Kasus pertama yang akan ditangani adalah kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Jalan Desa (P2JD) senilai Rp 276 juta dengan terdakwa Kepala Desa Kedungasri, Tegaldlino, Banyuwangi H Mudjiono dan tokoh desa Dwi Puri.

Kepala PN Surabaya berharap para hakim ad hoc ini segera menyesuaikan diri dengan dunia pengadilan di Surabaya. “Hakim ad hoc harus belajar karena sebelumnya profesinya lain. Jadi mereka harus merubah ini,” sarannya.

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/12/30/pendeta-jadi-hakim-tipikor.html

dilihat : 493 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution