Rabu, 17 Oktober 2018 23:00:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 198
Total pengunjung : 430209
Hits hari ini : 1562
Total hits : 3969499
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sinterklaas Bukan Cuma Legenda






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 01 Desember 2010 04:43:24
Sinterklaas Bukan Cuma Legenda
Di Belanda, tradisi Sinterklaas amat terkenal. Tiap tahun, Sinterklaas datang dengan kapal uap dari Spanyol. Tapi sebenarnya, Santo Nicolaas dilahirkan di Turki dan dikuburkan di kota Bari, Italia Selatan. Baru-baru ini, di kaki basilika yang menyimpan sisa-sisa jasad Santo Nicolaas, kedubes Belanda menggelar konferensi mengenai kaitan antara Bari dengan Belanda. Walaupun ada banyak legenda Santo Ncolaas, tidak banyak fakta diketahui mengenai bapak suci yang murah hati ini.

Di basilika San Nicola, tiga tradisi bercampur pada abad pertengahan. Basilika yang terbuat dari batu pasir putih kolosal ini berada di pusat kota Bari yang bersejarah. Nicola adalah pelindung suci kota di Italia Selatan ini. Nikola yang penyayang adalah santa pelindung Rusia, ia juga jadi bagian tradisi rakyat Belanda. Santo Nicolaasyang yang dikuburkan di sini sejak 1089 adalah Sinterklaas-nya Belanda. Dikelilingi oleh orang-orang Rusia yang bernyanyi dengan hikmat serta orang-orang sekampung yang membawa salib, saya berdiri di depan sisa-sisa peninggalan pendiri pesta rakyat terbesar Belanda.

Di tengah altar, terbalut kain beludru merah di tempat suci yang berlapis emas, terdapat sisa-sisa orang suci yang aslinya berasal dari Anatolia dan dibawa ke Bari pada tahun 1089. Menurut Gerardo Ciofarri, pastor dan pakar Santo Nicolaas, pemindahan itu sebenarnya berkaitan dengan penjarahankasar . Bari merupakan salah satu kota penting di Italia Selatan sampai masa kekuasaan Normandia. Orang-orang Normandia memindahkan kerajaan ke Palermo sehingga Bari kehilangan posisinya. Agar tetap dianggap penting, penduduk melakukan rekayasa: mereka merampok sisa-sisa orang suci paling populer pada waktu itu dan membawanya ke basilika.

Ziarah
Rekayasa itu berhasil. Pada waktu itu Normandia menguasai separuh daratan Eropa dan kedatangan Santo Nicolaas di Bari menyebar dengan pesat ke seluruh benua. Akibatnya: peziarah berbondong-bondong menuju kota itu. Bari kembali hidup.

Di samping menjadi rahib Dominika, Peter Cioffari juga peneliti di pusat studi Santo Nicolaas, di sebelah basilika. Ia dianggap sebagai salah satu pakar besar di dunia. Ia juga diundang dalam konferensi "Santo Nicolaas, kaitan antara Bari dengan Belanda" yang diselenggarakan oleh kedubes Belanda.

Pesta kebajikan
Di depan publik yang memenuhi ruang konferensi, Cioffari menceritakan sejumlah fakta dan banyak legenda mengenai Santo Nicolaas. Ia adalah seorang uskup yang menyelamatkan tiga warga dari kematian dan tiga gadis dari pelacuran. Ia menyambangi rumah mereka di malam hari melalui jendela yang terbuka dan meninggalkan hadiah supaya mereka dapat menikah. "Fakta-fakta ini ditambah kisah-kisah lainnya menghasilkan legenda orang suci yang bajik ini. Dalam tradisi Belanda, perayaan Sinterklaas telah menjadi pesta kebajikan dan kedermawanan."

Kita juga tahu bahwa Nicolaas dilahirkan di Myra, sekarang Turki, dan dikububurkan di Bari. Walau demikian, kapal uap Sinterklaas dikisahkan datang setiap tahun dari Spanyol. Menurut pastor Cioffari hal ini mudah dijelaskan. "Sebelum merangkul Santo Nicolaas,umat protestan Belanda sangat memerangi Santo Nicolaas yang katolik. Belanda - dalam situasi perang melawan Spanyol - berkeyakinan, segala sesuatu yang buruk datang dari Spanyol. Demikian pula dengan Santo Nicolaas yang katolik dan berbahaya ini."

Kesukaan oranje
"Teori menarik," kata John Helsloot, pakar Sinterklaas di Institut Meertens Amsterdam yang juga hadir sebagai salah satu pembicara di Bari. "Menurut saya, alasannya lebih pada rima pantun: 'Spanyol' (Spanje)berima dengan 'Oranye' (Oranje) Jadi terbentuklah asosiasi itu. Menurut saya, Spanyol mewakili sebuah negeri imajinatif yang jauh. Sinterklaas sendiri adalah figur imajinatif."

Helsloot mengetahui banyak tentang perayaan Santo Nicolaas di Belanda. Tempat berlangsungnya konferensi itu sendiri istimewa, di seberang basilika yang menyimpan sisa-sisa orang suci itu. Karena ia memang sungguh-sungguh ada. Apakah Anda bisa mengatakan bahwa Sinterklaas juga ada? "Untuk itu Anda tidak perlu ke Bari," kata Helsloot. "Tentu saja Sinterklaas benar-benar ada! Anda salah kalau mencari bukti-bukti keberadaan Sinterklaas. Kepercayaan lebih unggul dari bukti."

Sumber: http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/sinterklaas-bukan-cuma-legenda

dilihat : 429 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution