Rabu, 18 Juli 2018 13:42:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 137
Total pengunjung : 406531
Hits hari ini : 933
Total hits : 3706014
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gereja Bawah Tanah Terindah di Dunia
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 Oktober 2010 12:17:34
Gereja Bawah Tanah Terindah di Dunia
TEROWONGAN tambang garam di Kolombia ternyata dapat disulap menjadi gereja terindah di dunia. Dinding-dinding terowongan yang terbentuk dari garam oleh para arsitektur diubah menjadi ruangan peribadatan yang nyaman dan artistik. Terlebih ditimpali cahaya lampu warna warni sehingga dinding garam dapat memantulkan sinar cemerlang keunguan, kebiruan, kecokelatan dan kehijauan.

Timbunan garam Zipaquira yang terbentuk 200 juta tahun lalu, pada masa di mana terjadi kenaikan permukaan air laut selama akhir zaman ketiga dan ketika pegunungan Andes terbentuk. Di timbunan garam itulah kemudian digali menjadi sebuah terowongan tambang garam dan itu terjadi saat era Muisca di zaman sebelum bangsa Spanyol datang ke Amerika.

Berkat keahlian para arsitektur, terowongan tersebut diubah sebagai objek wisata religi terindah di dunia yang tentu saja dapat mendatangkan pendapatan bagi pemerintah Kolumbia dan masyarakat di sekitarnya.

Daya pesona Katedral Garam, demikian gereja itu diberi nama mengundang decak kagum bagi para pengunjungnya. Setiap tahun ribuan turis datang ke gereja bawah tanah tersebut. Bahkan setiap Minggu katedral itu sedikitnya menerima 3.000 pengunjung, meski ia tidak memiliki status resmi sebagai katedral dalam Katolik.
Katedral Garam Katedral Garam dibangun pada tahun 50-an, dan baru digunakan untuk tempat beribadat pada tahun 1954. Bertahun-tahun sebelum katedral pertama dibangun, para penambang membangun sebuah tempat peribadatan. Baru pada tahun 1950 dimulai pembuatan konstruksi bangunan yang lebih besar berupa Katedral Garam. Proses pembangunannya memakan waktu kurang lebih empat tahun.

Karena tiap tahun turis yang berkunjung ke situ semakin banyak, demikian juga jumlah jemaat yang beribadah di gereja itu semakin meningkat, maka pemerintah Kolumbia memperkuat konstruksi bangunan katedral agar tidak runtuh. Untuk penguatan konstruksi tersebut pada tahun 1990 katedral ditutup.

Kemudian tahun 1991 konstruksi katedral baru dimulai dengan posisi 200 kaki lebih dalam dari yang sebelumnya.

Pembuatan konstruksi tersebut memakan waktu empat tahun, dan tahun 1995 katedral itu dibuka lagi untuk umum dengan berbagai variasi koridor dan tempat ibadat yang lebih nyaman, indah dengan berbagai ornamen yang artistik.
(MWP)

sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/22/127596/15/Gereja-Bawah-Tanah-Terindah-di-Dunia

dilihat : 599 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution