Kamis, 19 Juli 2018 01:13:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 274
Total pengunjung : 406670
Hits hari ini : 2349
Total hits : 3707430
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Belajarlah dari Mbah Maridjan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 Oktober 2010 11:58:07
Belajarlah dari Mbah Maridjan
Rohaniwan dari sisi barat laut kaki Gunung Merapi, Romo Vincentius Kirdjito menyesalkan berbagai anggapan bahwa sikap teguh Mbah Maridjan adalah sebuah pembangkangan terhadap penguasa, termasuk pemerintah.

Romo Kirdjito yang juga penggiat kebudayaan dan keberagaman itu berujar bahwa intisari dari kehidupan Mbah Maridjan adalah pengabdian yang tak kunjung selesai. Kesetiaannya terhadap sebuah pilihan hidup perlu menjadi tauladan semua mahluk hidup di dunia ini.

Romo Kirdjito meminta masyarakat untuk memberi penghargaan khusus kepada Juru Kunci Merapi itu. Sikap keras Mbah Maridjan jangan diartikan secara harafiah. Pendirian teguh Mbah Maridjan harusnya dijadikan cerminan ketaatan seorang abdi dalem kraton dalam mengemban tugasnya.

“Jangan dianggap sebagai perlawanan, karena titah yang sudah diembannya merupakan tugas dan tanggung-jawab yang harus dilaluinya tanpa mengeluh,” ucap Romo Kirdjito di Yogyakarta, Kamis (28/10).

Dari sosok manusia lugu, lugas dan cenderung naif inilah, bangsa ini harus belajar kesetiaan, ketulusan dan kejujuran. Mbah Maridjan adalah sahabat bagi alam sekaligus anak muda. Dari dialah orang banyak belajar tentang alam Merapi bahkan kehidupan.

Romo Kirdjito berharap, meski Ki Juru Kunci Merapi fenomenal ini sudah pergi ke alam baka, jangan sampai kearifan lokal yang diwartakannya ikut hilang. “Mbah Maridjan tidak sekedar abdi dalem Keraton, tetapi juga orang yang bisa merawat nilai-nilai tradisi. Jangan sampai hilang. Saya harap anak muda yang cukup akrab dengan Mbah Maridjan bisa menghidupkan kembali spiritnya melalui cara memandang hidup,” demikian Romo Kirdjito. (MWP)


sumber:
http://www.suarapembaruan.com/home/belajarlah-dari-mbah-maridjan/663

dilihat : 332 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution