Sabtu, 21 Juli 2018 08:48:13 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 30
Total pengunjung : 407255
Hits hari ini : 191
Total hits : 3713130
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bagaimana Hubungan Antara Israel, Sebagai Bangsa Pilihan Tuhan Dengan Kita, Sebagai Gereja Tuhan?
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 13 September 2006 00:00:00
Bagaimana Hubungan Antara Israel, Sebagai Bangsa Pilihan Tuhan Dengan Kita, Sebagai Gereja Tuhan?
Benarkah doktrin ini? Apakah Tuhan sudah melupakan bangsa Israel, sebagai bangsa pilihanNya? Apakah perjanjianNya dengan Abraham telah berakhir?



Mari kita bahas bersama.



Pertama-tama kita lihat terlebih dulu bagaimana perjanjian Tuhan dengan Abraham, karena kita ketahui bahwa Abraham adalah kakek moyang bangsa Israel. Kita lihat di Kejadian 17:7.

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Tuhanmu dan Tuhan keturunanmu.



Dikatakan bahwa perjanjian Tuhan dengan Abraham adalah perjanjian yang "kekal". Artinya Tuhan tidak akan pernah melupakan perjanjianNya dengan Israel untuk selama-lamanya.



Yesaya 49:15

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.



Tuhan tidak akan pernah melupakan bangsa Israel. Sebab mereka adalah biji mata Tuhan.



Roma 11:1

Adakah Tuhan mungkin telah menolak umatNya? Sekali-kali tidak!



Roma 11:2

Tuhan tidak menolak umatNya yang dipilihNya.



Perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel sebagai bangsa pilihanNya tidak pernah berhenti. Perjanjian itu adalah perjanjian yang kekal dan tetap ada sampai saat ini dan sampai selama-lamanya.



Ketika Abraham diberikan penglihatan tentang keturunannya yang akan menjadi sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di laut, sebenarnya ini adalah nubuat tentang keturunan Abraham dari darah dagingnya sendiri dan juga "gereja Tuhan", keturunan Abraham yang dipilih karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus.



Kejadian 22:17

maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.



Siapakah keturunan Abraham yang seperti bintang di langit?

Bintang-bintang di langit adalah keturunan Abraham karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bintang-bintang di langit melambangkan "gereja Tuhan". Alasannya :

1. Bintang memproduksi terang, gereja diperintahkan menjadi "terang dunia".

2. Bintang menerangi kegelapan, gereja juga menerangi kegelapan.

3. Bintang terletak di langit ( heaven ), gereja juga ditempatkan oleh Tuhan di surga ( heaven ). Gereja diberikan Yerusalem Baru yang adalah gambaran dari sorga itu sendiri.



Siapakah keturunan Abraham yang seperti pasir di laut?

Pasir di laut melambangkan keturunan jasmani Abraham, Ishak dan Israel. Yaitu bangsa Israel itu sendiri. Alasannya :

Pasir dan laut terletak di bumi. Tuhan menempatkan bangsa Israel di bumi ini, di tanah Kanaan, di Yerusalem sebagai milik pusaka bangsa Israel. Lihat Kejadian 15:18-21. Bangsa Israel diberikan kota Yerusalem, gereja Tuhan diberikan Yerusalem Baru.



Jadi bintang di langit dan pasir di laut adalah 2 jenis keturunan Abraham yang berbeda. Bintang di langit adalah "gereja Tuhan", pasir di laut adalah "bangsa Israel".



Bagaimana hubungan antara bangsa Israel dan gereja Tuhan?



Kita sudah mengetahui bahwa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Sedangkan kita sebelum mengenal Yesus, kita sebenarnya adalah "gentiles" atau "orang-orang kafir". Mari kita lihat di Roma 11:16-24. Pada ayat tersebut Paulus menggunakan ilustrasi berupa pohon zaitun.



Siapakah pohon zaitun ini?

Pohon zaitun adalah simbol dari bangsa Israel.



Ayat 16.

Jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.

Siapakah akar dari pohon zaitun? Akar dari pohon zaitun adalah Abraham, Ishak dan Yakub ( Israel ). Siapakah "cabang-cabangnya" itu? "Cabang-cabangnya" adalah keturunan dari Abraham, Ishak dan Yakub atau dengan kata lain adalah kaum Yahudi.



Ayat 17.

Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan diantaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah.

Kita lihat di ayat tersebut dibahas tentang "cabang" dan "tunas liar". Beberapa "cabang" itu dipatahkan, artinya adalah beberapa orang dari kaum Yahudi ini dihancurkan oleh Tuhan karena pemberontakan mereka sendiri kepada Tuhan. "Cabang" yang dihancurkan adalah kaum Yahudi yang menyembah kepada berhala-berhala dan dibinasakan oleh Tuhan.



Berikutnya adalah" tunas liar". Siapakah "tunas liar" ini?

"Tunas liar " ini adalah kita, kaum "gentiles", orang-orang kafir. Kita sebelum mengenal Tuhan Yesus sebenarnya kita termasuk di dalam golongan orang-orang kafir. Orang-orang kafir sebenarnya tidak berhak mendapat berkat Abraham. Ingat, bagaimana cerita seorang perempuan Kanaan yang percaya di Matius 15:21-28? Diceritakan bahwa ada seorang perempuan Kanaan ( orang kafir ) yang membutuhkan pertolongan Yesus. Apa jawab Yesus ? Tuhan menjawab "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Kitalah sebenarnya "anjing-anjing" itu. Kitalah sebenarnya "tunas liar" itu.



Ayat 18-21

Janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itulah yang menpang kamu. Mungkin kamu akan berkata : ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan diantaranya sebagai tunas. Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! Sebab kalau Tuhan tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.



Paulus menjelaskan sangat gamblang kepada kita. Sebagai "gentiles" sebaiknya kita jangan sombong, tetapi takutlah akan Tuhan. Jika Tuhan tidak mengasihi Israel, maka Tuhan juga tidak akan mengasihi kita juga yang telah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.



Lukas 7:1-10 menceritakan tentang seorang "gentiles" yang mengasihi bangsa Israel. Mari kita lihat Lukas 7:4-5.

Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.

Tuhan Yesus menolong "gentiles" yang mengasihi bangsa Israel. Tuhan Yesus memberkati "gentiles" yang memberkati Israel.



Kejadian 12:3

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.



Firman ini mengandung berkat dan kutuk. Ada berkat jika kita memberkati keturunan Abraham dan ada kutuk jika kita mengutuk keturunan Abraham. Firman ini masih tetap berlaku, bahkan sampai saat sekarang ini. Mari lihat apa kata Paulus di Roma 15:27b.

Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.



Mengapa kita wajib melayani orang Yahudi?

Supaya kita yang telah menerima harta rohani bangsa Yahudi ( Tuhan Yesus Kristus ) tidak terkena kutuk dari Kejadian 12:3. Maka dari itu, sudah seharusnya kita sebagai "tunas liar" yang dicangkokkan ke pohon zaitun jangan menjadi sombong dan besar kepala terhadap cabang dari pohon zaitun itu. Kita sebagai orang-orang Kristen, janganlah menjadi sombong kepada bangsa Israel. Bangsa Israel adalah tetap bangsa pilihanNya. Ingat, kita sebagai "tunas liar" dapat hidup karena berkat dari akar pohon zaitun itu. Akar itu adalah Abraham, Ishak dan Yakub. Kita dapat menerima berkat Abraham karena kita dengan iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.



Jadi apakah Israel masih tetap bangsa pilihanNya?

Ya, masih. Karena perjanjianNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub adalah "kekal". Lihat Kejadian 17:7.



Apakah "gentiles" yang percaya kepada Tuhan Yesus juga berhak mendapat berkat Abraham?

Ya, kita para "gentiles" berhak mendapatkan berkat itu karena iman kita kepada Tuhan Yesus. Lihat Roma 9:30-32.



Mengapa Tuhan mencangkokkan "tunas liar" kepada pohon zaitun?

Untuk membuat mereka "cemburu". Lihat Roma 11:11.



Apakah bangsa Israel akan diselamatkan pada akhir zaman?

Ya. Pada akhir zaman mereka akan percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan. Lihat Roma 11:25-31, Wahyu 7:1-8.

Maka genaplah firmanNya di Matius 20:16.

Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.



Kita para "gentiles" yang terakhir mengenal Kristus akan menjadi yang terdahulu dan bangsa Israel yang terdahulu mengenal kebenaran akan menjadi yang terakhir mengenal Kristus, sehingga seluruh Israel dan gereja Tuhan akan diselamatkan.



Akhir kata, saya ingin membagikan khotbah Tuhan Yesus tentang "penghakiman terakhir" di Matius 25:31-46. Pada "penghakiman terakhir" ini semua bangsa di dunia akan dikumpulkan dihadapan Tuhan untuk dihakimi berdasarkan perilaku bangsa-bangsa terhadap bangsa Israel.



Di Matius 25:40 dikatakan:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.



Siapakah saudara Tuhan Yesus?

Anda bisa menyebutnya para yatim piatu, para janda, para orang-orang miskin. Tetapi ada satu hal yang ingin saya bagikan dari ayat ini. Saudara-saudara Tuhan Yesus adalah kaum bangsa Yahudi sekarang ini. Mengapa? Karena Tuhan Yesus dilahirkan di dalam tradisi Yahudi. Ia disunat pada hari ke 8. Ia memilih murid-muridNya yang pertama dari bangsa Yahudi, bahkan Ia mati di kayu salib dengan status "Inilah Raja bangsa Yahudi".



Jadi siapakah saudara-saudara Tuhan Yesus sekarang ini? Selain para janda, orang-orang miskin, para kaum Yahudi juga termasuk saudara-saudara Tuhan Yesus. Dan pada "penghakiman terakhir" Tuhan juga akan menghakimi bangsa-bangsa berdasarkan bagaimana bangsa-bangsa lain memperlakukan bangsa Yahudi. Karena itu sebagai gereja Tuhan, tetaplah memberkati kaum Yahudi sebab mereka adalah saudara-saudara Tuhan kita Yesus Kristus.



Sekali lagi, ingat kata Paulus di Roma 15:27b :

Sebab jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.



Ingat, Alkitab mengatakan "wajib"!!!

Artinya kalau tidak dilakukan maka ada konsekuensinya. Kalau tidak dilakukan maka kita "berdosa" dan upah "dosa" adalah maut. Lihat Roma 6:23a.



Tuhan Yesus memberkati



Shalom



Andre Widodo

Singapore 507025

dilihat : 1172 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution