Rabu, 26 September 2018 20:25:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 205
Total pengunjung : 423533
Hits hari ini : 1951
Total hits : 3902569
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Surat Kepada Ketujuh Jemaat: Smirna; Why.2:8-11; Pdt. Mangapul Sagala
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 29 September 2005 00:00:00
Surat Kepada Ketujuh Jemaat: Smirna; Why.2:8-11; Pdt. Mangapul Sagala
Pengantar



Sebagaimana kita lihat di dalam peta, kota Smirna terletak di sebelah Utara kota Efesus. Setelah Efesus, maka jemaat kedua yang menerima surat adalah jemaat Smirna. Banyak penulis yang mengatakan bahwa kota ini adalah kota yang paling indah dari ketujuh jemaat yang menerima surat.



Seperti Efesus, kota Smirna juga merupakan kota perdagangan. Hal ini disebabkan oleh lokasinya yang sangat baik, di mana di kota ini ditemukan jalan raya yang sangat baik yang menghubungkan kota ini dengan kota-kota lainnya, termasuk ke pedalaman. Selain itu, kota ini juga memiliki pelabuhan yang baik yang membuatnya semakin strategis dalam perdagangan. Karena itu, kota ini dianggap merupakan saingan bagi kota Efesus yang berjarak hanya sekitar 50 km.



Kota Smirna memiliki ikatan yang kuat dengan kota Roma. Hal itu terlihat dari kenyataan bahwa pemujaan kepada kerajaan Roma dan kaisar menjadi sesuatu yang sangat membanggakan. Menurut sebuah sumber, pada thn 195 SM dibangun sebuah kuil kecil untuk dewa Roma, yaitu dewi yang melambangkan kota Roma, yang kemudian disembah oleh penduduk kota Smirna. Dalam rangka menyenangkan hati Kaisar, di sekitar tahun 25 diadakan kompetisi di seluruh Asia untuk membangun sebuah kuil yang akan dipersembahkan kepada Kaisar Tiberius. Pilihan jatuh kepada kota Smirna.



Kondisi jemaat Smirna

Why.2:8

Dituliskan kepada malaikat jemaat di Smirna.

Sumber: Inilah firman dari yang Awal dan yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali (8.b). Perhatikan cara perkenalan diri Tuhan Yesus dan bandingkan dengan Efesus. Perhatikan relevansi introduksi diri tsb dengan pergumulan jemaat Smirna.



A. Pujian Yesus (9)

Dari ketujuh jemaat, hanya jemaat Smirna (juga Filadelfia) yang tidak mendapat kritikan.



Ada empat hal penting yang dapat kita catat disampaikan Tuhan Yesus tentang jemaat Smirna.



"Aku tahu kesusahanmu..."



Kata yang digunakan adalah "thlipsis", yang berarti "pressure", "trouble" and "tribulation". Hal ini menggambarkan kondisi kesusahan yang sangat berat. Mengapa jemaat Smirna yang dipuji tersebut hidup dalam kesusahan?



"... dan kemiskinanmu"



Kata yang digunakan untuk kemiskinan bisa dua macam. Kata pertama adalah "penia', yaitu suatu kehidupan yang "pas-pasan", hidup di bawah standard pada umumnya. Kata kedua adalah "ptokheia" yang berarti poverty, extreme and abject poverty, yang dapat dimengerti dengan kondisi melarat.



"... namun engkau kaya" (Yun: Plousios, Ing: rich, wealthy)



Perhatikan bagaimana kondisi "ptokheia" tsb di atas dalam penilaian Yesus dapat disebut kaya (wealthy)? Perhatikan kebalikannya pada pengalaman jemaat Laodikia yang kaya! (3:17).



"... dan fitnahan mereka..."



Kata yang digunakan untuk "fitnah" adalah "blasphemia" (slander, blasphemy = hujatan). Dalam kondisi jemaat yang bebas dari kritikan Tuhan, Sang Gembala jemaat tersebut, itu tidak otomatis bebas dari sikap disalahmengerti orang lain. Tuhan Yesus menyebut secara khusus sikap orang2 Yahudi yang menghujat, mencemooh, jemaat Smirna. Mengapa jemaat di Smirna diolok-olok, difitnah, dihujat dan ditolak secara keji?



Apa artinya hal ini bagi kita?

Perhatikan ketiga hal di atas. Kesusahan, kemiskinan (kemelaratan) dan fitnahan seringkali merupakan tiga hal yang dihindari oleh jemaat pada umumnya. Ketiga hal tersebut dianggap sebagai tanda "adanya masalah di dalam kekristenan seseorang". Namun demikian, bacaan kita ini justru menunjukkan bahwa hal itulah yang dialami oleh jemaat Smirna, jemaat yang sedemikian dipuji oleh Tuhan Yesus tersebut.



Apa artinya ini dalam kehidupan Anda sebagai alumni (Kristen yang alumni), khususnya di tengah-tengah arus materialisme dengan berbagai macam nilai yang dianut sekarang ini? Bagaimana Anda menilai kesuksesan diri Anda dan (calon)/pasangan hidup Anda?



B. Perintah Tuhan Yesus dan Upah (10)

Perintah untuk tidak takut terhadap apa yang harus diderita. Pada bagian lain, rasul Petrus mengingatkan agar jangan heran (1Pet.4:12).



Bersiap untuk penderitaan yad: penjara!

Sekalipun jemaat Smirna sudah sedemikian susah, melarat dan difitnah/dihujat demi iman kepada Yesus, namun itu belum akhir dari semuanya. Mereka masih terus rela membayar harga. Tuhan Yesus menyebutkan secara spesifik penderitaan dan kesusahan yang dialami: di penjara selama 10 hari! Penting untuk kita perhatian penegasan Tuhan Yesus bahwa di balik semua penderitaan tsb, ada pekerjaan iblis.



Perintah untuk setia sampai mati.



Di sini perintah Tuhan Yesus bukanlah kesetiaan yang rela sampai susah dan melarat. Juga bukan kesetiaan dengan kerelaan atau keberanian untuk difitnah atau dihujat dengan berbagai tuduhan palsu. Tuhan Yesus memberikan 'batas' kesetiaan itu: SETIA SAMPAI MATI! Ini berarti komitment yang rela bahkan menyerahkan nyawa sekalipun!



Apakah tuntutan Tuhan Yesus ini berlebihan? Bagaimana dengan pengalaman rasul-rasul serta bapak-bapak gereja sepanjang segala abad dan tempat? Kata setia sampai mati tsb sebenarnya merupakan contoh teladan dari Tuhan Yesus sendiri ( Yoh.4:34; 17:4; 19:30).



Ilustrasi: bapak Gereja, Polikarpus, bishop di Smirna.



Kesetiaan Kristen bukan sekedar fanatisme, tapi itu sungguh merupakan respon kepada Allah. Kesetiaan Kristen bukan nekad yang berakhir kepada kesia-siaan. Tuhan Yesus menegaskan satu hal penting: MAHKOTA KEHIDUPAN.



Maju terus, jangan puas/berhenti dengan kerohanian sekarang. "Siapa bertelinga..." (11)



"Barangsiapa menang..." (11). Tujukan pandangan kepada kekekalan. Band. 2 Kor. 4:17).



Penutup:



Seruan Kristus kepada jemaat Smirna sangat relevan dengan pergumulan umat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.



Dietrich Bonhoeffer, seorang pendeta Lutheran yang dihukum gantung di Kamp konsenterasi, di Jerman pada 9-4-1945 menegaskan: "Penderitaan adalah lencana orang Kristen sejati".



Doa Marechale dari penjara, Neuchatel Swiss.



Kekasih jiwaku yang terbaik

Kini ku sendirian berada denganmu

Dan penjara ini menjadi surga

Karena Dikau bersama dengan aku




Nyanyian Pujian umat Allah di Indonesia*

Saya mau iring Yesus, saya mau iring Yesus, sampai s'lama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau iring Yesus, sampai s'lama-lamanya.



(Saya nyanyikan di Colosseum, Roma pada tgl 17 Juni '03, ketika merenungkan penderitaan umat Allah)



Pdt. Mangapul Sagala.

Dikutip dari Milis doakanhkbp.

dilihat : 1016 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution