Sabtu, 15 Desember 2018 18:10:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 182
Total pengunjung : 450785
Hits hari ini : 1233
Total hits : 4152671
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kasih Setia Allah
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 03 Desember 2009 00:00:00
Kasih Setia Allah
Merosotnya nilai kesetiaan didunia membuat banyak orang meragukan kesetiaan Allah, Mereka tidak muda percaya bahwa Allah setia kepada setiap firman-Nya. Akibatnya mereka tidak mengalami dan memperoleh berkat dari kuasa Firman Allah.



Mazmur 105:5? Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun?. Kebaikan Tuhan terlihat dalam kasih setia-Nya.



Kata kasih setia dalam bahasa Ibrani, bahasa asli Perjanjian Lama adalah ?khesed?artinya kasih yang tidak mudah berubah, tetapi sebaliknya bersifat kekal. Kasih semacam ini tidak ditemukan diantara manusia, sebab kasih antar manusia sifatnya bersyarat ? apabila engkau mengasihi aku baru aku mengasihimu? tetapi kasih Allah tidak bersyarat ? walaupun engkau telah berdosa, Aku tetap mengasihimu?



Karena kasih-Nya kekal dan tidak bersyarat sehingga Ia rela datang kedunia, menderita, mati dikayu salib bagi manusia berdosa. Ia menyerahkan nyawa-Nya bukan untuk orang benar, tetapi untuk orang berdosa yang tidak layak untuk menerima kasih-Nya.



Kesadaran akan kasih Kristus dalam pengorbanan-Nya dikayu salib harus terus menerus ada didalam diri orang percaya, karena hanya melalui pengorbanan-Nya itu manusia memperoleh keselamatan. Lukas 19:10? Sebab Anak manusia datang untuk mencari dan menyelematkan yang hilang?. Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan manusia yang terhilang dalam dosa. Ia membayar harga yang sangat mahal untuk menebus mereka dari hukuman dosa, yaitu dengan menyerahkan diri-Nya untuk menderita sampai mati dikayu salib. Pengorbanan yang sangat besar ini sebagai bukti kasih dan anugerah-Nya bagi kita.



Ia tidak melepaskan diri-Nya dari penderitaan yang sedang Ia tanggung, karena untuk itu Ia datang kedunia, yaitu untuk menderita, menanggung semua hukuman dosa manusia, supaya semua orang beroleh keselamatan..



Ia membatasi diri-Nya sendiri, menjadi seperti manusia biasa yang tidak berdaya, sebab hanya dengan jalan itulah Ia dapat menanggung semua dosa manusia. Karena kasih-Nya kepada manusia yang telah memberontak kepada diri-Nya, Ia rela mengorbankan diri dalam sengsara sampai mati dikayu salib.



Peristiwa penyaliban Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada titik netral didalam Tuhan. Tidak ada wilayah abu-abu. Yang ada setiap orang harus membuat pilihan dan memilih salah satu diantara dua pilihan yaitu menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat atau menolak Dia.



Hidup dalam dosa merupakan suatu kebodohan, namun tidak ada kebodohan yang melebihi kebodohan dari orang yang bersikeras untuk hidup didalam dosa dan sampai akhir hayatnya tetap menolak pintu anugerah keselamatan yang Tuhan buka bagi dirinya.



Bagi Rasul Paulus ; pengetahuan tentang Yesus Kristus yang disalib lebih penting dari segala pengetahuan yang lain. I Korintus 2:2 ? Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa diantara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan?

Pengetahuan tentang Yesus Kristus bukan hanya berguna bagi kehidupan kita didunia ini, tetapi juga menentukan keselamatan didunia yang akan datang. Rasul Paulus sengaja menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah pribadi yang disalibkan, sebab untuk itulah Ia datang ke dunia. Kalau Ia tidak mengorbankan diri-Nya, tidak seorang manusiapun memperoleh keselamatan, tetapi mereka akan binasa dalam dosa mereka.



Penderitaan dikayu salib merupakan penderitaan yang sangat mengerikan. Penderitaan yang Ia alami bukan karena Ia harus menanggungnya, tetapi karena Ia rela untuk menanggungnya. Kasih yang demikian besarnya membuat Rasul Paulus menyakini pengetahuan tentang Yesus Kristus yang disalibkan jauh lebih berharga daripada pengetahuan yang lain.



Ia telah mati, dan Ia juga telah bangkit. Haleluyah! Kuasa kematian-Nya membawa pengampunan dosa, pemulihan, kesembuhan, mujizat dan kemerdekaan harus dikenal oleh semua orang. Berita salib-Nya patut dikumandangkan bagi semua orang.



Ucapkan syukjur kepada Tuhan untuk kasih-Nya yang besar yang telah menyelamatkan anda dari hukuman dosa, Ia telah rela menanggung dosa anda, berdoalah kepada Tuhan supaya banyak orang yang membuka hatinya kepada Tuhan dan menerima anugerah keselamatan. Amin.



Oleh: Antonius Pah



dilihat : 1112 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution