Kamis, 19 Juli 2018 18:56:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 192
Total pengunjung : 406880
Hits hari ini : 1083
Total hits : 3709291
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Berbakti Kepada Orang Tua
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 19 November 2009 00:00:00
Berbakti Kepada Orang Tua
?Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati ?MARKUS 7:10



Tradisi/culture orang-orang Asia/Timur pada umumnya berbakti kepada orangtua lebih ditekankan dari pada orang-orang barat. Dibarat, sudah biasa bila orangtua kita, kalau sudah tua dimasukan ke panti-panti jompo atau panti manula (manusia usia lanjut). Dan orang tua pun sudah biasa, tidak merasa disayang bila dimasukan ke panti jompo. Mereka tidak mau menganggu privasi rumah tangga anak-anak mereka. Begitu pula sebaliknya, mereka pun melakukan hal yang sama kepada orang tua mereka. Akhirnya kebiasan menitipkan orang tua ke panti jompo, sudah menjadi kebiasaan.



Tapi pada umumnya orang-orang yang masih memegang culture, para orangtua merasa terbuang. Merasa disisihkan bila dimasukkan ke panti jompo. Mereka menganggap anak-anak mereka sudah tidak menyayagi atau tidak menghormati lagi. Kita sudah dididik dari kecil bahwa kita harus hormat dan menyayangi/mengasihi orangtua kita.



Pada hari-hari istimewa tradisional misalnya: Idul Fitri atau Imlek, kita diharuskan sungkem atau ?Pay Kwi? 12 kali (dalam masyarakat Tionghoa) berlutut dan menyembah sampai dahi kita menyentuh tanah sampai 12 kali. Hingga dalam benak kita, bahwa kita sangat rendah dihadapan orangtua kita. Dalam perjalanan waktu, budaya barat sudah mempengaruhi/masuk dalam kehidupan kita. Kita cukup berjabat tangan (Shake-hand) saja dalam memberi selamat. Kita sejajar saja dengan orangtua kita hingga mempengaruhi phisikis (kejiwaan). Kita bahwa kita sejajar dengan orangtua kita. Ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Hingga kadang-kadang kita berani menghardik/memarahi oragtua kita. Kita menjadi kurang hormat.



Dahulu kita tidak berani melawan/mendebat orangtua kita, walaupun mereka salah. Paling-paling kita diam saja, tidak berani mendebat, takut kualat. Zaman sekarang hal tersebut tidak perlu dilakukan tapi tetap kita harus menyayangi mereka dihari tuanya. Memelihari mereka dalam pengawasan kita, baik sakit maupun sehatnya



Tradisi yang baik jangan ditinggalkan, jangalah kita merasa terganggu akan kehadiran orangtua dirumah kita. Ingatlah kita bisa ada dalam keadaan sekarang ini berkat pemeliharaan mereka dengan kasih yang tidak bisa diukur. Seberapapun kita menyayangi mereka, tidak bisa lunas akan kasih sayang mereka. Tentunya juga kasih dan pemeliharaan Tuhan kita Yesus kristus!



Janganlah kita mendahulukan kewajiban-kewajiban kita kepada gereja daripada orangtua kita. Orangtua kita lebih dahulu, baru kepada gereja (lihat Markus 7:11) ?Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban yaitu persembahan kepada Allah?.



Jelas disini, pengorbanan untuk orangtua harus lebih dari pengorbanan perpuluhan dan korban ucapan syukur sekalipun. Ini perintah Tuhan kita, Yesus Kristus, Amin!

Tuhan Yesus Memberkati!



Oleh: Otong Dharmawan.

dilihat : 1054 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution