Selasa, 17 Juli 2018 14:24:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 108
Total pengunjung : 406228
Hits hari ini : 857
Total hits : 3703032
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Perahu Keselamatan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 07 Januari 2009 00:00:00
Perahu Keselamatan
Aku duduk menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh.Kulihat Yesus diruang kemudi, menatapku dan berkata :



"Lepaskan tambatan Perahumu dan biarkan Aku membawa engkau kesebrang."



Bukan rencana Ku untuk engkau yang tetap tertambat disini."



Dengan takut dan gelisah dan khawatir aku menjawab Nya:



"Tuhan bukan kah lebih baik aku tetap disini. Aku tidak akan melihat topan, badai dan angin ribut.Dan aku dapat kembali ke darat kapan pun aku mau."



Lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata:



"Memang disini engkau tidak akan mengalami topan, badai dan angin ribut. Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat aku mengatasi semua itu. Engkau tidak akan melihat Aku berkuasa atas semuanya itu, karena Akulah Tuhan."



Dalam pergumulan yang berat, aku memandang tali yang mengikat perahuku. Di tali itu kulihat ada rasa khawatir akan keuangan, ajal, pekerjaan, pasangan hidup, dan lain-lain.



dalam hati aku bertanya: tahukah Ia akan apa yang aku inginkan. Mengertikah Ia akan apa yang aku rindukan dan dambakan ?



Yesus memelukku dan berbisik lembut," Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, rindukan, dan dambakan, bahkan mungkin kebalikan nya yang akan kau dapatkan, tapi maukah kau percaya bahwa :



RANCANGAN-KU ADALAH RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA,

MASADEPAN-KU MASA DEPAN YANG PENUH HARAPAN.



Ia memeluk dan menangis bersamaku, dengan berat aku melepaskan tali perahuku.Ku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, kutaruh hak atas masa depanku ditangan-Nya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis, aku menatap-Nya dan berkata:



"Jadilah Nakhoda dalam Perahuku dan marilah kita berlayar."



(Kumpulan cerita bijak karya Sumantri Hp.,SJ)



(diambil dr renungan warta jemaat GKI Keb.baru tgl 4 Jan 2009)



Oleh : Caroline Pintauli

dilihat : 373 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution