Rabu, 19 Desember 2018 13:52:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 234
Total pengunjung : 452004
Hits hari ini : 1681
Total hits : 4162188
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -EMPATI
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 20 November 2008 00:00:00
EMPATI
?Ketika? mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmatNya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia? (ayat 58) Lukas 1 :57-58



Apa yang kamu rasakan ketika ada orang lain yang lebih bersahil dibandingkan kamu? Biasanya kecenderungan sebagian dari kita adalah menjadi iri. Kita tidak suka melihat orang lain lebih dari kita, entah itu prestasi, kecantikan atau ketampanan, kepintaran, ataupun dalam hal pergaulan. Mungkin kita mempertanyakan dan meragukan kelebihan yang dimilikinya itu. Ah, mana mungkin sih? Ah, jangan-jangan...? Kita terbiasa untuk menempatkan baik diri sendiri maupun orang lain dalam posisi hitam-putih, kalah-menang, di mana kita menempatkan diri sendiri sebagai pihak yang tentunya harus selalau lebih unggul dari pada orang lain. sikap seperti itulah yang seringkali membawa petaka dalam kehidupan pun tiada, bahkan yang sangat fatal yaitu musnahnya kehidupan kita bersama.



Untuk itu, kita perlu belajar berbesar hati untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada, baik yang ada didalam diri-sendiri maupun orang lain. Menghargai keunikan setiap kita akan memampukan kita untuk menerima diri kita sendiri dan orang lain apa adanya. Mau berbagi dan merayakan kehidupan bersama dengan orang lain. Berbahagia dalam kebahagiaan orang lain, bersedih dalam kesedihan orang lain. inilah yang disebut empati, yaitu mampu memposisikan diri dalam keberadaan orang lain (dalam kesedihan dan pergumulan). Begitulah yang telah ditujukan oleh para tetangga dan sanak saudara Elisabeth dan Zakharia. Ketika mereka mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmatNya yang besar yang membuat kedua orang itu mempunyai anak dalam usia lanjut, mereka pun turut bersukacita.



Saudara, janganlah terlalau cepat membuat penilaian terhadap orang lain sebelum kamu betul-betul mengembangkan empati pada mereka. Rasul Paulus menggambarkan empati itu dalam sebuah ayat di kitab Roma dengan kalimat demikian : ?Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yagn menangis!? (Roma 12:15) Empati adalah merasakan bersama orang lain



Bahan Pendalaman;

1. Apakah yang dimaksud dengan empati?

2. Mengapa empati sangat diperlukan dalam hidup ini?

3. Apakah saudara sudah berempati dalam hidup ini?



Doa:

Tuhan Yesus, mampukan saya untuk bisa berempati terhadap orang yang susah untuk menolong mereka, Amin.





Sumber: Renungan Harian Anggur Baru

















dilihat : 579 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution