Sabtu, 15 Desember 2018 17:00:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 171
Total pengunjung : 450774
Hits hari ini : 1105
Total hits : 4152543
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -YANG MUDA, JANGAN DIPANDANG SEBELAH MATA
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 19 November 2008 00:00:00
YANG MUDA, JANGAN DIPANDANG SEBELAH MATA
Banyak orang berpikir bahwa kualitas sebuah pelayanan ditentukan oleh usia. Semakin matang usia seseorang maka akan semakin rohani dan mantap untuk terjun dalam pelayanan.



Maka tak jarang banyak gereja yang menganggap kaum muda berada di posisi kedua. Kaum muda dianggap belum mampu mengemban tugas pelayanan gereja seperti para senior mereka. Banyak kaum muda menjadi seperti katak dalam tempurung yang baru bisa berkarya setelah mendapat ijin dan restu dari orang yang lebih tua.



Memang kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa semakin tua usia seseorang, maka pengalaman hidupnya akan semakin banyak. Tapi apakah arti banyaknya pengalaman kalau tidak memetik pengalaman tersebut menjadi buah pelajaran yang beharga? Pengalaman hanyalah menjadi sederet kisah yang akhirnya tidak memberi dampak apapun pada kehidupan. Maka jelas bahwa kerohanian dan kesiapan seseorang dalam melayani tidak semata ditentukan oleh usia.



Dalam sejarah, Tuhan justru banyak memakai orang-orang muda untuk sebuah pelayanan besar. Tuhan memanggil Daud untuk menjadi raja justru ketika ia masih kemerahan ( I Sam 16:12). Tuhan memanggil Yeremia dalam usia mudanya (Yer. 1:6), begitu pula Timotius (I Tim 4:12), bahkan raja Yosia masih berusia 8 tahun ketika Tuhan mengangkat menjadi raja (II Taw. 34:1).



Usia bukanlah ukuran. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu menjadi teladan bagi orang-orang percaya, baik dalam perkataan, juga dalam tingkah laku, yaitu melakukan segala sesuatu yang memuliakan Allah bukan yang cemar. Dalam kasih, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Dalam kesetiaan, yaitu setia melayani Tuhan baik dalam suka maupun duka. Dan menjadi teladan dalam kesucian yaitu berarti hidup kudus. (ITim 4:12).



Jadi gereja haruslah menjadi wadah bagi pengembangan sumber daya kaum muda. Juga memberikan dukungan dan bimbingan bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan talenta dalam melayani, agar dapat menghasilkan karya-karya untuk kemuliaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan. Tuhan bisa menggunakan orang muda untuk kemuliaanNya.



Bahan Pendalaman;

1. Mengapa orang muda penting dalam pelayanan?

2. Siapa saja yang dipercayakan Tuhan untuk melayani Dia sejak muda?

3. Meskipun muda kita harus jadi teladan dalam hal apa?



Doa:

Tuhan Yesus, saya percaya Engkau sanggup memberikan kekuatan bagi orang muda untuk kemuliaanMu, Amin.





Sumber: Renungan Harian ?Anggur Baru?



dilihat : 382 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution