Selasa, 17 Juli 2018 14:36:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 108
Total pengunjung : 406228
Hits hari ini : 898
Total hits : 3703073
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -UNTUK SANG KHALIK
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 16 November 2008 00:00:00
UNTUK SANG KHALIK
?Hai kamu hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis? (I Petrus 2:18).



Rasul Petrus berkata: Seorang bawahan hendaklah melakukan tugas pekerjaannya dengan penuh pengabdian bukan saja kepada tuan yang baik tetapi juga kepada yang bengis, seolah-olah untuk Sang Khalik. Nasehat ini sesuatu yang sulit dilakukan. Nasehat ini bertolak belakang dengan kebiasaan para bawahan dan karyawan pada umumnya, yaitu tidak mau tunduk kepada majikan yang bengis. Tetapi nasehat ini memiliki nilai yang sangat tinggi.



Memang mudah berlaku setia dan bekerja keras di sebuah pekerjaan atau tempat kerja yang sang pemilik perusahaan atau pemimpin perusahaan tersebut murah hati dengan memberikan upah yang baik kepada pegawainya. Tetapi kepada pemimpin perusahaan yang dipandang tidak manusiawi, yang menekan pegawai secara sewenang-sewenang dan bersikap sangat tidak menyenangkan, sukar rasanya untuk berdedikasi kepada pemimpin perusahaan tersebut.



Ada sebuah kerugian kalau kita berperilaku seperti kebanyakan orang yaitu, berlaku baik di tempat pekerjaan karena atasan yang baik dan berlaku tidak baik oleh karena atas yang tidak baik. Kerugian tersebut antara lain: Pertama, kita tidak mendidik diri kita sendiri untuk berkepribadian agung. Seharusnya bukan hanya kepada mereka yang menguntungkan, kita berbuat baik, tetapi juga kepada orang yang menurut kita tidak menyenangkan bahkan merugikan. Berkepribadian agung, artinya kita berbuat baik tanpa menunggu orang berbuat baik pada kita. Kedua, kita akan kehilangan kesempatan sama sekali untuk berprestasi di tempat di mana kita bekerja. Bila seseorang sudah kehilangan semangat kerja di tempat pekerjaan maka ia tidak akan menggunakan potensi dirinya secara optimal. Ini berarti tidak ada prestasi yang baik.



Sebaliknya merupakan keuntungan besar kalau kita melakukan nasihat firman di atas yaitu kita bekerja untuk Sang Khalik. Secara mata jasmani kita melakukannya untuk manusia yang menurut kita bengis, kejam dan tidak berperikemanusiaan, tetapi sebenarnya kita melakukannya untuk Sang Khalik. Ini berarti kerja fana di dunia ini mengerjakan sesuatu yang bernilai abadi di kekekalan. Bagi Tuhan kita mampu melihat sisi baik dari yang buruk



Bahan Pendalaman:

1. Mengapa nasihat petrus berat untuk dilakukan?

2. Hal positif apa yang akan kita terima, jika kita belajar tunduk kepada atasan kita apapun sikapnya?

3. Sudahkah saudara tunduk pada atasanmu?



Doa

Tuhan Yesus, saya mau belajar rendah hati untuk mulai tunduk kepada atasan saya apapun sikapnya, Amin.





Sumber: Renungan Harian ?Anggur Baru?



dilihat : 386 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution