Kamis, 19 Juli 2018 01:19:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 275
Total pengunjung : 406671
Hits hari ini : 2384
Total hits : 3707465
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net - KEBIASAAN MENGANGGAP SEPELE
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 13 November 2008 00:00:00
KEBIASAAN MENGANGGAP SEPELE
Matius 26: 30-35



Waktu ingin pergi makan mie ayam sengan menggunakna sepeda motor, saya dan adik saya memutuskan untuk tidak memakai helm. Jarak kedai mia ayam yang hanya sekitar 3 kilometer itulah yang membuat kami nekat. Namun tanpa diduga tiba-tiba di ujung jalan ada seorang polisi yang menyuruh kami berhenti dan memberikan surat tilang kepada kami. Spontan saya menjadi senyum-senyum sendiri menertawakan kebodohan kami karena menganggap sepele hal kecil yang berakibat besar.



Banyak orang yang menganggap sepele untuk masalah yang dianggapnya kecil. Termasuk Petrus dan murid-murid Tuhan Yesus menyepelekan prihal penyiksaan dan kematian yang sesaat lagi akan dialami oleh Yesus. Ketika Yesus memberitahukan tentang hal itu, dengan enteng Petrus berkata: ?Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engakau, aku sekali-kalai tidak.? (Mat. 26:33) dan ketika Yesus menjawabnya dengan berkata: ?Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engaku telah menyangkal Aku tiga kali.? (Mat. 26:34)



Kembali Petrus menganggap enteng masalah itu dan menegaskan kepada Yesus: ?Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engaku.? (Mat 26:35). Dan yang sangat disayangkan semua murid yang lainpun justru berkata demikian juga. Penyepelean terhadap masalah ini juga terlihat ketika Petrus, Yohanes dan Yakobus malah memilih tidur pada saat ditugaskan untuk berdoa (Mat.26-36-46). Mereka tidak sadar bahwa apa yang akan terjadi tidaklah seringan mereka pikirkan sehingga mereka tidak bisa berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan akhirnya ketika Yesus ditangkap mereka kocar-kacir ketakutan dan Petrus malah menyangkal Yesus sebanyak 3 kali.



Saudaraku, menyepelekan peringatan Tuhan sama dengan menabur benih kegagalan. Ada banyak orang gagal karena menganggap enteng didikan Tuhan. Oleh karena itu teguran dan peringatan yang Tuhan nyatakan melalui Alkitab, pembimbingan rohani, atau pun secara langsung melalui hati nurani kita haruslah menjadi koreksi agar kita tidak jatuh ke dalam keadaan yang lebih buruk. Hidup harus dijalani dengan impian, rencana dan percaya



Bahan Pendalaman:

1. Bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini?

2. Apa janji Tuhan yang menjadi pegangan hidup saudara?

3. Apakah impian saudara yang akan dicapai?



Doa:

Tuhan Yesus, Saya akan menjalani hidup ini dengan iman terhadap janji-janjiMu yang luar biasa, Amin.



Sumber: Renungan Harian Anggur Baru

dilihat : 401 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution