Rabu, 18 Juli 2018 13:53:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 139
Total pengunjung : 406533
Hits hari ini : 982
Total hits : 3706063
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -BERSUKACITA WALAU HASIL PANEN GAGAL
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 02 November 2008 00:00:00
BERSUKACITA WALAU HASIL PANEN GAGAL
?Sekalipun pohon ara tidak berbunga?. Namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan? (Habakuk 3;17-18)



Kekecewaan, frustasi, keputusasaan kadang-kadang dapat merupakan bagian dari kehidupan ini. Sejak nenek-moyang kita telah melanggar perintah Tuhan di Taman Eden, maka dunia ini menjadi kacau karena akibat dari dosa. Nabi Habakuk dari Perjanjian Lama mengalami pergumulan-pergumulan yang sama seperti kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam keputusasaan yang sangat besar ia bertanya: ?Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, aku berseru kepada-Mu, tetapi tidak Kau tolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepada kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi.? Hab.1:2-3.



Habakuk mempunyai banyak pertanyaan, tetapi kekurangan dalam mendapat jawaban. Pasal ke tiga dari Habakuk ada modal yang luar biasa tentang doa dan iman. Nabi Habakuk bangkit dan berada di atas segala masalah kehidupan serta fokus kepada Allah saja. Ia menyadari bahwa persoalan-persoalan kehidupan tidak dapat menenggelamkan imannya kepada TUHAN. Karena itu ia menggunakan zaitun yang di panennya mengecewakan karena gagal, dan ia berseru dengan keyakinan yang pasti: ?Namun aku bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.?



Memang, kehidupan ini tidak selamanya mulus. Tetapi jangan kita berputus asa. TUHAN yang memiliki kemuliaan dan kuasa itu ada dan mengendalikan hidup anda dan saya, sehingga kemenangan kita akhirnya berada di dalam Dia dan bersama Dia. Memang kecenderungan banyak orang adalah bersukacita dan bersyukur dalam keadaan yang menyenangkan dan mengenakan, namun ketika mereka harus diperhadapkan dengan berbagai hal yang menyalitkan, banyak orang cenderung berpikir negatif. Namun Habakuk mengajarkan kita sebuah kehidupan yang mampu bersukacita ketika orang lain harus bersedih, mampu bersyukur ketika orang lain mengumpat dan marah, mampu tertawa dan tersenyum ketika orang lain menangis. Tentunya semua itu dapat kita lakukan dengan pertolongan Allah saja. Sukacita yang sejati terlihat saat yang sulit dan tidak menyenangkan kita alami.



Bahan Pendalaman ;

1. Bagaimanakah caranya supaya kita mampu bersukacita pada saat yang penuh kegagalan?

2. Manfaat apa yang kita peroleh ketika bersukacita pada saat susah?

3. Apakah dasar sukacita saudara?



Doa

Tuhan Yesus, hanya sukacita dari Engkau saja yang mampu memberikan penghiburan yang sejati kepada saya, Amin.





Sumber Renungan Harian ?Anggur Baru?











dilihat : 448 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution