Rabu, 18 Juli 2018 15:40:11 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 166
Total pengunjung : 406560
Hits hari ini : 1266
Total hits : 3706347
Pengunjung Online : 9
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Better Plan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 28 Oktober 2008 00:00:00
Better Plan
Bacaan: Yohanes 11:1-44



Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; - Yohanes 11:6



Apa kata murid-murid Yesus ketika Guru mereka menunda-nunda keberangkatan ke Betania justru setelah mendengar kabar bahwa Lazarus sedang sakit keras? Bukankah seharusnya Dia bergegas kesana, supaya bisa segera menyembuhkannya? Apakah Yesus punya maksud jahat dibalik hal ini? Ataukah mungkin Dia sudah tidak mengasihi Lazarus lagi? Apakah keprihatinan-Nya hanyalah sebuah kepura-puraan? Berbagai pikiran negatif mungkin terlintas di kepala mereka.



Akibatnya setelah Yesus tiba di sana, semua sudah terlambat. Lazarus sudah mati empat hari yang lalu, bahkan tubuhnya sudah membusuk. Sambutan Marta saudaranya disertai sebuah kalimat protes,?Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati...? Namun ternyata Tuhan punya rencana yang lebih indah agar melalui peristiwa itu Anak Allah dipermuliakan.



Bukankah seringkali kitapun mengalami hal yang sama? Dalam hidup ini seringkali kita mengalami penundaan menuju keberhasilan yang kita dambakan. Seolah kita tengah meluncur mulus, namun tiba-tiba harus melewati jalan berpolisi tidur yang rasanya menjadi hambatan. Tujuan sudah hampir kita raih di depan mata, namun perjalanan kita tertunda sementara waktu. Sadarkah kita bahwa ?polisi tidur? yang dipasang Tuhan pada jalan kehidupan kita ini dimaksudkan untuk hal yang baik?



Melalui hambatan yang kita jumpai, Tuhan melatih kita untuk berhati-hati, bersabar serta mawas diri. Melalui hambatan juga Tuhan mengajari kita untuk menjadi tekun dan pantang menyerah. Melalui hambatan pula kita menjadi pribadi kreatif, yang mampu memunculkan ide baru dan menemukan solusi. Jadi ketika kita melewati jalan yang penuh polisi tidur, tak perlu mengomel dan memprotes Tuhan. Yakinlah bahwa ada rencana Tuhan yang lebih baik dari rencana kita sendiri. Bersyukurlah dan bertekunlah dalam doa menantikan hal yang lebih indah itu terjadi dalam hidup kita. Tuhan selalu memberi: apapun yang kita minta atau sesuatu yang lebih baik!





Sumber: Renungan Harian Spirit





dilihat : 355 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution