Kamis, 19 Juli 2018 18:53:19 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 191
Total pengunjung : 406879
Hits hari ini : 1064
Total hits : 3709272
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -DOSA KESOMBONGAN
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 29 September 2008 00:00:00
DOSA KESOMBONGAN
Kejadian 41:1-36

?? bukan sekali-kali aku, melainkan Allah? ? ayat (16)



Salah satu orang yang paling rendah hati dalam Alkitab adalah Yusuf. Ia menyadari kemampuannya untuk menafsirkan mimpi hanya oleh anugrah Allah. Kita juga ingat terhadap kata-kata Paulus kepada orang Korintus, ?Apa yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?? (1Korintus 4:7), dan perkataan Yesus, di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa?(Yoh.1 15:5).



Memberikan semua kemuliaan kepada Allah menggambarkan suatu pemahaman siapa kita di dalam Kristus dan, lebih penting lagi, siapa Dia di dalam kita! Saat kita melihat banyaknya dosa di dalam dunia saat ini, yang mengakibatkan banyaknya orang menderita, kita harus diingatkan bahwa semua dosa dapat dilacak awalnya bersumber dari kesombongan dan kurangnya kerendahan hati. Semua dosa berakar dari kesombongan, peninggian diri dimana kita menganggap diri kita dan kemampuan kita lebih tinggi dari yang seharusnya, dan pada akhirnya, kita mencoba meninggikan diri kita lebih dari Allah.



Yakobus menulis tentang kesombongan ketika ia berkata,?janganlah kamu saling memfitnah? (Yak. 4:11). Ia mengatakan ketika kita secara tidak fair mengkritik orang lain, kita tidak hanya tidak taat akan hukum kasih Allah, tetapi juga kita sebenarnya berbicara melawan hukum dan hanya ada satu Hakim! (Yak. 4:11-12). Ketidaktaatan yang sengaja melibatkan peninggian diri kita sendiri ke tahta Allah.



Kita harus terus menguji hati kita dan secara agresif membuang semua bidang-bidang kesombongan sebelum berpengaruh dan mengkontaminasi seluruh keberadaan kita. Dapatkah kita membuang semua kesombongan kita? Dapatkah kita menghentikan semua dosa? Saya tidak percaya kita bisa! Tetapi saya tahu pada waktu dimana kita melihat Dia muka dengan muka, kita akan diubahkan, penuh kemuliaan, dan secara penuh mampu memuji Dia untuk semua kekekalan.



Hingga Ia memanggil kita pulang ke Sorga, kita harus tetap berkata, ?Ia harus menjadi lebih besar, aku semakin berkurang-kurang? (Yoh. 3:30). Hingga hari itu, kita harus terus memerangi dosa kesombongan. Orang sombong lupa dengan keterbatasannya



Bahan Pendalaman;

1. Apa yang membuat seseorang sombong?

2. Mengapa kita harus menghindari kesombongan dalam hidup kita?

3. pa yang akan terjadi jika kita menjadi orang yang sombong?



Doa:

Tuhan Yesus, tidak ada satu alasanpun yang harus membuat saya sombong, karena hidupku adalah anugerahMu, Amin.





Sumber: Renungan Harian Anggur Baru





dilihat : 506 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution