Minggu, 16 Desember 2018 09:08:12 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 102
Total pengunjung : 450929
Hits hari ini : 709
Total hits : 4153894
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -YANG KUAT, MENCARI KESENANGAN DIRI SENDIRI?
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 15 September 2008 00:00:00
YANG KUAT, MENCARI KESENANGAN DIRI SENDIRI?
Roma 15:1-13



?Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri?? (ayat 3)



Kita pasti pernah mendengar atau mengalami sendiri waktu kita sekolah atau kuliah bahwa ada guru atau dosen yang pintar tetapi tidak ?enak? mengajar. Lalu, orang seperti itu biasa dikatakan orang, sebagai orang yang pintar untuk diri sendiri. Ia disebut pintar untuk diri sendiri karena pengetahuannya yang hebat itu tidak mampu dikomunikasikan dengan baik yang dapat ?ditangkap? dan ?dinikmati? orang lain. Kelebihan semacam ini, hanya untuk kesenangan sendiri.



Belakangan ini gencar terdengar istilah CSR (Corporate Social Responsibility). Suatu istilah yang menyadarkan banyak perusahaan, terutama yang sudah kuat supaya bukan Cuma tahunya mengumpulkan keuntungan dan tak peduli tanggung-jawab sosialnya. Melalui istilah ini, perusahaan disadarkan akan pentingnya memberi lebih banyak prosentasi keuntungannya bagi pembangunan manusia (pendidikan, kesehatan dan lain-lain) dan lingkungannya.



Prinsip ini sebenarnya sudah lama disinggung Alkitab bahwa yang kuat, jangan hanya mementingkan kesenangan dirinya sendiri. Menarik sekali di sini, dikaitkan antara menanggung yang lemah dengan kesenangan (ayat 1). Mengapa? Jika kita kuat dan tidak menanggung yang lemah, sebenarnya kita mempergunakan kesenangan kita secara salah. Lho koq? Ya, kesenangan yang cuma kita nikmati sendiri sebenarnya kesenangan yang semu. Tuhan menciptakan kesenangan tidak pernah dalam konteks kesendirian. Kesenangan banyak berbicara tentang faktor-faktor yang bersifat hubungan.



Pengertian kuat di sini berbicara tentang aspek yang luas seperti kuat secara keuangan, kuat secara fisik, kuat secara rohani, kuat secara modal, kuat secara pengetahuan, dan lain-lain. Dan sudah barang tentu istilah ?yang lemah? disini juga lemah dalam aspek-aspek di atas.



Jika kekuatan kita hanya kita nikmati sendiri, kita sebenarnya gagal mengelola berkat Tuhan atas kita. Semakin banyak kekuatan yang dipercayakan Tuhan kepada kita, maka kita punya tanggung jawab kepada lebih banyak orang yang lemah. Orang kuat mampu menopang orang yang lemah



Bahan Pendalaman;

1. Jika kita kuat. Tanggung jawab apa yang kita miliki terhadap yang lemah?

2. Apa yang salah jika saudara kuat tetapi tidak peduli dengan yang lemah?

3. Sudahkah saudara yang kuat menanggung mereka yang lemah?



Doa:

Tuhan Yesus, terimakasih untuk kekakuatan yang Engkau berikan mampukan saya menggunakan kekuatan itu untuk mereka yang lemah, Amin.





Sumber: Renungan Harian Anggur Baru





dilihat : 461 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution