Rabu, 19 Desember 2018 14:01:47 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 235
Total pengunjung : 452005
Hits hari ini : 1695
Total hits : 4162202
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -IMAN SEJATI TIDAK LAHIR DARI MUJIZAT
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 12 September 2008 00:00:00
IMAN SEJATI TIDAK LAHIR DARI MUJIZAT
Lukas 16:27-31



Setelah mati orang kaya ini baru punya beban penginjilan. Ia meminta kepada Abraham agar Lazarus diutus ke rumah bapanya untuk menginjili 5 saudaranya (ayat 27-28) agar mereka jangan masuk ke neraka. Rupanya Abraham menolak permintaannya itu dengan alasan bahwa ada kesaksian Musa dan para nabi, namun orang kaya ini terus mendesak dengan alasan bahwa saudara-saudaranya akan bertobat kalau ada orang mati bangkit (ayat 30).



Menurut orang kaya ini: orang akan bertobat/beriman kalau melihat mujizat (orang mati bangkit). Namun perhatikan jawaban Abraham : ?Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.? Dengan kata lain Abaraham mau berkata bahwa kalau orang tidak percaya kepada firman Tuhan maka orang tidak akan percaya juga meskipun melihat mujizat. Dari sini kita mengerti sebuah kebenaran bahwa iman yang sejati haruslah lahir dari pendengaran akan firman Tuhan (Roma 10:17) dan bukan dari melihat mujizat.



Kalau kita peka melihat kekristenan sekarang ini, maka kita akan menemukan bahwa kekristenan telah bergeser dari firman Tuhan kepada mujizat. Orang lebih tertarik kepada mujizat daripada kepada firman Tuhan. Orang lebih senang menyaksikan acara?Kesembuhan Ilahi? daripada mendengarkan khotbah. Padahal mujizat tidak pernah melahirkan iman yang sejati.



Bangsa Israel banyak melihat mujizat dan tanda tangan ajaib tetapi mereka pernah berkata ?Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?? (Kel. 17:7). Di sini kita bisa belajar satu hal penting bahwa sekian banyak mujizat yang telah dilihat bangsa Israel ternyata tidak dapat menimbulkan iman yang sejati di dalam hati mereka. Ketika berhadapan dengan pergumulan hidup, maka semua mujizat itu terlupakan.



Jadi iman yang sejati tidak lahir dari penglihatan akan mujizat dan tanda-tanda heran. ?Iman? yang lahir dari mujizat akan segera berakhir kalau miujizat berakhir, tetapi iman yang lahir dari firman Tuhan akan tetap bertahan dalam berbagai sikon dan pergumulan hidup.

Bangunlah iman Anda di atas Firman Tuhan, maka Anda sanggup menghadapi setiap persoalan hidup.



Bahan Pendalaman ;

1. Bagaimana sikap Anda pada saat mendengarkan firman Tuhan?

2. Adakah bagian khotbah atau firman tersebut yang berhasil membangun iman Anda?

3. Apakah Anda lebih yakin pada mujizat atau firman Tuhan?



Doa

Tuhan Yesus, buat aku mengerti firmanMu dan buat aku percaya pada kekuatan firmanMu, karena hal itu akan membuat imanku kokoh, Amin.





Pengirim: Warnatiadja.



Sumber: Renungan Harian Anggur Baru.



dilihat : 434 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution