Kamis, 19 Juli 2018 01:16:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 275
Total pengunjung : 406671
Hits hari ini : 2372
Total hits : 3707453
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Uang
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 09 September 2008 00:00:00
Uang
Amsal 3:9-10



"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."



Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 71; Ibrani 5; 2 Tawarikh 33-34



Salah satu berkat dan tanggung jawab yang Tuhan berikan dalam hidup kita adalah uang. Bagaimana kita dapat memakai uang dengan efektif?



Kita perlu memakai uang dengan setia dan bertanggung jawab. Alkitab mencatat bahwa orang yang tidak setia dengan perkara kecil, ia juga tidak setia dengan perkara besar. Bila ia tidak benar dengan perkara kecil, ia juga tidak benar dengan perkara besar. Ketidaksetiaan terhadap uang yang Tuhan percayakan dalam hidup kita akan menjauhkan kita dari kekayaan atau dari tanggung jawab yang lebih besar.



Kita perlu memakai uang untuk memuliakan Tuhan. Sepersepuluh dari penghasilan kita adalah milik Tuhan. Oleh sebab itu, kita perlu memberikan persembahan persepuluhan untuk pekerjaan Tuhan. Tuhan menyukai orang yang memberi dengan sukarela dan sukacita. Pemberian kita hendaknya jangan karena kewajiban tetapi karena kasih.



Kita perlu memakai uang untuk melayani sesama. Tanda kasih kita kepada Tuhan adalah mengasihi sesama. Kasih tidak dapat dipisahkan dari pemberian. Semakin mengasihi, semakin kita mudah untuk memberi. Kita perlu memberi kepada orang-orang yang dalam kebutuhan. Memberi tidak hanya bermanfaat bagi yang diberi, tetapi juga bagi si pemberi. Memberi dapat membebaskan kita dari roh ketamakan. Akibatnya, kita tidak lagi terikat pada harta atau kekayaan.



Kesetiaan dan ketaatan dalam mengelola berkat yang kita terima adalah bentuk tanggung jawab kita kepadaNya.





Dari: Lidya

Sumber: www.jawaban.com



dilihat : 384 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution