Selasa, 20 Agustus 2019 23:23:46 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520079
Hits hari ini : 1951
Total hits : 4882006
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -KEKHAWATIRAN TIDAK MENGHASILKAN APAPUN
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 23 Juli 2008 00:00:00
KEKHAWATIRAN TIDAK MENGHASILKAN APAPUN
Matius 6:25



?Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akkan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai?.. ?



Saat kita khawatir tentang sesuatu, pemikiran-pemikiran dan emosi-emosi kita berpusat pada peristiwa-peristiwa yang belum terjadi. Seperti yang pernah dikatakan Mark Twain: ? Saya sudah tua dan telah mengalami banyak masalah besar, tetapi sebagian besar darinya tidak pernah terjadi.? Kekhawatiran adalah salah satu yang paling merusak dari semua kebiasaan manusia karena mengurangi efektivitas kita dalam bidang-bidang kehidupan lainnya.



Kekhawatiran sepenuhnya bersifat pasif; tidak menghasilkan apapun. Dilain pihak, kekhawatiran membuat kita sakit secara mental maupun fisik; dan menghalangi kita untuk menjalani kehidupan seperti yang Tuhan inginkan.



Bila kita memikirkan tentang segala sesuatu yang membuat kita khawatir, maka kita akan menemukan bahwa hal yang sering membuat kita khawatir adalah hal-hal kecil (yang kita anggap besar), yakni: hal-hal yang atasnya kita tidak memiliki kendali karena hal ini ada dalam kendali Tuhan.



Oswald Chambers menulis: ?Kekhawatiran tidak hanya salah; kekhawatiran adalah ketidakpercayaan; kekhawatiran berarti kita tidak percaya bahwa Tuhan dapat menyelesaikan rincian praktis kehidupan kita, dan tidak pernah apapun selain rincian itulah yang menjadikan kita khawatir.?



Yesus mengajukan pertanyaan retoris, ?Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?? (Mat. 6:27). Itu berarti, kekhawatiran dapat merampas kesejahteraan hati kita, dan merampas panjang hidup kita. Apakah kita sedang mengatur kehidupan kita dengan begitu hati-hati sehingga kita meninggalkan Tuhan di luar prose situ? Jika demikian, kita mungkin khawatir secara berlebihan.



Kita sedang bergantung pada kemampuan kita sendiri, dan kita mengira bahwa kita kehilangan banyak (gagal) jika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.



Jelaslah bahwa penawar bagi kekhawatiran adalah mempercayai Tuhan untuk menyelesaikan hal-hal kecil dalam kehidupan kita. Alkitab berkata :? Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu? (1 Ptr. 5:7). Jangan sampai kita dikuasai kekuatiran karena kekuatiran tidak ada gunanya.



Bahan Pendalaman :

1. Apakah yang dihasilkan kekuatiran terhadap saudara?

2. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap kekuatiran?

3. Apa yang sedang saudara kuatirkan saat ini?



Doa :

Tuhan Yesus, hanya dengan menyerahkan hidup kepadaMu, maka kekuatiran akan hilang dalam hidup saya, Amin.





Pengirim : Ribka Tiny W.



Sumber : Renungan Harian Anggur Baru



dilihat : 451 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution