Kamis, 19 Juli 2018 01:23:39 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 275
Total pengunjung : 406671
Hits hari ini : 2400
Total hits : 3707481
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Saringan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 11 Juli 2008 00:00:00
Saringan
Hakim-hakim 7: 1-25

Matius 22: 1-14



Perenungan saya berkaitan dengan banyak hal yang saya dengar hari ini. Hari ini sudah 3 kali saya mendengar kata "saringan".



Yang pertama, dalam suatu persekutuan doa, ada yang memimpin doa supaya kiranya Tuhan memanggil orang-orang yang hendak dipakai Tuhan di gereja "x" dan menyaring orang-orang yang tidak mengerti visi di gereja "x".



Yang kedua, dalam suatu rapat besar dikatakan ada beberapa proses saringan seseorang jika ingin di pakai di gereja "x" yaitu saat pertama seseorang menerima Yesus atau yang tidak menerima dia maka orang itu akan di saring, yang berikutnya saringan saat ia di terima di suatu sekolah teologia tertentu atau tidak di terima, lalu saringan yang berikutnya apakah orang tersebut bisa lulus dari sekolah teologia itu atau tidak, dan juga apakah setelah lulus ia dianggap layak untuk bergabung di "gereja besar" itu atau tidak dan terakhir apakah ia sanggup bertahan mengerti visi dari gereja tersebut atau tidak, jika tidak maka ia akan di saring. Seorang pemimpin menjelaskan kalimat Yesus bahwa banyak yang terpanggil namun sedikit yang terpilih, begitulah proses saringan yang Tuhan kerjakan.



Lalu pada pertemuan berikutnya atau yang ketiga, dalam pertemuan yang lebih kecil di singgung lagi kata saringan tersebut.



Hanya ada dua ayat Alkitab yang berbicara secara tegas tentang saringan, yang lain kurang begitu tegas. Dua ayat Alkitab tersebut adalah:



1. Hakim-hakim 7:1-25, bagaimana Tuhan menyaring orang Israel yang jumlahnya banyak yakni dari 32.000 orang yang maju akhirnya di seleksi hanya 10.000 yang

layak, lalu di saring lagi hanya 300 orang yang layak perang melawan tentara Midian.

2. Matius 22: 14, "sebab banyak yang terpanggil tetapi sedikit yang terpilih".



Yang menjadi pertanyaan, tepatkah dua bagian ayat tersebut?



1. Hakim hakim sedang berbicara tentang pemurnian. Orang-orang yang mengalami penyaringan adalah orang-orang yang tidak masuk kualifikasi alias orang yang penakut dan orang yang tidak layak untuk berperang. Bolehkah ini di jadikan contoh untuk gereja atau persekutuan menyeleksi pengurus, majelis atau hamba Tuhannya?



Bisa ya jika orang yang di seleksi tidak layak secara iman atau keteladan hidupnya jelek, tetapi bisa juga tidak tepat jika orang-orang tersebut sudah bertobat namun karena kebutuhan pengurus, majelis atau hamba Tuhan hanya di terima sedikit yakni 5 orang sementara yang mendaftar 15 orang maka kita tidak dapat mengatakan mereka yang tidak di pilih di saring Tuhan. Memang Tuhan berdaulat dalam memilih mereka namun alangkah tidak cocok jika contoh ini di paralelkan dengan kisah Gideon memilih tentaranya.



2. Dalam Matius konteks ayat ini adalah perjamuan kawin yang merupakan perumpamaan mengenai kerajaan Allah. Banyak yang di undang tetapi sedikit yang berespon dan ini berkaitan dengan keselamatan. Keselamatan tidak untuk semua juga tidak untuk kebanyakan orang. Maka ayat ini tidak bisa diambil untuk menjadi contoh bahwa ketika terjadi perbedaan pendapat dan perpecahan dalam gereja mereka yang keluar dari gereja tersebut di saring oleh Tuhan.



Bahkan pada waktu Barnabas dan Paulus berselisih paham soal apakah Yohanes Markus mau di bawa serta dan Paulus tidak setuju, Alkitab tidak pernah mengatakan Barnabas di saring oleh Tuhan. Pada akhirnya Paulus yang salah menilai Yohanes Markus dan terbukti di kemudian hari Injil Markus di tulis oleh Yohanes Markus yang menunjukkan betapa banyak perubahan dalam diri Markus.



Memang kita percaya akan kedaulatan Tuhan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu namun bukan berarti Tuhan "membuang" atau "menyaring" mereka yang sudah bertobat dari pekerjaan Tuhan. Bahkan orang yang melakukan dosa percabulan di dalam jemaat dikatakan oleh Paulus agar orang itu di serahkan pada iblis agar tubuhnya binasa tetapi rohnya di selamatkan pada hari Tuhan. Mereka ini mendapat disiplin atau ekskomunikasi dari gereja tetapi mereka bukan di saring atau dibuang.



Tidak tepat bukan jika kita katakan bahwa karena perbedaan pendapat Martin Luther di saring oleh Tuhan dari gereja Khatolik pada waktu itu, juga tidak tepat jika dikatakan gerakan kharismatik di saring Tuhan dari gereja Prostestan yang lebih dulu sudah ada. Mengapa gereja sulit melihat mana yang tepat sebagai suatu saringan dan yang tidak tepat di sebut sebagai yang bukan.



Bagaimana dengan saya, apakah saya juga memakai istilah-sitilah rohani secara tidak tepat? Apakah yang harus saya lakukan untuk melihat kehendak Tuhan? Ini menjadi perenungan panjang.





Oleh : Robin Simanjuntak



Sumber : http://robinsimanjuntak.blogspot.com/2007/06/saringan.html

dilihat : 375 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution