Minggu, 16 Desember 2018 13:45:08 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 149
Total pengunjung : 450979
Hits hari ini : 1141
Total hits : 4154326
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Seksualitas dan Spiritualitas
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 06 April 2008 00:00:00
Seksualitas dan Spiritualitas
Bisnis pornografi lewat media internet telah berkembang menjadi bisnis raksasa yang bernilai jutaan dolar.



Belum lama ini, Pemerintah mengeluarkan sebuah undang-undang yang mengatur masalah pornografi di internet.



Tetapi herannya justru saat ini bermunculan banyak gambar artis berpakaian minim di media maya.



Saya setuju dengan dikeluarkannya undang-undang yang mengatur tentang pornografi di internet walaupun memang itu tidak sepenuhnya menjamin pornografi tidak lagi dapat diakses lewat media maya.



Pernahkah Anda bertanya mengapa banyak pria begitu terobsesi dengan pornografi ?



Pernahkan Anda bertanya mengapa pria dan wanita begitu terdorong untuk menyatu secara seksual ?



Mengapa seorang Pendeta menghancurkan reputasi pelayanan yang dibangunnya seumur hidup karena sebuah perselingkuhan dengan seorang wanita yang ditolongnya dalam konseling ?



Mengapa seorang Presiden membuang legitimasinya untuk sebuah tarikan seks sesaat dengan seorang pegawai wanitanya ?



Apa yang sebenarnya kita cari melalui seks ?



Kata seks berasal dari kata kerja dalam bahasa latin yang berarti dorongan untuk menyatu, untuk memulihkan kesatuan yang telah putus.



G.K. Chesterton berkata bahwa setiap pria yang mengetuk rumah bordil itu mencari Allah.



Hasrat seks merupakan sebuah dahaga akan transendensi, sebuah pencarian akan kesatuan dan persekutuan dengan Allah yang menciptakan kita.



Seksualitas dan spiritualitas merupakan dua hal yang sangat terkait.



Dan B. Allender menulis, ? Seperti halnya ketika kita mengalami sukacita yang dalam ketika kita melepaskan diri kita dan menyatu ke dalam kesatuan dengan pasangan kita, kita juga akan mengalami sukacita yang tertinggi ketika kita menjadi satu dengan dengan Yesus Kristus dalam sebuah kesatuan yang membawa kepada sukacita yang tak terpahami.?



Menurut Philip Yancey, sayangnya tidak banyak orang yang berpaling kepada gereja untuk mendapatkan perspektif yang benar tentang makna sejati dari seksualitas manusia karena mereka memandang gereja sebagai musuh seks.



Allah tidak menentang seks sebab Dia sendirilah yang menciptakannya.



Ketika kita mengalami sebuah hasrat seks, kita tidak perlu merasa bersalah.



Terimalah hal itu sebagai undangan untuk lebih dalam lagi mengenal Allah.



Doug Banister mengatakan, ?Setelah disingkapkan misterinya, hasrat seks menjadi sebuah karunia, sebuah bisikan dari dalam yang mengundang saya untuk memperlambat dan melihat ke dalam hati saya.?



Martin Luther memberikan sebuah nasehat tentang hawa nafsu : ?Hawa nafsu itu beban yang serius dan Anda harus menolak dan melawannya. Tetapi setelah Anda mengatasinya lewat doa maka hawa nafsu justru akan membuat Anda lebih sering berdoa dan bertumbuh dalam iman.?



Pornografi jelas termasuk dalam dosa hawa nafsu sehingga itu harus kita lawan.



Sama seperti obat-obatan, pornografi memang dapat memberikan kepuasan yang sesaat tetapi bisa menimbulkan kecanduan dan seringkali merusak hubungan yang sejati.



Wanita yang mendapati suaminya menikmati pornografi akan merasa ditolak dan tidak dihargai.



Sebelum bertobat, saya dulunya merupakan seorang pecandu pornografi.



Setelah mengenal Tuhan saya memutuskan untuk meninggalkan dan membakar semua buku dan gambar porno yang saya punya.



Dalam perjalanan, saya kadang jatuh kembali ke dalam kebiasaan lama tersebut terutama lewat media internet.



Tetapi oleh kasih karuniaNya dan melalui doa, akhirnya saya berhasil untuk tidak menerima tawaran pornografi yang hanya memberikan kepuasan sesaat ini.



Bagi saya kepuasan sejati yang saya dapatkan melalui persekutuan dengan Allah jauh lebih berharga dibandingkan kepuasan sesaat yang diberikan oleh pornografi !



Oleh : Sunanto Choa.

dilihat : 392 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution