Senin, 16 Juli 2018 23:29:23 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 153
Total pengunjung : 406089
Hits hari ini : 1786
Total hits : 3701456
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hidup dari Firman Tuhan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 08 Maret 2008 00:00:00
Hidup dari Firman Tuhan
Sekelompok katak berjalan melewati hutan, dan dua di antaranya terperosok ke dalam sebuah sumur yang dalam. Katak yang lain berkumpul di sekitar sumur itu. Ketika mereka melihat betapa dalamnya sumur itu, mereka berkata pada kedua katak itu sebaiknya mereka mati saja. Kedua katak itu tidak menghiraukan komentar kawan-kawannya itu dan berusaha melompat keluar dari sumur dengan segenap kekuatan mereka. Katak-katak yang lain berteriak agar mereka menyerah, sebaiknya mereka mati saja. Akhirnya salah satu katak mengikuti yang diteriakkan teman-temannya dan menyerah. Ia jatuh dan mati.



Tetapi katak yang satunya terus coba meloncat sekuat ia bisa. Sekali lagi, kawan-kawannya berteriak agar katak itu menghentikan usahanya yang sia-sia dan mati saja seperti katak yang telah mati lebih dulu. Tetapi katak itu berusaha makin kuat dan akhirnya berhasil keluar. Setelah berada di luar, katak-katak yang lain bertanya, "Kau dengarkah teriakan kami?", Katak itu tidak mengerti perkataan kawan-kawannya dan berusaha menjelaskan pada mereka bahwa ia tuli. Hal ini yang menyebabkan ia mengira bahwa saat kawan-kawannya itu menyuruh dia menyerah dia pikir sedang menyemangati dia terus menerus.



Cerita ini mengajarkan kita tiga hal:

1. Lidah kita memiliki kekuatan mati dan hidup. Kata-kata yang membangkitkan semangat dapat menolong seseorang melewati kesusahannya.

2. Selain dapat mendukung, kata-kata dapat juga meruntuhkan semangat dapat membunuh orang itu. Hati-hatilah pada apa yang Anda ucapkan. Berbicaralah positif pada orang-orang yang Anda jumpai. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini tidak boleh demikian terjadi. (Yakobus 3:9-10).

3. Janganlah kita mendengarkan perkataan dunia, tetapi dengarkanlah perkataan Tuhan. Karena FirmanNya dapat menciptakan segala keadaan baik bagi kita. Biarlah kita menjadikan cemooh dan intimidasi manusia dan iblis sebagai pemicu agar kita makin teguh dalam iman, pengharapan dan kasih Kristus. Jangan karena bertelinga kita menjadi kuatir, jangan karena bermata kita berdosa (Mat 5: 28-30).



Ilustrasi di atas mengingatkan saya mengenai pengalaman yang dialami Yesus pada saat Dia berpuasa di padang gurun. Waktu itu iblis berusaha membuat Yesus terpancing untuk mengubah batu untuk menjadi roti. Jawaban Yesus sangat sempurna, Ia berkata; "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan." Yesus mengerti bahwa iblis berusaha mengalihkan perhatian dengan mencoba menyuguhkan hal-hal yang kelihatannya masuk akal untuk dilakukan agar kita meninggalkan kehendak Tuhan dan dapat membuat manusia kehilangan kasih karunia Tuhan. Yesus tahu bahwa Dia sedang berpuasa dan mempersiapkan masa pelayananNya di dunia. Jadi tidak ada hubungannya antara berkuasa membuat batu menjadi roti dengan ibadah puasa yang sedang dijalani Yesus waktu itu? Bukankah mujizat itu dapat dilakukan nanti setelah masa puasa Yesus lewat? sama seperti saat Yesus membuat mujizat saat memberi makan lima ribu orang.



Demikian dengan kita, iblis selalu ingin menipu kita dan membuat kita hidup dalam daging. Membuat kita protes kepada Tuhan,"mengapa Engkau biarkan masalah-masalah terjadi dalam hidupku?" Sering juga kita berkata,"kalau Yesus Tuhan yang Maha Kuasa mengapa tidak melepaskan umatNya dari kesesakan? Inilah yang sering kita lakukan, menuntut hal-hal yang sekilas masuk akal untuk menghakimi kehendak Tuhan yang sempurna. Kita harus sadar bahwa akal budi kita sangat terbatas dan memiliki kelemahan. Sering sekali saya jumpai saat manusia bersikeras memaksakan kehendaknya atas kehendak Tuhan maka akan ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar dalam hidupnya. Roti berbicara mengenai ragi, makanan yang dapat basi, hal-hal duniawi, hikmat dunia, harta, kedudukan, kesenangan, ambisi, harga diri. Yesus tidak mau kita memiliki ketergantungan dengan duniawi. Banyak orang tidak dapat hidup saat kehilangan harta, kedudukan, kesenangan, cita-citanya gagal dan tenggelam dalam keputusasaan yang biasanya makin diperparah oleh tuduhan perkataan manusia dan bisikan iblis dalam pikiran kita. Jika orang kristen tahu akan kebenaran Tuhan maka tidak akan mempan dengan semuanya itu. Karena penghakiman adalah mutlak hal Tuhan. Yang paling parah adalah bila manusia menghakimi dirinya sendiri. Kebodohan rohani seperti ini sangat sukar sembuhnya!



Firman yang keluar dari mulut Tuhan berbicara mengenai Firman Tuhan termasuk diantaranya Janji Tuhan, Nubuatan, dan berbagai prinsip iman di dalamnya. Saat kita melakukan kehendak Tuhan iblis selalu tidak senang. Iblis selalu berusaha memutar balikkan keadaan. Ciri khas iblis selalu memakai kebenaran yang diambil sepenggal-sepenggal dan tidak seluruhnya agar kita menjadi bingung. Iblis puas bila kita melakukan salah satu kebenaran tetapi juga melanggar bagian kebenaran yang lain.



Hidup dari setiap Firman yang keluar dari mulut Tuhan berbicara mengenai hidup menurut Roh (Baca:Roma 8:1-17), karena Yohanes 1:1 menyatakan bahwa Firman itu adalah Tuhan sendiri. Roma 8 menggambarkan kehidupan Kristen itu sebagai kehidupan dalam Roh Kudus. Yaitu kehidupan yang dituntun, ditopang, diarahkan, dan diperkaya oleh Roh. Tanpa Roh Kudus kehidupan Kristen itu tidak akan mungkin. Adalah menakjubkan bahwa karunia Roh Kudus itu disertai "semua berkat lainnya". Roma 8:2 menyatakan bahwa Roh melalui "hukum Roh kehidupan dalam Yesus Kristus" (yaitu Injil)" membebaskan kita dari hukum dosa dan hukum maut". Pada ayat 1 Kelepasan itu bukanlah dari hukum Taurat itu sendiri (yang adalah baik, suci, benar dan rohani), tetapi dari perbudakan dosa dan dari penghukuman hukum Taurat. Dengan demikian Paulus menyatakan kemerdekaan Kristen yang membebaskan orang Kristen dari yang negatif dan memungkinkan mereka berubah menjadi positif melalui kuasa dan tuntunan Roh.



Metafora kata "berjalan" dalam Roma 8:4 terjemahan Inggris NKJ sangatlah menolong. Paulus berbicara tentang mereka yang "tidak berjalan menurut daging tetapi menurut Roh." Kemajuan dalam kehidupan Kristen dari kebanyakan dari kita lebih serupa dengan berjalan ketimbang terbang. Perkembangan rohani kita mungkin tidak spektakuler dari hari ke hari, tetapi tetap atau terus menerus. Tetapi perjalanan yang pesat pun, bisa terjadi hanya karena disanggupkan oleh Roh Kudus. Mereka yang hidup 'menurut Roh' tidak hanya punya kuasa untuk menang, tetapi juga memiliki pandangan yang semakin luas tentang apa yang penting dan mungkin dalam hidup. Seperti yang dialami Yesus saat menghadapi pencobaan di padang gurun pada saat itu. Yesus membuat iblis tidak berdaya karena Yesus memahami dan hidup di dalam Firman Tuhan. Inilah yang membuat pola pikir Yesus adalah pola pikir yang seturut dengan kehendak Tuhan (karena Firman) dalam Roh Kudus. Banyak saya temui orang kristen yang masih memiliki pola pikir duniawi, menggunakan hikmat dunia, percaya tahayul dan dikuasai roh kepercayaan turun temurun. Ada suatu kesaksian pada saat saya sedang berdebat mengenai kebiasaan ngidam pada orang hamil dengan seorang hamba Tuhan. Orang tersebut tidak berdaya saat saya berkata,"kenapa anak dari keluarga kami tidak ada yang ngiler malah sehat-sehat padahal orang tua kami dahulu sangat susah jangankan masalah ngidam, bisa makan saja sudah bersyukur?" Fenomena-fenomena tradisi kepercayaan yang tidak masuk akal dan iman semacam ini dan mungkin masih banyak yang lainnya, terlihat konyol jika dipandang dari sisi kebenaran Tuhan ataupun logika. Tetapi nyatanya juga banyak terjadi dan menguasai kehidupan banyak orang Kristen.



Roma 8:5 berkata mengenai pola berpikir demikian,"Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh." Petrus bukanlah orang jahat. Ia hanya salah menempatkan pikirannya. Jadi teguran yang sangat keras dari Yesus : "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan, melainkan apa yang dipikirkan manusia."(Mat 16:23). Murid ini tidaklah menjadi jahat secara lahiriah, tetapi ia sedang melihat sesuatu dari perspektif duniawi. Dan sudut pandang tersebut mengeluarkan hidupnya dari pusat kehendak Tuhan. Yakobus dan Yohanes mempunyai "sakit mental" yang sama ketika mereka mengutus ibu mereka untuk meminta dua tempat utama dalam kerajaan bagi mereka berdua. Mereka itu menurut bahasa Paulus, "memikirkan hal-hal yang bersifat daging" tentang posisi dan kekuasaan, dengan demikian tidak serasi dengan suasana rohani. Akibatnya, hiudp mereka tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.



Memikirkan "hal-hal yang dari daging" tidak hanya menunjuk pada pemikiran dan tindakan yang kita anggap hawa nafsu yang kotor. Orang-orang semacam itu mungkin memiliki maksud yang baik dan bahkan mungkin adalah anggota jemaat atau bahkan pengurus jemaat, tetapi pandangan mereka terbentuk oleh kehidupan ini. Jadi jalan daging, dalam garis metafora Paulus pada Roma 8:4, ialah suatu cara menjalani hidup seperti yang diungkapkan Paulus dalam Roma 12:2. Mereka yang hidup menurut Roh melakukan dan memikirkan hal-hal yang dari Roh. Tetapi mereka yang memusatkan pikiran pada hal rohani tidak sedikit yang akhirnya tertarik dengan hal-hal duniawi kemudian terseret olehnya. Ini dikarenakan unsur ketekunan dan kesetiaan agar tetap hidup menurut Roh kurang diperhatikan dan tidak berjaga-jaga selalu. Ingat! Peperangan kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan roh-roh jahat di udara, meskipun iblis seringkali melalui darah dan daging (manusia) untuk berbuat jahat. Jadi area berperang kita bukan di bumi tetapi dalam pikiran kita. Bila kita menang atas pikiran manusiawi daging kita maka kita akan berpikir dan berjalan di dalam manusia roh kita bersama RohNya. Haleluya. Amin.



Pengirim : wilma lasut

dilihat : 536 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution