Senin, 17 Desember 2018 08:47:13 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 120
Total pengunjung : 451286
Hits hari ini : 817
Total hits : 4156141
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net - Menjadi Tertuduh
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 24 Januari 2008 00:00:00
Menjadi Tertuduh
Suatu hal yang tidak enak untuk dirasakan apabila dalam bagian alur kehidupan, kita harus merasakan sebagai seorang tertuduh dalam suatu perkara. Ada ketegangan pikiran di dalamnya- Semua tak boleh salah... Karena semua pernyataan kita, menjadi bahan kecurigaan bagi institusi yang lain...



Posisi kita menjadi tidak nyaman. Kita harus berpikir keras, untuk menyatakan yang benar dan/atau meyakinkan diri kita, apakah yang kita sampaikan adalah sebuah kebenaran atau sebuah kesalahan.



Terkadang, kita tak dapat mengelak untuk menyampaikan sebuah kenyataan, kita tak dapat menghadirkan suatu kebohongan, dan juga kita tidak dapat menciptakan suatu keindahan seperti yang orang banyak harapkan karena kita harus menyampaikan segala sesuatu apa adanya...



Nurani kita, adalah satu pribadi dalam diri kita yang tak dapat kita tolak pernyataannya. .. Meskipun pada sisi yang lain, kita mungkin harus menerima sebuah beban berat, karena orang lain "justru" menganggap kita sebagai pihak yang salah karena kita harus "menentang" arus yang datang.



Hakekat nyata seringkali justru membawa kita dalam kesulitan. Itu terjadi karena kita sulit untuk meyakinkan orang lain, bahwa apa yang kita katakan adalah sebuah kebenaran yang sebenar-benarnya, dan sebuah kejujuran yang sejujur-jujurnya. ..



Hak kita dirampas... Hak kita dijajah... Hak kita dipasung...



Apa untungnya menyampaikan sebuah kepalsuan? Apa indahnya apabila kita mempermainkan sebuah kebenaran? Apa yang ingin kita raih andai kita justru menciptakan suasana yang tidak sesuai dengan harapan banyak orang?



Tidak ada...



Bila kita menyampaikan suatu kepalsuan, apabila kita mempermainkan kebenaran, dan apabila kita tidak menciptakan suatu suasana yang tidak seusai dengan harapan banyak orang, kita hanya menanam benih siksa hati di masa yang akan datang...



Kita akan menerima dan merasakan hal yang sama, bahkan jauh lebih menyakitkan, yang akan dilakukan oleh orang lain, kepada kita...

Kita akan menanggung.. . Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai...



Ingatlah selalu, apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai... Segala dusta mungkin tak dapat dilihat atau menarik perhatian orang lain. Tapi, percayalah.. . kebenaran akan nyata pada masanya...



Dan rasa malu harus ditanggung, karena menistakan orang lain untuk kesenangan alam pikiran diri sendiri, adalah sebuah kebodohan yang seharusnya tidak dilakukan.



Ada masa untuk menabur, ada masa menuai... Jangan sampai kita menuai hal yang tidak baik dan tidak menyenangkan di masa yang akan datang...





God Bless You everybody...





.Ir. Sarlen Julfree Manurung

dilihat : 388 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution