Sabtu, 21 Juli 2018 09:06:44 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 42
Total pengunjung : 407267
Hits hari ini : 280
Total hits : 3713219
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Doa yang berkenan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 19 Januari 2008 00:00:00
Doa yang berkenan
Doa yang berkenan

I Timotius 2:8-15.



Doa adalah nafas hidup orang percaya. Bicara soal nafas berarti bicara soal kehidupan, setiap orang yang hidup pasti bernafas jika tidak itulah yang disebut dengan kematian. Maksudnya ialah jika kita ingin di sebut orang kristen yang hidup maka kita harus berdoa selalu berdoa dalam kehidupannya.



Jika kita berdoa maka kita sedang membangun komunikasih dengan Allah, membangun komunikasih itu berarti kita membangun hubungan pribai dengan Allah pencipta kita. Lalu bagaimana supaya doa kita berkenan dan layak dihadapan Allah ?



Ada dua hal yang Rasul Paulus menasihatkan mengenai sikap, agar berkenan kepada Allah Yang pertama adalah yang harus di lakukakan dengan tangan yang suci (Ayat 8). Kata suci itu berarti kudus, saleh (tidak bercacat cela di hadapan-Nya). Doa dengan tangan yang suci ini adalah tuntunan Allah bahwa supaya doa kita berkenan kita harus memiliki kehidupan yang kudus dan tercela di hadapan-Nya.



Dimana kita harus menjauhkan diri dari dosa dan menaati semua perintah-Nya yang dijelaskan dalam Alkitab. Dalam (Mazmur 24:3-5), dijelaskan Allah hanya bersekutu dengan orang yang bersih tangannya. Sedangkan dalam (II Samuel 22:21-22), dijelaskan bahwa Allah ingin kita memiliki kesucian tangan. Dari kedua Ayat di atas, maka artinya adalah mengikuti semua jalan-jalan Tuhan (ketetapan-katetapan-Nya).



Yang Kedua, adalah doa harus dilakukan dengan tanpa marah-marah atau berselisih (Ayat. 8). Marah berarti murka, geram. Sedangkan Selisih artinya pertikaian percekcokan. Allah tidak ingin kita berdoa dengan muram, marah-marah atau berselisih paham. Mengapa demikian ? Karena Allah ingin supaya kita tidak berbantah-bantahan. (Filipi 2:14 dan Yesaya 58:3-4) dijelaskan kalau kita berdoa kita tidak boleh berbantah-bantah dan berkelahi.



Allah ingin sewaktu kita berdoa memiliki hubugan yang baik dengan sesama. (Markus 11:25), dijelaskan bahwa saat kita berdoa kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita.



Jadi supaya doa kita berkenan kepada Allah maka kita harus berdoa dengan tangan yang suci dan melakukannya dengan tidak marah-marah atau sedang dalam perselisihan.



Parman. S Th.

(Penulis adalah staf dan penanggung jawab biro pendidikan STTI Efrata-Waru,Sidoarjo,Jatim)

dilihat : 362 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution