Kamis, 20 Juni 2019 08:16:38 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 109
Total pengunjung : 515097
Hits hari ini : 773
Total hits : 4728174
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Persembahan P E R P U L U H A N
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 05 Januari 2008 00:00:00
Persembahan P E R P U L U H A N
Efesus 5 : 20 : Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada ALLAH dan BAPA kita.



Ketika seorang Kristen telah memiliki penghasilan sendiri, telah ditentukan bagi mereka agar kiranya dapat menyerahkan kembali sepersepuluh bagian dari penghasilan atau gaji sebagai persembahan ucapan syukur kepada Tuhan.



Pemberian persembahan perpuluhan dapat diartikan sebagai tanda kita ?mengingat? segala kebaikkan Tuhan, yang telah memberikan kita berkat melalui penghasilan maupun gaji yang telah kita dapatkan. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita, sebagai anak-anak dan hamba Tuhan, menyerahkan kembali bagian yang merupakan hak Tuhan dalam bentuk persembahan ucapan syukur.



Penyampaian persembahan sebagai ucapan syukur telah terjadi semenjak jaman Adam dan Hawa masih hidup di bumi ini. Namun hakekat penyampaian persembahan (terutama dalam bentuk persembahan perpuluhan) kepada Tuhan, dinyatakan dalam Kitab Amsal 3 : 9, yang berbunyi : Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilannmu.



Firman Tuhan dalam Amsal 3 : 9 tersebut isinya mengingatkan agar setiap orang yang beriman kepada Tuhan Yesus tidak melupakan Tuhan pada saat mereka telah memiliki harta kekayaan, dan kiranya juga tidak lalai untuk memberikan persembahan ketika kita telah memiliki penghasilan sendiri yang ditandai dengan menerima penghasilan berupa gaji pertama dari hasil bekerja.



Sedangkan ungkapan tentang jumlah sepersepuluh bagian itu pertama kali disebutkan pada kitab Kejadian 14 : 20b, yang berbunyi : Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya...



Peristiwa yang melatar-belakangi tindakan yang dilakukan Bapak Abraham tersebut, terjadi ketika Bapak Abraham memberikan sepersepuluh bagian harta rampasan setelah menang berperang melawan Kedorlaomer dan para raja-raja di Timur kepada Melkisedek, raja Salem yang juga seorang imam Allah Yang Maha Tinggi.



Ayat tersebut menyatakan bahwa Bapak Abraham memberikan sepersepuluh dari seluruh harta rampasan yang didapatkannya.



Pemberian persembahan ucapan syukur perpuluhan yang jumlahnya setara dengan sepersepuluhan bagian dari penghasilan yang kita peroleh, adalah tindakan yang mencontoh teladan dari apa yang dilakukan Bapak Abraham tersebut.



Pada sejumlah denominasi Gereja dunia memberi arahan atau ketentuan agar setiap Jemaat yang ingin memberikan persembahan perpuluhan, yaitu diserahkan adalah sepersepuluh bagian dari penghasilan atau gaji pertama yang diperoleh. Dalam hal ini, denominasi Gereja tersebut, mengadopsikan isi Firman Tuhan yang tercantum dalam Amsal 3 : 9.



Namun banyak juga orang yang mengadopsi isi Firman Tuhan seperti yang tercantum dalam kitab Kejadian 14 : 20b, sama seperti yang dilakukan Bapak Abraham.



Kedua bentuk penyampaian persembahan perpuluhan tersebut tidaklah salah. Semuanya baik dan dapat berkenan dihadapan Tuhan karena Tuhan pasti melihat dan memperhatikan segenap kebaikkan hati, kerelaan, dan ketulusan orang-orang yang menyampaikan persembahan sebagai sebuah pernyataan syukur kepadaNya.



Hal ini sesuai dengan bunyi Firman Tuhan dalam II Korintus 9 : 7 yang menyatakan : Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.



Berdasarkan pengetahuan yang saya miliki, Firman Tuhan memang tidak menuliskan kenapa jumlah persembahan ucapan syukur itu besarnya adalah sepersepuluh bagian dari penghasilan yang kita peroleh.



Lalu, muncul sejumlah pertanyaan lainnya :



Siapa sajakah yang patut memberikan persembahan perpuluhan tersebut?



Firman Tuhan yang tercantum dalam Bilangan 18 : 21 menyatakan : Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku (Allah) berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan diantara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaannya yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan (Kaabah).



Berdasarkan isi dari ayat Firman Tuhan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pihak-pihak yang patut memberikan persembahan perpuluhan adalah seluruh orang-orang Israel. Untuk masa sekarang ini, pihak yang wajib memberikan persembahan perpuluhan termasuk juga orang-orang percaya lainnya, seperti kita.



Kepada siapakah persembahan perpuluhan itu diserahkan?



Sesungguhnya Firman Tuhan yang tercantum dalam Bilangan 18 : 21 tersebut telah menyatakan bahwa persembahan perpuluhan tersebut diserahkan kepada kaum bani Lewi yang diangkat sebagai imam di Kemah Pertemuan.



Apabila dikaitkan dengan perkembangan kehidupan iman Kristen pada saat ini, maka persembahan tersebut diserahkan kepada imam-imam pemimpin Jemaat dimana Jemaat tersebut namanya dicatat sebagai anggota Gereja.



Pemaparan lebih lanjut dari isi Firman Tuhan yang tercantum dalam Bilangan 18 : 21 dituliskan pada kitab Ibrani 7 : 1 ? 10, khususnya Ibrani 7 : 5, yang berbunyi : Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel?



Kemanakah persembahan perpuluhan tersebut diserahkan?



Persembahan perpuluhan tersebut diserahkan ke Bait Suci atau ke Gereja. Penjelasan akan hal itu tercantum dalam kitab Maleakhi 3 : 10 yang bunyinya : Bawalah seluruh persembahan- persembahan itu kedalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKU...



Kalau di lihat dari sisi kewajaran, memang sudah sewajarnya kalau kita menyerahkan persembahan perpuluhan tersebut kepada Gereja tempat dimana kita telah terdaftar dan dibaptiskan atau di Gereja dimana kita aktif beribadah.



Namun itu bukan berarti kita dilarang atau tidak diperbolehkan untuk memberikan persembahan perpuluhan kita kepada denominasi Gereja lain, karena memang yang membedakan keberadaan Gereja-Gereja hanyalah denominasi semata.



Siapa sajakah pihak yang akan menggunakan persembahan perpuluhan itu?



Firman Tuhan dalam II Korintus 9 : 12 menyatakan : Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada ALLAH.



Berdasarkan isi Firman Tuhan tersebut, maka dapat diketahui bahwa persembahan perpuluhan tersebut kemudian akan digunakan oleh orang-orang kudus atau para imam-imam pemimpin Jemaat dalam memperlancar tugas pelayanan mereka sebagai imam, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.



Ayat Firman Tuhan tersebut semakin diperjelas dengan adanya ayat Firman Tuhan lain yang tertulis dalam I Korintus 9 : 13 - 14 yang isinya :

Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?



Jadi jelas, kalau pihak yang akan mempergunakan persembahan tersebut adalah para pekerja di dalam Bait Allah atau Gereja



Perlu atau haruskah persembahan perpuluhan itu disampaikan oleh mereka yang beriman kepada Yesus Kristus?



Firman Tuhan yang ada dalam Matius 22 : 21b menyatakan :

Lalu kata Yesus kepada mereka : "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada ALLAH apa yang wajib kamu berikan kepada ALLAH."



Ketika Tuhan telah melimpahi kita dengan segenap berkat-berkatNya, maka sudah selayaknya setiap anak Tuhan yang telah mendapatkan limpahan berkat melalui penghasilan atau gaji yang didapatkannya, menyerahkan kembali sepersepuluh bagian dari yang mereka dapatkan. Nilai kelayakkan tersebut dinyatakan sebagai sebuah kewajiban atau keharusan, sama seperti perbuatan-perbuatan KASIH lainnya.



Oleh karena itu, menyampaikan persembahan perpuluhan juga merupakan sebuah keharusan dari setiap umat Kristen yang telah memiliki penghasilan.



Jadi, mulailah membiasakan diri untuk menyampaikan persembahan perpuluhan sebagai tanda ucapan syukur kita kepada Tuhan yang telah memberikan berkat melalui penghasilan atau gaji yang kita terima.



Tuhan memberkati kita semua







.Sarlen Julfree Manurung

dilihat : 440 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution