Kamis, 19 Juli 2018 18:55:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 192
Total pengunjung : 406880
Hits hari ini : 1080
Total hits : 3709288
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Meraih Damai Sejahtera
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 06 Oktober 2007 00:00:00
Meraih Damai Sejahtera
1 Petrus 5:7

?Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu?.



Mungkin banyak orang yang mampu mentaati berbagai perintah Tuhan, seperti jangan mencuri, berzinah, menyembah berhala, dan sebagainya. Tetapi satu hal yang kerap menyelimuti hati orang-orang percaya yakni, tentang kekuatiran atau ketakutan akan sesuatu. Kekuatiran dan ketakuatan merupakan benih yang kecil yang mampu menjungkirbalikan iman seseorang.



Benih yang kecil tersebut jika tidak buang, akan bertumbuh dan berkembang sehingga dapat merampas sukacita dan damai sejahtera kita. Sebab, kekuatiran dan damai sejahtera tidaklah dapat berjalan bersama-sama. Karena kedua hal tersebut sangat bertolak belakang. Kita tidak akan mendapat damai sejahtera jikalau kita kuatir.



Kapan kita dapat membuang kekuatiran tersebut sehingga damai sejahtera itu dapat kita miliki :



1. Waktu kekuatiran itu kita serahkan kepada Tuhan (1 Petrus 5:7). Allah adalah Allah yang bertanggung jawab. Dalam kekuatiran yang kita hadapi, Allah akan memelihara kita, dan memberikan jalan keluar.



2. Waktu kita menyadari, bahwa Allah selalu memelihara semua ciptaanNya (Matius 6:25-34). Kalau saja burung di udara, bunga bakung di padang Allah memeliharanya, apalagi kita sebagai manusia yang diciptakan serupa dan segambar denganNya.



3. Waktu kita dapat bertindak dan berserah kepadaNya (Filipi 4:6-7). Dengan meyakini untuk menerima apa saja pemberian yang dari Tuhan dalam pemahaman yang benar, bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah, pastilah yang terbaik bagi kita.



Hari ini kita diingatkan untuk tidak perlu takut dan kuatir. Namun, sebagai manusia itu merupakan perasaan yang manusiawi. Artinya, perasaan kuatir atau takut itu bukan merupakan dosa. Hanya saja kita jangan mau dikuasai oleh ketakuatan tersebut. Sebab, ketakutan seringkali dipakai iblis untuk menjerumuskan kita dalam perbuatan dosa yang dalam. Kita harus menggunakan hikmat Tuhan, dan memohon kekuatan dari Roh Kudus. Dengan demikian, damai sejahtera kita tak terampas oleh iblis.



Doa: PimpinanMu Bapa sungguh merupakan terpenting dalam kehidupan untuk meraih damai sejahtera yang sesungguhnya. Amin!



DALAM KEKUATIRAN TAK MUNGKIN ADA DAMAI SEJAHTERA



Sumber : "Dewi Kriswanti" echa_feup96@yahoo.com

dilihat : 379 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution