Rabu, 18 Juli 2018 15:29:45 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 163
Total pengunjung : 406557
Hits hari ini : 1187
Total hits : 3706268
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pelaku, Bukan Penonton
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 18 Juli 2007 00:00:00
Pelaku, Bukan Penonton
2 Petrus 1:5-8



Bukan maksud hendak mengkritik secara negatif atau mengutuk, tetapi kita melihatnya dimana-mana: kotor! Rasanya sudah bertahun-tahun kita diajarkan untuk hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, baik oleh para orang-tua dan guru-guru kita, maupun dari slogan-slogan kebersihan yang kita lihat bertebaran di berbagai tempat. Hasilnya: masih saja diantara kita -- ya! bahkan diantara anak-anak TUHAN?yang masih membuang sampah sembarangan. Entah di Gereja, KKR, seminar atau acara-acara lainnya. Jika sekarang Anda ditanya: apakah membuang sampah sembarangan adalah tindakan yang benar, tentunya Anda akan menjawab tidak, bukan? Semua orang pun akan menjawab demikian. Kenyataannya kita mendapati diri kita masih melihat banyak orang (bahkan barangkali Anda juga) membuang sampah di sembarang tempat. Semua ajaran dan slogan-slogan "jagalah kebersihan" hanya menjadi pemandangan belaka yang kita dengar dan kita lihat, tetapi tidak dilakukan.



Bagaimana dengan sikap kita terhadap iman dan pengajaran firman TUHAN selama ini? Apakah kita hanya menjadi penonton atau pelaku? Jika kita berkata bahwa kita memiliki iman kepada KRISTUS tetapi kelakukan kita menunjukkan sebaliknya, maka kita perlu meng-evaluasi diri kita secara lebih mendalam. Jika tindak-laku kita sama saja seperti orang-orang yang berada diluar KRISTUS, maka artinya iman kekristenan kita? Bila hal itu yang terjadi, maka tidaklah heran kehidupan kekristenan kita memiliki dampak yang kecil bagi orang-orang lain yang diluar KRISTUS.



Dalam teks Alkitab yang kita baca hari, ALLAH menghendaki agar kita menambahkan perbuatan dan tindakan-tindakan nyata kepada iman kita;



1. KEBAJIKAN,

2. PENGETAHUAN (belajar),

3. PENGUASAAN DIRI,

4. KETEKUNAN,

5. KESALEHAN (kekudusan)

6. dan KASIH.



Semua hal tersebut bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan tindakan nyata yang dapat dilihat, dapat didengar dan dapat dirasakan oleh semua orang. Melakukan perbuatan baik dan nyata adalah salah satu jalan untuk semakin mengenai TUHAN YESUS KRISTUS.



Perbuatan-perbuatan YESUS selalu sejalan dengan apa yang IA katakan dan percayai, oleh karenanya demikian pula-lah hendaknya dengan diri kita?apa yang kita percaya, perkataan dan tindakan kita di dalam KRISTUS selalu sejalan. Di dunia ini, perbuatan kita berbicara lebih keras dan berpengaruh lebih kuat daripada perkataan kita.



Sebuah kisah nyata:



Suatu kali ditengah krisis ekonomi yang mengguncang AS di tahun 1930an, hiduplah sebuah keluarga sederhana di kota Chicago. Kerasnya persaingan mencari kerja, membuat sang ayah harus berangkat dari rumah pagi-pagi sekali, lalu bersepeda menuju stasiun kereta api, berangkat dengan kereta pertama menuju kota lain dimana pabrik tempat ia bekerja berada. Setiap pagi istrinya akan membungkuskan 1 buah sandwich yang akan menjadi bekal sarapan di kereta, sekaligus makan siangnya.



Suatu ketika sang ayah bangun terlambat. Ia menjadi sangat panik, karena hari itu akan diadakan audit buruh dan bila hasilnya buruk, ia bisa kehilangan pekerjaannya. Dengan terburu-buru ia berangkat ke stasiun. Karena terlambat, stasiun kereta sudah ramai dengan banyak orang. Sang ayah kesulitan untuk berlari ke peron keretanya. Tiba-tiba ia melihat seorang anak kecil tertubruk oleh orang lain yang juga sedang terburu-buru bergerak. Tas sekolah anak itu jatuh ke lantai dan semua buku dan alat tulisnya berhamburan, bahkan bekal makan siangnya. Keadaan menjadi makin parah karena barang-barang itu tertendang orang kesana kemari yang tidak peduli terhadap anak itu. Sang ayah melihat kejadian itu dan meneruskan jalan menuju peronnya. Namun hati kecilnya terusik. "Bukankah aku, sebagai orang Kristen, tidak boleh diam saja melihat kejadian ini?" Tetapi jika ia menolong anak ini, maka ada resiko ia akan tertinggal kereta dan terlambat di pabriknya, yang dapat berakibat penilaian buruk dari audit buruh. Setelah berpikir keras, maka sang ayah berbalik untuk menolong anak kecil itu.



Anak kecil itu bersusah payah mengumpulkan semua buku dan alat tulisnya yang berhamburan. Dengan terisak mencucurkan air mata, ia memandangi bekal makan siangnya yang telah hancur terinjak. Sang ayah membungkukkan badan dan membantu anak kecil itu mengumpulkan barang-barangnya. Setelah itu ia mengeluarkan bekal yang dibuat oleh istrinya dan memberikannya kepada anak kecil itu. "Ini buatan istriku. Mungkin engkau tidak terlalu suka rasanya, tetapi setidaknya bisa kau makan untuk siang hari nanti." Dengan terdiam anak kecil itu menerima bekal makan sang ayah. Sang ayah tersenyum dan bangkit berdiri, meneruskan jalan menuju peron kosong; keretanya telah berangkat. Ia sudah jelas akan terlambat tiba di pabrik.



Ketika baru berjalan beberapa langkah, sang ayah merasa tarikan di baju belakangnya. Ternyata si anak kecil tadi menarik bajunya.



Sang anak lalu berkata, "Maaf Pak, apakah anda TUHAN?"



Mari kita melakukan perbuatan-perbuatan nyata dalam hidup kita sebagai bukti dan pernyataan iman kita. Itulah bukti yang nyata iman kita kepada dunia. Secara pribadi marilah masing-masing kita mulai membuat janji/komitmen untuk hidup seperti yang ALLAH kehendaki. Mulailah dari hal-hal yang sederhana?seperti ramah, menjaga ucapan dan?tidak membuang sampah sembarangan! (catatan: memalukan bukan, jika area dimana orang-orang Kristen beribadah dan berkumpul malah menjadi sangat jorok setelah acara?). Mari kita pikirkan pula apa yang dapat COOL lakukan untuk bersama sama menjadi pelaku firman secara nyata, misalnya: mengunjungi panti-panti, membuat dapur umum dan sebagainya. Jangan kita mengubur iman kita dengan tidak melakukan apa-apa, tetapi mari terus melakukan hal-hal seperti yang dikehendaki TUHAN sehingga lalu banyak orang "melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan BAPAmu yang di Sorga" (Matius 5:16).



PENEGUHAN:



Bacalah bersama-sama 1 Petrus 1:8



Sumber : ditulis oleh : CS/2007.

dilihat : 387 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution