Rabu, 24 April 2019 13:37:32 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 234
Total pengunjung : 495300
Hits hari ini : 1847
Total hits : 4552898
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gambaran Yesus Sebagai Penjala Manusia
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 09 Mei 2007 00:00:00
Gambaran Yesus Sebagai Penjala Manusia
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Yesus itu biasa disebut dengan Anak Allah/Putra Allah, dalam bahasa Inggris disebut Son of God, karena Yesus lahir dari benih Allah yaitu Roh Kudus. Roh Kudus itu merupakan Roh Allah yg dititipkan dalam kandungan Maria sehingga akhirnya mengandung serta melahirkan bayi mungil yg diberi nama Yesus sebagai manusia yang sempurna tanpa dosa. Yesus datang ke dunia ini 2000 tahun yg lampau sebagai bentuk inkarnasi Allah, dimana Yesus merepresentasikan Allah yang tidak kelihatan wujud-Nya, dimana wujud tersebut masuk ke dalam diri Yesus yang lahir dari kandungan Bunda Maria. Yesus itu 100% manusia dan 100% Allah, Dia adalah Allah yang menjelma menjadi wujud manusia, dimana pada kitab Yohanes 1 disebut sebagai firman Allah yg hidup. Sebagai umat Kristiani kita semua meyakini bahwa Yesus sama dengan Firman Allah yang hidup. Dlm bahasa Inggris biasa disebut The Living Word of God. Sebagai Firman Allah yang hidup, Yesus melaksanakan tugasnya untuk menjadi penjala manusia, yang berarti ingin menuntun manusia yang telah berdosa untuk kembali ke jalan yang benar dan suci sesuai dengan kehendak Allah yang telah mengutus Yesus datang ke dunia ini.



Oleh sebab itu sebagai umat Kristiani kita semua seharusnya mempercayai dan mengimani bahwa tindakan serta perbuatan yang telah Yesus perbuat selama Dia hidup di dunia ini merupakan perwujudan tindakan yang Allah ingin Yesus perbuat. Karena Yesus merepresentasikan diri dari kepribadian Allah di dalam diri Yesus itu sendiri. Orang-orang Kristiani disimbolkan sebagai ikan, ketika Yesus memanggil murid-murid pertama-Nya, Dia bahkan menyebut mereka sebagai penjala manusia. Hal ini terdapat dalam Lukas 5 ayat 1 s/d 11, dimana Yesus mengatakan kepada murid-murid pertama-Nya: "Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan penjala manusia". Yesus mengharapkan kita semua yang telah dibaptis dan mengaku percaya dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus menjadi penjala manusia. Tugas apakah yang harus kita perbuat sbg penjala manusia? Kita dipanggil oleh Yesus untuk menjadi penjala manusia dan datang ke hadirat-Nya agar kita diberi kuasa dalam nama Tuhan Yesus untuk menang dari segala percobaan, godaan, roh-roh jahat, serta mendapat kasih karunia dan anugerah yang akan Dia berikan kepada kita yg telah menerima Dia sebagai Juru selamat dalam hidup kita.



Dalam hidup ini kita harus menghasilkan buah, karena kita sudah mendapat kasih karunia dan anugerah, maka kita mendapat jaminan akan keselamatan. Mari kita buka Yohanes 15 ayat 8 yg menulis demikian: "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku"



Kita harus menghasilkan buah sebagai bukti bahwa kita itu ditugaskan sebagai penjala manusia. Kita harus mau meraih kembali jiwa teman-teman kita maupun saudara-saudara kita dari kuasa maut yang mengancam kehidupan mereka yang penuh dengan perbuatan dosa. Kita harus mau mewartakan perihal Kerajaan Allah kepada orang-orang yang terhilang dan orang-orang yang hidup dengan gemerlapan dosa. Sebisa mungkin kita harus meraih jiwa-jiwa terhilang untuk berpaling kepada Tuhan dan hidup dgn kudus, karena Tuhan itu kudus. Saya tekankan disini, tugas utama sebagai penjala manusia harus dilakukan oleh gereja, dengan cara mewartakan injil dan firman Tuhan kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Juga dengan cara membaptis mereka yg mengaku percaya Yesus adalah Juruselamat mereka. Sebagai bagian dari gereja, kita sebagai jemaat dan anak-anak Allah sudah sepantasnya menjalankan peranan masing-masing sesuai dengan talenta yang kita miliki. Memang tugas untuk menjala manusia itu berat. Menjala manusia itu bukan hanya sekedar meraih kembali jiwa-jiwa orang yang sudah terhilang (dalam hal ini dikuasai oleh kuasa maut atau berada dalam kuasa kegelapan). Kita harus memahami, selain kuasa maut, ada lagi tugas menjala manusia lainnya, seperti mengentaskan kemiskinan, kebodohan, perpecahan, membantu sesama yang mengalami musibah banjir, tanah longsor, dan yang hidup dalam garis kemiskinan. Dalam hal ini peran serta gereja perlu dibuat maksimal, gereja tidak hanya mementingkan bagaimana caranya menambah banyak jumlah jemaat saja (kuantitas), akan tetapi dituntut juga bagaimana peran sertanya membantu dan menolong warga sekitar gereja yg hidup dalam garis kemiskinan, ikut serta merenovasi masjid, menyumbang tenaga dan pikiran dalam usaha mengadakan pendidikan gratis bagi masyarakat sekitar gereja.



Tugas menjala manusia bukan berarti mengharuskan seseorang dengan keyakinan berbeda sama kita untuk masuk memeluk agama yg kita anut, akan tetapi bagaimana kita berusaha dengan segenap tenaga dan akal berbuat yg terbaik untuk membantu sesama yang hidupnya dalam garis kemiskinan. Dengan demikian kita mencerminkan kasih Tuhan akan dunia ini yg tercermin dalam perbuatan kasih kita terhadap sesama selama ini. Menjadi pengikut Kristus berarti kita semua bersedia ikut ambil bagian dalam mewartakan Kristus sesuai dengan talenta yg telah Tuhan berikan bagi kita. Kita harus menjadi penjala manusia bagi sesama kita kapanpun dan dimanapun kita berada. Kita harus bersedia berkorban demi menyelamatkan sesama kita dari hidup penuh gemilangan dosa menuju hidup penuh kekudusan. Yang patut diperhatikan, kita jangan pernah memaksa mereka yang sudah bertobat untuk harus masuk memeluk agama yg kita anut. Biarkanlah mereka memilih yang apa yang terbaik bagi kehidupan mereka yg sudah bertobat. Kita sebagai penjala manusia harus mampu menebarkan jala yang kita sebar tersebut dengan penuh kasih, damai, sukacita, pengorbanan, ketulusan hati dan kejujuran hati. Jala yg sudah kita tebar biarkanlah berkembang apa adanya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi dimana kita menebar jala tersebut. Jika pada akhirnya berbuah, Bapa kita yang ada di sorga pasti akan dimuliakan dan dipuji oleh segenap orang yang mau percaya akan kuasa-Nya yang ajaib, serta mau memberikan diri mereka untuk dipakai oleh Tuhan sebagai perluasan Kerajaan Allah di dunia ini.



Akhir kata, Tuhan Yesus sebagai pelopor penjala manusia menginginkan kita semua yang menjadi anak-anakNya untuk dipakai dan dibimbing oleh tangan-Nya yg penuh kuasa untuk menjadi penjala manusia. Tentu saja kita harus bahu membahu dalam menebar jala tersebut, terus percaya bahwa Tuhan akan membantu dan menolong kita pada saatnya nanti. Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kalinya suatu saat nanti, Dia akan memisahkan kita, dipilah-pilah berdasarkan kriteria yang Dia sudah tetapkan ketika Dia mewartakan perihal Kerajaan Allah di dunia ini.



Wiempy Wijaya

Buitenzorg, 11-Feb-07

wiempy@gmail.com

dilihat : 428 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution