Senin, 23 Juli 2018 16:15:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 185
Total pengunjung : 407733
Hits hari ini : 1219
Total hits : 3718369
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sikap Seorang Pemenang.
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 07 Mei 2007 00:00:00
Sikap Seorang Pemenang.
Untuk menjadi seorang pemenang, maka setiap peserta harus mengikuti perlombaan dalam sebuah arena. Firman Tuhan dalam Fil 3:8-14 mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi seorang pemenang. Tetapi inti dari kebenaran firman Tuhan tersebut bukanlah mengenai siapa yang lebih unggul atau yang lebih utama, tetapi firman Tuhan sedang menanamkan kepada kita sikap hidup yang berkemenangan. Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menghadapi pergumulan hidup. Dan sebagai manusia kita bisa salah dalam melangkah dan mengambil keputusan. Tetapi, jika kita mempunyai tujuan hidup yang benar, maka tentu saja kita akan mengerjakan hidup ini dengan fokus kepada firman Tuhan dalam Fil 3:14:"dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."



Ayat-ayat diatas mengajarkan kepada kita beberapa hal yang menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari untuk membangun sikap hidup yang berkemenangan, yaitu:





1. Ketidakpuasan.



Saudara, untuk karya keselamatan yang sudah Yesus kerjakan bagi kita, maka setiap kita harus menerima karya Yesus tersebut dengan puas sebab karya itulah yang membuat kita menjadi milik Allah. Tetapi, bila kita sudah merasa puas dengan kerohanian kita sekarang, maka hidup kita tidak lagi sedang berjalan maju dengan Allah sebab kita sudah merasa cukup dengan ukuran kerohanian yang kita miliki sekarang. Mengapa ada orang-orang yang merasa sudah puas? Jawabnya adalah karena mereka membandingkan apa yang sudah mereka dapat dengan apa yang didapat oleh orang kristen yang lainnya. Kecenderungan kita puas adalah karena kita membandingkan hidup kita dengan standart orang lain.



Paulus mengekspresikan ketidakpuasannya secara rohani dalam Fil 3:12:"?melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat menangkapnya,? " Paulus tidak pernah mengijinkan dirinya puas dalam pencapaian hal-hal rohani. Paulus selalu meningkatkan kerohaninya agar lebih dekat dengan Allah. Untuk mengalami pertumbuhan rohani, kita harus memiliki ketidakpuasan secara rohani agar kita mengalami pertumbuhan rohani. Pada waktu kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, dan menerima Yesus sebagai Juruselamat satu-satunya, kita harus mengalami perubahan dan pembaharuan dalam hidup. Sehingga berkat Tuhan dilimpahkan dalam kehidupan kita.



2. Pengabdian Hidup.



Paulus mengalami pembaharuan hidup ketika ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang tidak hanya sekedar momentum biasa dalam hidupnya, tetapi telah menaklukkan hati Paulus yang sebelumnya begitu gigih sekali menghancurkan kekristenan. Dan sebagai tanggapan Paulus atas perjumpaan dengan Tuhan, Paulus mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk melayani Tuhan, dan mengijinkan hidupnya bertumbuh secara rohani di dalam Dia. Setiap kita pasti memiliki kesaksian pribadi ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan.



Dan biarlah kita memberikan hidup untuk menanggapi kebaikan-kebaikan Allah supaya Allah bekerja melakukan hal-hal yang besar dalam kehidupan kita.



3. Punya arah.



Kita ketahui bahwa Paulus mempunyai kehidupan yang lama. Paulus yang dulunya sangat membenci orang Kristen dan Paulus tidak ragu-ragu untuk membunuh orang-orang kristen. Tetapi pada waktu Tuhan menjamah hidupnya, Paulus mengatakan pada Ay 13b "?tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku,". Paulus memberitahukan bahwa hidupnya memiliki arah, dan dengan pengertian yang jelas yang diberikan dari Tuhan, Paulus tidak pernah melepaskan hidupnya jauh dari Tuhan. Paulus mengakui ketergantungannya kepada Tuhan. Arah hidup yang dipegangnya menjadi kekuatan untuk tetap memfokuskan hidup kepada Tuhan.



Sama halnya dengan sebuah kapal yang perjalananya memiliki arah yang jelas, tentu sangat berbeda ceritanya dengan kapal yang tidak mempunyai arah yang jelas. Bagi kapal yang tidak mempunyai arah yang jelas, bila badai datang dan kapal itu diterpa angin ke kira, maka kapal itu akan ikut berjalan ke kiri. Kapal yang tidak memiliki arah yang kelas, akan selalu mengikuti terpaan angin. Berbeda sekali dengan kapal yang mempunyai arah yang jelas. Bila kapal itu diterpa oleh angina, maka kapal itu tidak akan goyang tetapi kapal itu akan termotivasi dengan arah dan tujuannya sehingga jalur perjalanannya kembali sesuai dengan arah yang dituju. Begitulah jugalah kehidupan kita. Bila Tuhan izinkan angin pencobaan datang, bisa saja kita mengalami goncangan, tetapi ingatlah selalu akan tujuan hidup kita. Dan percayalah bahwa penyertaan Tuhan tetap dinyatakan dalam kehidupan kita sehingga akhirnya kita sampai kepada tujuan yang benar.



4.Komitmen yang kuat.



Paulus mempunyai tekad yang kuat untuk maju dan bukan mundur. Bahkan Paulus tidak mau memperlambat pertumbuhan rohaninya. Saudara, kekristenan bisa kita ibaratkan seperti sepeda. Sepeda akan berjalan maju terus bila kita mengayuhnya. Tetapi, bila kita berhenti mengayuh sepeda itu, maka sepeda itu akan berhenti dan jatuh. Oleh karena itu, bila kita sudah berkomitmen untuk hidup dengan penyertaan Tuhan dan berjalan sesuai dengan kehendakNya, maka kita harus terus mengerjakan iman percaya kita kepada Tuhan supaya kehidupan rohani kita semakin hari semakin meningkat. Ketahuilah, ketika kita percaya kepada Tuhan itu berarti kita sedang mempersilahkan Tuhan untuk berkarya dalam kehidupan kita.



5. Disiplin.



I Kor 9:24-27 "Tidak tahukah kamu bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari,?. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya,?" Saudara, apapun jenis perlombaan yang diikuti oleh seseorang, pasti memerlukan disiplin latihan untuk menjadi pemenang. Demikian juga dalam pertumbuhan kerohanian kita. Sebagai anak-anak Tuhan, kita perlu mendisiplinkan diri kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. Misalnya: dalam mengikuti ibadah, dalam membaca firman Tuhan, setiap kita harus mendisiplinkan diri. Kalau kita bisa mendisiplinkan diri, maka kerohanian kita akan terus bertumbuh di dalam Tuhan.



Saudaraku, marilah kita menanamkan 5 sikap pemenang ini untuk memotivasi hidup kerohanian kita sampai kepada kesudahan hidup kita. Firman Tuhan dalam Filipi 3:14 berkata:" dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." Amin.



Tuhan memberkati.





Salam Healing Movement,

LG.Hutagalung

Gereja Bethel Indonesia - Ray.12

Jalan Dock Yard 75 Kota Dumai- Riau

Email : lghlung@yahoo. co.id

Home : Jalan Kesehatan Gg.Sentosa # 26 rt.017 Kota Dumai 28813

Mobile : +62819.664.244

dilihat : 522 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution