Sabtu, 21 Juli 2018 12:37:51 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 78
Total pengunjung : 407304
Hits hari ini : 662
Total hits : 3713601
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Supaya Tetap Terlatih
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 13 April 2007 00:00:00
Supaya Tetap Terlatih
Supaya Tetap Terlatih

Hakim-hakim 3:1-6



Ralph Waldo Emerson pernah berkata, ?Seseorang disebut pahlawan bukan karena ia lebih berani dari orang lain, tetapi karena ia berani bertahan sepuluh menit lebih lama.? Artinya, untuk dapat menjadi orang yang unggul diperlukan tekad dan ketekunan sehingga dapat terus berjalan dari satu kemenangan kepada kemenangan yang lainnya.



Memang diperlukan tekad yang kuat untuk berlatih sehingga kita tetap menjadi seorang pemenang. Inilah yang Tuhan inginkan dari bangsa Israel ketika Dia mengizinkan orang Filistin, Sidon, Hewi, tetap tinggal dan hidup di Kanaan. Tuhan ingin membentuk Israel menjadi bangsa yang tangguh dan menang di dalam setiap pertempuran melawan bangsa-bangsa penyembah berhala itu. Dari periskop bacaan hari ini ada dua pelajaran dan kehendak Tuhan yang harus kita mengerti.



Pertama, Tuhan mengizinkan bangsa lain hidup di Kanaan supaya generasi penerus Israel terus berlatih dan siaga. ?Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh Tuhan.?(Hak 3:2). Disini kita bisa tahu bahwa Tuhan ingin anak-anak-Nya selalu melatih diri dan tidak tinggal dalam kemalasan atau rasa puas atas apa yang sudah dicapai atau miliki. Mengapa Allah ingin kita tetap siaga? Karena setiap hari kita hidup dalam kancah peperangan rohani. Iblis, musuh kita selalu mengawasi dan mencari kesempatan yang baik untuk menyerang. Saat kita lengah maka dia dengan strateginya yang matang akan membuat kita terjungkal dan jatuh dalam dosa. Jika kita melatih tubuh, jiwa dan roh kita agar selalu siaga, yaitu dengan melakukan disiplin rohani maka kita akan tetap berkemenangan. Firman Tuhan menjadi pedang roh yang tajam dan dengan perisai iman kita mampu memadamkan panah api si jahat.



Kedua, Tuhan mengizinkan ada bangsa lain yang hidup di Kanaan supaya mereka menyendengkan telinga kepada perintah-perintah Tuhan. Israel adalah bangsa besar yang terbentuk menjadi sebuah negara oleh kehendak Tuhan sendiri. Di dalam negara ?teokrasi? seperti Israel, Tuhanlah yang menjadi pembuat keputusan tunggal bagi masa depan mereka. Jika Tuhan berkehendak Israel maju melawan sebuah bangsa, maka Dia akan memberitahukan keputusanNya melalui utusanNya. Israel akan hidup damai, menjadi negara yang maju dan tangguh jika mereka menyendengkan telinga pada kehendak Tuhan. Prinsip yang sama berlaku bagi kita. Jika kita ingin hidup sejahtera dan berkemenangan, kita harus menyendengkan telinga pada perintah-perintah Tuhan dan hidup di dalamnya. Masalah atau pencobaan boleh datang tetapi kepekaan pada suara dan kehendak Tuhan akan membuat kita keluar sebagai pemenang atas masalah-masalah tersebut. Tuhan akan memberi kita hikmat untuk mengambil langkah dan keputusan sehingga masalah itu menjadi sebuah batu loncatan bagi kita.



Pengirim : "VIVI HO"

dilihat : 385 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution