Selasa, 18 Desember 2018 16:10:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 276
Total pengunjung : 451707
Hits hari ini : 1384
Total hits : 4159448
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Air Susu Dibalas Air Tuba : Bagaimana Bersikap?
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 16 Januari 2007 00:00:00
Air Susu Dibalas Air Tuba : Bagaimana Bersikap?
Air Susu Dibalas Air Tuba : Bagaimana Bersikap?



Salam Konseling!



Akhir-akhir ini ada beberapa kasus konseling di LK3, yang bisa disimpulkan dengan kalimat peribahasa "air susu dibalas air tuba". Di antaranya kasus Ibu yang kecewa pada anaknya yang melupakan dan mengabaikannya. Kasus istri yang kecewa pada suami yang begitu dia cintai, tapi dia difitnah di depan WIL-nya. Kasus kekecewaan kepada saudara yang pernah ia bantu; kasus rekan dalam kerja yang pernah ditolong. Kebaikan dibalas dengan fitnah.



Sebelum meninggal ayah sempat curhat kepada saya. Ia kecewa pada orang-orang yang dulu ia tolong, misalnya dibantu uang atau dicarikan cara supaya bisa bekerja. Tetapi setelah ayah sakit-sakitan dan jatuh miskin, semua yang pernah ditolong menjauh dan menghindar. Bahkan kelemahan ayah saya dicari-cari dan dibicarakan di depan orang. Wahai betapa sakitnya! Saya membayangkan betapa kecewanya ayah saya, dan klien-klien saya.



Saya dan keluarga (Witha) sendiri pernah kecewa terhadap dua orang yang pernah saya bantu dan bombing. Namun lewat berjalannya waktu, saya tahu mereka memfitnah saya. Saya bersyukur untuk pengalaman ini, saya menjadi lebih mampu merasakan pengalaman klien-klien saya. Saya belajar mengambil hikmah dan makna dari pengalaman sulit seperti ini.



Ada dua hal penting di sini:



1. Mengapa ada orang berlaku demikian?



Pertama, orang tersebut adalah pribadi yang lebih mengingat kesalahan orang daripada kebaikan orang. Kedua, sejak kecil mereka kurang dilatih cara berterimakasih. Ketiga, mereka sendiri sedang punya masalah yang membuat mereka tidak jernih berpikir dan punya hati yang sempit. Keempat, mereka menganggap kebaikan yg mereka terimaitu adalah kebetulan atau layak mereka terima sebagai berkat Tuhan, tetapilupa bahwa ada SALURAN berkat yang dipakai-Nya. Kelima, dengan menjelekkan/ menyalahkan orang lain dia mencari simpati dan bantuan serta belas kasihan atau pengertian dari teman curhatnya.



2. Bagaimana kita bersikap?



Pertama, anggap ini sebagai latihan kesabaran dan kesempatan mempraktekkan mengampuni. Juga kesempatan kita koreksi dan memperbaiki diri. Kedua, kita diuji apakah kebaikan kita kepada orang itu murni atau ada harapan tertentu, misal untuk dibalas dengan kebaikan juga. Kita dilatih berbuat baik tanpa pamrih. Ketiga, kita dilatih untuk menghadapi kekecewaan dan mampu menjalaninya. Ini bekal kita dapat berempati dengan mereka yang mengalami hal yang sama. Keempat, kita belajar bersyukur dan memberkati orang yang "menganiaya" kita dengan doa yang tulus. Kelima, kekecewaan itu menambah "kekebalan" kita jika terjadi peristiwa yang lebih berat. Keenam, jangan takut dan jangan membalas...sebab merekapun akan dihakimi sesuai dengan perbuatan mereka. Tuhan adalah hakim yang adil dan bijak.



Semoga sharing ini bermanfaat. Selamat terluka, selamat memaafkan.



Julianto Simanjuntak

LAYANAN KONSELING KELUARGA DAN KARIR (LK3)

" Orang Bijak Peduli Konseling"

www.lk3web.info



Penulis buku (bersama Roswitha):

Seni Merayakan Hidup Yang Sulit

Mencinta Hingga Terluka

Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan Setan

Sudah Siapkan Aku Menikah

dilihat : 490 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution