Selasa, 18 Desember 2018 16:43:27 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 282
Total pengunjung : 451713
Hits hari ini : 1431
Total hits : 4159495
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Menuai Cinta
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 14 Januari 2007 00:00:00
Menuai Cinta
Menuai Cinta



Sebuah cerita dari Tiongkok. Disebuah desa tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu- begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.



Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi kesebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk disana.?Hutang mereka udah jatuh tempo? kata sang tuan.



?Baik,tuan,?sahut sibodoh.?Tetapi nanti uangnya mau diapakan ? ?

?Belikan sesuatu yang aku belum punya,? jawab sang tuan.



Maka pergilah sibodoh ke perkampungan yang dimaksud.Cukup kerepotan juga si bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang daripada penduduk kampong.Para penduduk itu memang sangat miskin,dan pula ketika itu tengah terjadi kemarau panjang.



Akhirnya si bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya.Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya,?Belikan sesuatu yang belum aku miliki ?.



?Apa,ya ? ? Tanya sibodoh dalam hati.



?Tuan sangat kaya,apa lagi yang belum dia punya ??



Setelah berpikir agak lama.Sibodoh pun menemukan jawabannya.



Dia kembali keperkampungan miskin tadi.Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk.



? Tuanku,memberikan uang ini kepada kalian,? katanya.



Para penduduk sangat gembira.Mereka memuji kemurahan hati sang tuan. Ketika sibodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya,sang tuan geleng-geleng kepala.



?Benar-benar bodoh,? omelnya.



Waktu berlalu.Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka;pergantian pemimpin karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu. Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya.

Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia meninggalkan rumahnya dan terlunta-lunta.Hanya sibodoh yang ikut serta.



Ketika tiba disebuah kampung ,entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan semangat. Mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat si tuan.



? Siapakah para penduduk kampong ini, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku ? ? tanya sang tuan.



?Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih hutang kepada para penduduk miskin kampong ini.? Jawab si bodoh.



Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir,tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta dihati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka.



*Kiriman Yosua Tanjung, Cerita ini disalin dari warta gereja GBI New Wine Internasional Den Haag, Belanda



dilihat : 369 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution