Rabu, 17 Oktober 2018 04:05:07 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 272
Total pengunjung : 429933
Hits hari ini : 5024
Total hits : 3967541
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mengakhiri Kekerasan Bernuansa Agama






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 15 Januari 2010 00:00:00
Mengakhiri Kekerasan Bernuansa Agama
Kita sangat sedih mendengar dan membaca berita terkait dengan penyerangan terhadap gereja di Malaysia. Fasilitas ibadah menjadi rusak oleh serangkaian aksi kekerasan. Dari penjelasan yang ada, patut disinyalir bahwa aksi kekerasan ini muncul terkait dengan kelanjutan dari putusan pengadilan tinggi setempat tentang siapa yang dianggap berhak menggunakan kata ?Allah? untuk melukiskan Tuhan dalam tulisan kitab suci. Harapan kita persoalan seperti ini dapat segera diselesaikan.



Dunia ini sudah lelah dengan konflik terkait dengan isu agama. Sejarah mencatat, bahwa lewat konflik baik berupa kekerasan terhadap pemeluk agama dan fasilitas peribadatan, ternyata tidak membawa faedah dalam menata kehidupan global yang lebih harmonis. Bahkan para pemimpin dunia, baik formal maupun informal, sudah menyadarinya sejak lama. Dan oleh karena itu, seruan perdamaian menggema dimana-mana.



Maka, apa yang terjadi di Malaysia tersebut merupakan tamparan bagi wajah perdamaian dunia. Dan sangat disayangkan bahwa gelora perdamaian yang sudah mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan kemudian tercoreng hanya karena ulah sekelompok orang yang kurang menyadari arti kerukunan.



Kerukunan di antara seluruh bangsa-bangsa, harus menjadi yang utama. Itu harga pasti. Tidak boleh ditawar-tawar lagi. Dalam masyarakat global yang heterogen, menjaga kerukunan bersama adalah hal yang penting. Keberbedaan, apakah itu agama, suku, dan warna kulit, adalah anugerah yang patut terus dijaga.



Kita patut berbangga hati atas kedewasaan masyarakat internasional yang tidak terpengaruh dengan peristiwa ini. Masyarakat internasional yang nota bene memiliki pelbagai perbedaan, dan juga rintangan, namun tetap bisa menjalin kebersamaan. Selama ini, bukan tidak banyak ujian bagi rajutan kebersamaan di daerah ini. Namun berkat dukungan dan kerjasama serta atas kesadaran bersama pula, akhirnya bisa diatasi. Suasana kondusif pun terus terjadi.



Masyarakat dunia memang patut dan perlu terus ditumbuhkembangkan. Kebebasan berpendapat dan berserikat tentunya juga harus dipelihara asal dilakukan dengan damai. Namun, maksud baik bisa saja ditimpali oleh kekuatan lain. Inilah yang harus dicegah semaksimal mungkin.



Ketika berhadapan dengan kekerasan terhadap umat beragama, seluruh pemimpin dunia harus bersatu. Terkait dengan peristiwa tindakan anarkhi terhadap Gereja dan umat Kristen di Malaysia, kita patut bersedih. Dan oleh karena itu, seruan sebagai bangsa yang menghargai perbedaan dan menjauhi kekerasan harus disampaikan.



Selama ini juga kita sudah amat menderita karena pertikaian yang terjadi di antara umat beragama. Oleh karena merebaknya isu-isu yang menyesatkan, sehingga kerukunan umat beragama yang sekian lama telah terbangun, tiba-tiba mengalami keretakan. Pertumpahan darah pun bisa terjadi. Inilah yang sangat tidak kita harapkan.



Kita sangat berterimakasih atas ajakan dari sejumlah pemimpin agama dari beberapa negara yang menyerukan akan pentingnya menjaga dan memelihara kerukunan di antara umat beragama. Perdamaian dunia akan hancur jika kita terus berada dalam zona pertikaian, termasuk yang dipicu oleh konflik agama.



Dalam kaitan itu, peran dan kontribusi kita sebagai bangsa yang merdeka sangat diharapkan. Peran yang harus kita jalankan dalam takaran yang proporsional. Berlaku adil dan bijaksanal. Pada saat yang sama, umat beragama dimanapun berada juga jangan gampang terpengaruh oleh wacana-wacana yang tak berdasar. Kedewasaan harus lebih ditingkatkan. Dengan kedewasaan kita tentunya lebih mawas diri.



Masyarakat dunia butuh kedamaian. Masyarakat di belahan mana pun didunia ini butuh hidup yang tenteram. Tidak ada pertikaian. Kerukunan antarumat beragama dalam memelihara situasi global menjadi kekayaan yang tinggi nilainya. Marilah kita melawan dan sekaligus mengakhiri kekerasan terhadap umat beragama dan fasilitas ibadah (JJ)





Sumber : http://hariansib.com/?p=106870#more-106870

dilihat : 302 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution