Selasa, 18 Juni 2019 16:40:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 164
Total pengunjung : 514648
Hits hari ini : 2555
Total hits : 4723003
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ribuan Facebooker Dukung Asa






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 01 Desember 2009 00:00:00
Ribuan Facebooker Dukung Asa
Anggota Tim Pembela Kebebasan (TPK) Pers I

Wayan ''Gendo" Suardana yang dikonfirmasi Senin (30/11) kemarin mengatakan, tujuan dari dukungan para facebooker itu sebagai

ajang kampanye untuk mendukung penuntasan kasus pembunuhan jurnalis Asa. Selain itu juga melihat respons dari

masyarakat.



Dengan hanya meng-upload, grup facebooker ini bisa memberikan komentarnya. ''Tujuan kami untuk

menggalang para grup facebooker ini bukan semata untuk kasus pembunuhan Prabangsa saja. Lebih dari itu bahwa kami menginginkan

adanya pemahaman dari kasus ini bukan sekadar kasus pembunuhan biasa. Di sini sudah menyangkut terancamnya kebebasan pers dan

hilangnya hak masyarakat atas informasi publik," terang Gendo.



Menurut Gendo, dengan menggalang dukungan dari

facebooker, ternyata hanya dalam hitungan tidak lebih dari satu jam, sudah seratusan lebih yang bergabung. "Rata-rata mereka

mendorong agar kasus ini (pembunuhan Prabangsa) segera diselesaikan, termasuk ada juga yang terus memberikan support kepada

para jurnalis untuk terus bersemangat," papar Gendo.



Pria yang pernah mendekam di penjara karena tudingan menghina

Presiden SBY ini merasa optimistis target 2000 dukungan akan tercapai. ''Kami yakin dukungan itu mampu kita penuhi meski

tidak sampai sejuta seperti kasus KPK," imbuhnya.



Bahwa dengan berbicara kasus Prabangsa, lanjut dia, secara

otomatis berbicara tentang demokrasi. Menurutnya, dengan berbelitnya saksi mahkota yang juga terdakwa dalam berkas terpisah

untuk mencoba menghindar, tawarannya hanya satu; keberanian jaksa dan kejelian majelis hakim.



''Dua institusi ini

harus tetap memiliki visi sama. Bahwa kematian Prabangsa saat menjalankan profesinya, sekali lagi bukan hanya sekadar

pembunuhan biasa. Jurnalis sudah diakui bagian dari pilar demokrasi," tegasnya.



Termasuk dengan mencoba menganalisa

dari kesaksian Gus Oblong dengan eksplorasi majelis hakim untuk mengorek keterangan saksi mahkota lainnya, dengan tanpa

mengurangi asas praduga tak bersalah, pihaknya tetap yakin para terdakwa tak akan bisa lolos dari hukum.



Selain

menggalang dukungan melalui para facebooker, Gendo bersama rekannya sesama aktivis Agung Eka Darmika pada Kamis (3/12)

mendatang juga berencana menggelar sebuah diskusi dengan tema memaknai kematian Prabangsa.



Dalam bahasan itu

menghadirkan tokoh pers, wartawan, LSM, pengacara, pakar hukum, dan TPK Pers. Juga melibatkan masyarakat dan mahasiwa untuk

hadir dalam menyatukan visi perjuangan. (pra)



sumber

:http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=showpage&rkat=5





dilihat : 436 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution